Telset.id ā Li Auto mencatatkan hasil uji ketahanan baterai untuk SUV listrik i6 versi baru dengan jarak tempuh 811,4 km dari paket baterai berkapasitas 96 kWh. Pengujian yang disiarkan langsung secara livestream itu dilakukan pada Oktober 2026, dan menjadi penanda penting karena i6 generasi anyar ini tidak lagi memakai baterai dari CATL.
Angka tersebut melampaui rating CLTC i6 sebesar 780 km (setara sekitar 632 km WLTP) dengan selisih 4 persen. Konsumsi energi keseluruhan tercatat 11,8 kWh/100km dalam lingkungan perkotaan. Bagi Li Auto, capaian ini bukan sekadar klaim pemasaran, melainkan upaya membuktikan bahwa strategi baterai in-house mereka berjalan sesuai rencana.
Perubahan pemasok baterai menjadi sorotan utama. Li Auto memilih desain baterai sendiri dan menunjuk CALB serta Sunwoda sebagai mitra produksi sel. Langkah ini memutus ketergantungan pada CATL, pemasok yang selama ini mendominasi rantai pasok baterai EV China. Pergeseran ini juga terjadi di tengah persaingan EV China yang makin ketat di pasar global, termasuk di Eropa.
Kondisi Pengujian dan Catatan Kritis
Li Auto menyebut pengujian dilakukan di sekitar Danau Tai (Taihu) di Delta Yangtze, dengan suhu lingkungan antara 13 hingga 20 derajat Celsius. Mobil membawa empat penumpang, barang bawaan mereka, plus 50 kg perlengkapan tambahan. Pabrikan menegaskan penyejuk udara tetap menyala selama perjalanan 18 jam tersebut.
Namun, ada catatan yang perlu dicermati. Uji ketahanan ini dilakukan sepenuhnya di lingkungan perkotaan, dengan batas kecepatan 40 hingga 80 km/jam. Kombinasi suhu optimal dan rute perkotaan menciptakan kondisi yang sangat menguntungkan untuk konsumsi rendah dan jarak tempuh panjang. Antusiasme sebagian penggemar EV pun berpotensi meredup karena metode pengujiannya tidak merepresentasikan kondisi jalan tol atau iklim dingin.

Livestream Li Auto menunjukkan i6 mencapai 811,4 km saat state of charge (SoC) turun ke 0 persen. Perusahaan menegaskan kendaraan masih beroperasi pada titik itu, mengisyaratkan i6 sebenarnya bisa melaju lebih jauh meski dengan kecepatan terbatas. Hasil resmi yang dipublikasikan: 811,4 km, 104 persen dari rating CLTC, dan konsumsi 11,8 kWh/100km.
Terhadap rating WLTP sebesar 640 km, SUV ini unggul hampir 27 persen. Meski demikian, jarak tempuh dunia nyata tetap akan lebih rendah, terutama di jalan tol atau iklim dingin. Angka hasil pengujian pabrikan selalu perlu dibaca dengan konteks metode yang dipakai.
Baca Juga:
Baterai Lian Shan dan Rencana Eropa
Li Xiang, CEO Li Auto, mengaitkan peningkatan jarak tempuh i6 versi baru dengan baterai in-house, motor penggerak yang dikembangkan sendiri, serta elektronika daya silikon karbida (SiC). Li Auto menerima sel Lian Shan dari CALB dan Sunwoda, lalu merakitnya di fasilitas milik sendiri. Outlet otomotif China, Dian Dong Che Zhu Ren, melaporkan bahwa perubahan desain ini memungkinkan i6 membawa tambahan 3 kWh sel. Laporan yang sama menyebut modul daya SiC terbaru Li Auto memiliki jalur arus yang direvisi sehingga mengurangi kerugian operasional dan menambah 30 km jarak tempuh musim dingin.
Li Auto juga menjanjikan baterai Lian Shan tidak akan terbakar sendiri atau meledak dalam kecelakaan. Baterai ini mendukung pengisian cepat 5C dan kemungkinan akan diterapkan ke jajaran produk Li Auto yang sudah ada. Pabrikan bertaruh besar pada kemampuan keselamatan baterainya, dengan janji mobil baru gratis jika klaim tersebut tidak terbukti, pendekatan serupa yang dipakai Xiaomi lewat baterai Dragonscale.

Dari sisi ekspansi pasar, i6 dijadwalkan masuk ke pasar Eropa pada kuartal pertama 2027 dengan nama Li 6. Langkah ini memperluas kehadiran Li Auto di wilayah yang selama ini menjadi medan pertempuran produsen EV China. Bagi konsumen yang mengikuti dinamika adopsi mobil listrik, pergerakan Li Auto layak dicermati, sebagaimana perkembangan ekosistem mobil pintar lewat integrasi Gemini di kendaraan.
Hasil 811,4 km ini menempatkan i6 di posisi yang secara angka kompetitif terhadap rival sekelasnya. Namun, karena pengujian dilakukan dalam kondisi sangat mendukung, pembandingan langsung dengan hasil uji independen di jalan tol atau iklim dingin masih diperlukan. Li Auto sendiri tidak menyembunyikan fakta bahwa kendaraan masih bisa melaju saat SoC menyentuh nol persen, yang justru menunjukkan adanya cadangan energi tersembunyi di luar angka yang dipublikasikan.

Bagi pasar Eropa, nama Li 6 akan menjadi wajah baru Li Auto di segmen SUV listrik. Kehadirannya pada kuartal pertama 2027 bertepatan dengan meningkatnya tensi persaingan EV China di Benua Biru, seperti yang terlihat dalam ajang Paris Auto Show. Strategi baterai in-house dan janji keselamatan menjadi dua kartu yang coba dimainkan Li Auto untuk membedakan diri.
Yang jelas, klaim 811,4 km ini bukan akhir dari cerita. Angka konsumsi 11,8 kWh/100km dalam kondisi perkotaan memberi gambaran efisiensi, tetapi belum menjawab tantangan nyata pengemudi di jalan bebas hambatan. Li Auto telah membuktikan satu hal: tanpa CATL, mereka tetap bisa merakit paket baterai yang kompetitif secara angka. Pertanyaannya kini bergeser ke konsistensi performa di tangan konsumen, bukan di bawah kamera livestream.
[ META_DESCRIPTION]
Li Auto i6 tembus 811,4 km dalam uji ketahanan tanpa baterai CATL, ungguli rating CLTC 4 persen dengan konsumsi 11,8 kWh/100km.





Komentar
Belum ada komentar.