Telset.id – Li Auto resmi meluncurkan varian RWD (Rear-Wheel Drive) dari crossover listrik i8 di China pada awal Agustus 2026. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap perlambatan penjualan model tersebut yang sempat anjlok drastis. Varian anyar ini dibanderol mulai 309.800 yuan (sekitar Rp 690 jutaan) dan menawarkan jarak tempuh hingga 780 km dalam sekali pengisian daya.
Keputusan menambah varian RWD ini tidak terlepas dari performa pasar i8 yang mengecewakan sejak peluncuran pertamanya pada Juli 2025. Saat itu, Li Auto menawarkan i8 dalam tiga level trim: Pro, Max, dan Ultra. Namun, hanya berselang satu minggu, perusahaan memutuskan untuk menyederhanakan penawaran menjadi satu trim saja lantaran permintaan yang rendah. Versi standar i8 dengan penggerak AWD dijual seharga 339.800 yuan (50.340 USD).
Meski telah mengambil langkah berani, performa pasar i8 tetap kurang memuaskan. Tekanan ketat dari para pesaing, termasuk Nio’s Onvo L90, membuat posisi i8 semakin terdesak. Data dari China EV DataTracker menunjukkan, i8 hanya berhasil mengirimkan 8.733 unit selama paruh pertama tahun 2026. Angka ini bahkan lebih buruk pada Juni 2026, di mana Li Auto hanya menyerahkan 779 kendaraan kepada pelanggan. Kondisi ini memaksa Li Auto untuk segera mencari solusi baru.
Spesifikasi Lengkap Li Auto i8 RWD
Varian RWD dari Li Auto i8 ini secara fungsional hampir identik dengan versi AWD. Perbedaan utamanya terletak pada sistem penggerak. Varian ini hanya mengandalkan satu motor listrik di poros belakang yang menghasilkan tenaga 250 kW (335 hp). Dengan baterai 97,8 kWh dari Sunwoda, i8 RWD mampu menempuh jarak hingga 780 km dalam kondisi pengujian CLTC.

Sistem 800V pada mobil ini memungkinkan pengisian daya hingga 500 km hanya dalam waktu 10 menit. Konsumsi energinya tercatat efisien di angka 13,6 kWh per 100 km. Untuk akselerasi 0-100 km/jam, i8 RWD membutuhkan waktu 6,6 detik. Sebagai pembanding, varian i8 AWD memiliki dua motor listrik dengan tenaga puncak 400 kW (536 hp), baterai 97,8 kWh dari CATL, konsumsi energi 14,8 kWh per 100 km, jarak tempuh CLTC 720 km, dan akselerasi 0-100 km/jam dalam 4,5 detik.
Dari segi dimensi, Li Auto i8 memiliki panjang 5.085 mm, lebar 1.960 mm, tinggi 1.740 mm, dengan jarak sumbu roda 3.050 mm. Crossover keluarga ini memiliki koefisien drag 0,218 Cd, yang diklaim lebih baik dibandingkan Tesla Model Y yang lebih kecil. i8 hadir standar dengan enam kursi dalam tata letak 2+2+2. Kursi kapten di baris kedua dapat direbahkan hingga 145 derajat.

Bagian dasbor dilengkapi dua layar 15,7 inci, sementara layar 21,4 inci yang dipasang di atap tersedia sebagai opsi berbayar. Fitur menarik lainnya termasuk semi-hidden door handles dan bagasi depan elektrik yang lega. Interiornya menawarkan fungsi pijat 16 titik untuk kursi pengemudi, vanity mirror besar, 20 speaker, kursi baris ketiga berpemanas, serta kursi baris pertama dan kedua dengan ventilasi dan pijat.
Baca Juga:
Strategi Li Auto Menghadapi Tekanan Pasar
Peluncuran varian RWD ini menunjukkan keseriusan Li Auto dalam memperbaiki posisi pasarnya. Dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan varian AWD, i8 RWD diharapkan dapat menarik lebih banyak konsumen yang menginginkan mobil listrik keluarga berkapasitas enam kursi tanpa harus merogoh kocek lebih dalam. Langkah ini juga sejalan dengan upaya Li Auto untuk memperluas pangsa pasarnya di segmen kendaraan listrik China yang semakin kompetitif.
Keputusan Li Auto untuk menghadirkan varian RWD juga menarik untuk dicermati, mengingat perusahaan sebelumnya sempat menyederhanakan lini produk i8 hanya dalam waktu seminggu setelah peluncuran awal. Hal ini menunjukkan bahwa Li Auto sangat responsif terhadap sinyal pasar dan tidak segan untuk mengubah strategi demi mempertahankan daya saing. Strategi serupa juga pernah diterapkan Li Auto dalam hal layanan purna jual. Perusahaan diketahui memperpanjang interval servis untuk model EREV mereka, sebuah langkah yang turut dibahas dalam artikel terkait.

Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, pertanyaan besarnya adalah apakah varian RWD ini mampu membalikkan keadaan penjualan i8 yang lesu. Data penjualan pada kuartal ketiga 2026 akan menjadi indikator utama keberhasilan strategi ini. Jika respons pasar positif, bukan tidak mungkin Li Auto akan kembali mempertimbangkan strategi serupa untuk model-model lainnya.
Bagi konsumen yang tertarik dengan ekosistem kendaraan listrik dan teknologi pendukungnya, informasi seputar integrasi smartphone seperti Android Auto juga bisa menjadi pertimbangan. Telset.id sebelumnya pernah membahas cara pakai Android Auto tanpa mematikan VPN yang relevan bagi pengguna mobil listrik modern. Selain itu, perkembangan moderasi konten berbasis AI di platform lain juga menarik untuk diikuti, seperti yang dibahas dalam artikel tentang Reddit.
Li Auto i8 RWD akan menjadi ujian nyata bagi strategi pemasaran perusahaan dalam menghadapi persaingan ketat di pasar mobil listrik China. Dengan harga lebih rendah dan efisiensi yang lebih baik, varian ini diharapkan mampu menarik minat konsumen yang selama ini ragu. Namun, keberhasilan jangka panjangnya tetap bergantung pada kemampuan Li Auto untuk menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen di tengah persaingan yang semakin sengit.





Komentar
Belum ada komentar.