📑 Daftar Isi

Li Auto i6 EV crossover tampil di Paris Auto Show 2026 sebagai Li 6 versi Eropa

Li Auto i6 Meluncur ke Eropa Jadi Li 6 Awal 2027

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Li Auto i6 masuk Eropa sebagai Li 6 pada Q1 2027, mulai dari Belanda dan Norwegia
  • Diperkenalkan di Paris Auto Show 2026, 12 Oktober 2026
  • Dimensi 4950/1935/1655 mm, wheelbase 3.000 mm
  • Layar 29 inci, dukungan 8 bahasa Eropa, navigasi, Spotify, Apple CarPlay
  • Sistem 800V, baterai 96 kWh NMC, RWD 250 kW, AWD 400 kW
  • Jarak tempuh CLTC 780 km atau sekitar 640 km WLTP
  • Chip Qualcomm 8797 dan Mach 100 SoC untuk ADAS, 1.280 TOPS
  • Terlaris di China: 152.842 unit Januari-Agustus 2026

Telset.id – Li Auto i6, crossover listrik besar lima kursi, akan masuk pasar Eropa dengan nama Li 6 pada kuartal pertama 2027. Pengiriman pertama dimulai di Belanda dan Norwegia, dengan pasar Eropa lainnya menyusul tak lama setelahnya. Versi Eropa ini resmi diperkenalkan di Paris Auto Show 2026 di Prancis pada 12 Oktober 2026.

Yang menarik, pelanggan Eropa akan langsung mendapat versi terbaru SUV ini, yang baru akan diluncurkan di China pada akhir Oktober 2026. Artinya, versi Eropa bukan produk sisa, melainkan varian teranyar yang baru saja ditampilkan lewat gambar resmi. Hal ini terlihat dari detail semi-hidden door handles yang menjadi salah satu penanda versi terbaru.

Fitur lain yang dibawa Li 6 mencakup frunk baru dengan fungsi pembukaan double-knock serta lampu utama matrix. Dimensi bodinya tercatat 4950/1935/1655 mm dengan wheelbase 3.000 mm. Presentasi Li 6 sendiri dibawakan langsung oleh kepala desain Li Auto, Ben Baum.

Li Auto i6 EV crossover to reach Europe as Li 6 in Q1 2027 with 8 European languages

Interior dan Sistem Infotainment Li 6

Bagian interior Li 6 mendapat layar raksasa berukuran 29 inci, serupa dengan yang ada di Li L9 terbaru. Menurut pejabat resmi merek tersebut, sistem infotainment Li 6 mendukung 8 bahasa Eropa, navigasi, Spotify, dan Apple CarPlay. Ada pula aplikasi yang dilokalkan untuk pengguna Eropa, termasuk YouTube, Apple Music, dan lainnya.

Sementara itu, varian China dari Li 6 versi pembaruan menawarkan dua kursi zero-gravity di depan dan layar 21 inci yang dipasang di plafon untuk penumpang belakang. Kombinasi ini menunjukkan pendekatan Li Auto yang tetap mengutamakan kenyamanan kabin di pasar domestiknya.

Untuk penggemar teknologi otomotif di Indonesia yang mengikuti perkembangan fitur kabin dan sistem hiburan, perkembangan seperti ini sejalan dengan tren yang juga dibahas dalam Automasi Fisik Makin Nyata, di mana integrasi perangkat lunak dan AI makin menentukan pengalaman pengguna di dalam kendaraan.

Spesifikasi Baterai, Motor, dan Komputasi

Li 6 mengadopsi sistem tegangan tinggi 800V yang cocok untuk pengisian daya 5C. Suspensinya diklaim disetel khusus untuk jalanan Eropa. Varian China dari mobil ini menawarkan baterai ternary NMC berkapasitas 96 kWh.

Versi entry-level menggerakkan motor listrik 250 kW (335 hp) di poros belakang. Sementara varian dual-motor AWD memiliki output tenaga puncak gabungan 400 kW (536 hp). Diungkapkan bahwa versi RWD dari Li 6 baru untuk China memiliki jarak tempuh CLTC 780 km, atau sekitar 640 km otonomi dalam kondisi WLTP.

