Telset.id – BYD mengumumkan rencana men-deploy 100 flash charger di Eropa pada akhir 2026. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh petinggi perusahaan di ajang Paris Auto Show, menandai langkah agresif produsen NEV terbesar dunia itu dalam membangun infrastruktur pengisian daya ultra-cepat di pasar Eropa.
Target tersebut bukan akhir dari ambisi BYD. Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini juga membidik 3.000 flash charger di Eropa pada akhir 2027. Angka itu terbilang ambisius mengingat saat ini mereka baru menempatkan charger pertamanya di Jerman pada Juni lalu, disusul beberapa negara Eropa lain termasuk Inggris.
Ekspansi ini menunjukkan bahwa BYD tidak hanya menjual kendaraan listrik, tetapi juga membangun ekosistem pengisian daya yang menjadi tulang punggung adopsi EV di benua tersebut. Strategi ini sejalan dengan pola ekspansi global perusahaan yang belakangan gencar menambah infrastruktur di berbagai wilayah.
Spesifikasi Flash Charger BYD
Keunggulan utama flash charger BYD terletak pada daya DC satu gun yang mencapai 1.500 kW. Dengan daya sebesar itu, kendaraan yang mengusung Blade Battery generasi kedua dapat mengisi daya dari 10% ke 70% hanya dalam lima menit. Sementara pengisian dari 10% hingga 97% memakan waktu sembilan menit.

Angka tersebut menempatkan teknologi pengisian daya BYD pada level yang berbeda dibandingkan mayoritas charger publik yang beredar saat ini. Sebagai gambaran skala operasionalnya, BYD kini mengoperasikan 12.165 flash charger di seluruh China. Perusahaan juga berencana men-deploy 20.000 stasiun pengisian daya secara global pada akhir 2026.
Perluasan jaringan di Eropa ini menjadi bagian dari strategi infrastruktur yang lebih luas. Pola serupa juga terlihat pada langkah perusahaan lain yang agresif menambah kapasitas operasional, seperti yang tergambar dalam ZET Deployment US yang menembus 4,14%.
Baca Juga:
Denza Z9 GT dan BYD Atto 8
Saat ini, Denza Z9 GT station wagon menjadi satu-satunya mobil buatan BYD di Eropa yang mampu melakukan flash charging. Namun, daftar itu akan segera bertambah. BYD akan memperkenalkan Atto 8 EV crossover sepenuhnya listrik ke pasar Eropa pada kuartal pertama 2027.
Atto 8 akan menjadi model pertama berlabel BYD dengan kemampuan flash charging di wilayah tersebut. Kendaraan tujuh penumpang ini hadir standar dengan baterai LFP berkapasitas 115 kWh. Baterai itu memberi tenaga pada dua motor listrik dengan daya puncak 570 kW atau setara 764 hp (775 ps). Jangkauan WLTP mobil ini mencapai 653 km.

Menurut BYD, lebih banyak model dengan flash charging akan masuk Eropa tahun depan menyusul Atto 8. Karena itu, tidak mengherankan jika perusahaan menaikkan target jumlah stasiun pengisian 1.500 kW di Eropa menjadi 3.000 unit pada akhir 2027.
Yang menarik, wilayah Eropa akan menyumbang 50% dari jaringan flash charging luar negeri yang direncanakan untuk 2027, yang totalnya mencakup 6.000 stasiun. Artinya, Eropa menjadi prioritas utama ekspansi infrastruktur BYD di luar China. Skala ambisi ini sebanding dengan proyek-proyek infrastruktur besar lain yang tengah berjalan, misalnya pengembangan desain rack AMD Helion untuk data center.
Dengan kombinasi antara kendaraan yang mendukung pengisian ultra-cepat dan jaringan charger yang terus diperluas, BYD tampak membangun fondasi yang saling menopang antara produk dan infrastruktur. Model seperti Atto 8 menjadi kunci untuk memastikan teknologi flash charging benar-benar terpakai di jalan raya Eropa, bukan sekadar spesifikasi di atas kertas.
Ekspansi ini juga memperlihatkan bagaimana persaingan industri EV kini bergeser dari sekadar spesifikasi baterai dan jarak tempuh menuju kesiapan ekosistem pengisian daya. Bagi BYD, kepemilikan jaringan charger sendiri bisa menjadi pembeda di pasar yang semakin padat.
Kehadiran 100 flash charger pada akhir 2026 akan menjadi ujian awal seberapa cepat BYD bisa mengeksekusi rencananya di Eropa. Jika berjalan sesuai target, 3.000 unit pada akhir 2027 akan menempatkan perusahaan itu sebagai salah satu pemain infrastruktur pengisian daya terbesar di benua tersebut.
[ META_DESCRIPTION]
BYD akan deploy 100 flash charger di Eropa akhir 2026 dan membidik 3.000 unit pada 2027. Simak spesifikasi dan model pendukungnya.





Komentar
Belum ada komentar.