Li 6 electric crossover tampil di Paris Auto Show 2026

Dari sisi komputasi, varian China Li 6 juga mengandalkan kombinasi chip Qualcomm 8797 dan Mach 100 SoC yang dikembangkan sendiri oleh Li Auto. Chip terakhir digunakan untuk fungsi ADAS dan menawarkan daya komputasi puncak 1.280 TOPS. Li 6 mendukung fungsi Navigate On Autopilot (NOA) di jalan perkotaan dan jalan tol di China.

Namun, belum ada informasi apakah sistem tersebut akan diadaptasi untuk jalanan Eropa. Ketiadaan detail ini menjadi salah satu celah yang masih harus dijawab Li Auto sebelum pengiriman dimulai pada kuartal pertama 2027.

Bagi pengguna di Indonesia yang terbiasa dengan integrasi ponsel dan sistem navigasi di mobil, dinamika adopsi fitur semacam ini menarik untuk dicermati. Sebagai perbandingan, ekosistem konektivitas di kendaraan juga tengah bergerak, seperti terlihat pada Alternatif Google Maps yang kini masuk fase beta untuk Android Auto.

Tampilan eksterior Li 6 versi Eropa

Perlu dicatat, dukungan terhadap 8 bahasa Eropa, navigasi, Spotify, dan Apple CarPlay menempatkan Li 6 sebagai produk yang disiapkan serius untuk pasar Benua Biru, bukan sekadar ekspor simbolis. Pelokalan aplikasi seperti YouTube dan Apple Music memperkuat kesan tersebut.

Di sisi lain, keandalan integrasi perangkat lunak di kabin menjadi sorotan tersendiri bagi konsumen. Pengalaman pengguna dengan sistem infotainment di kendaraan sering kali bergantung pada kematangan perangkat lunak, sebagaimana juga menjadi perhatian pada kasus Bug Android Auto yang membuat panggilan di ponsel foldable gagal tersambung.

Li 6 versi China dengan dua kursi zero-gravity

Soal performa penjualan, Li 6 saat ini menjadi model terlaris merek tersebut di China. Sebanyak 152.842 unit telah diserahkan kepada pelanggan di pasar domestik sepanjang Januari hingga Agustus 2026, berdasarkan data China EV DataTracker. Angka itu memberi gambaran bahwa Li 6 bukan produk eksperimental, melainkan tulang punggung penjualan Li Auto di rumah sendiri.

Dengan jadwal pengiriman di Belanda dan Norwegia pada kuartal pertama 2027, Li 6 akan menjadi salah satu ujian pertama Li Auto di pasar Eropa. Dua negara itu dipilih sebagai titik awal, dengan pasar lain menyusul. Belum ada keterangan resmi mengenai harga jual, jaringan distribusi, atau mitra lokal yang akan menangani penjualan dan layanan purna jual di Eropa.

Yang jelas, strategi Li Auto menyasar Eropa lewat Li 6 menunjukkan bahwa ambisi ekspansi global mereka tidak berhenti di Asia Tenggara. Sebelumnya, merek ini juga dikabarkan tengah menyiapkan langkah serupa ke pasar regional, sebagaimana dibahas dalam Pasar Setir Kanan untuk Thailand pada akhir 2026.

Detail desain Li 6 versi China

Dari kacamata industri, langkah Li Auto membawa Li 6 ke Eropa menandai pergeseran bertahap dari ekspor volume kecil menuju penetrasi pasar yang lebih terstruktur. Dukungan bahasa, aplikasi lokal, dan penyetelan suspensi untuk jalan Eropa adalah tiga indikator bahwa pabrikan asal China ini menyiapkan produknya agar diterima, bukan sekadar dijual.

Pertanyaannya, apakah Li Auto mampu menjawab ekspektasi konsumen Eropa terhadap layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, dan pembaruan perangkat lunak berkelanjutan? Tanpa informasi resmi soal harga dan jaringan, jawaban atas pertanyaan itu masih menggantung hingga kuartal pertama 2027 tiba.

Untuk saat ini, Li 6 berdiri sebagai contoh bagaimana pabrikan China memindahkan produk unggulan mereka dari pasar domestik ke panggung global. Bagi konsumen Eropa, pilihannya bertambah. Bagi Li Auto, medannya jelas lebih berat: membuktikan bahwa label “terlaris di China” bisa diterjemahkan menjadi penerimaan di pasar yang jauh lebih matang dan kompetitif.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.