📑 Daftar Isi

Lexus LFA EV prototipe melaju di Goodwood FOS dengan kamuflase

Lexus LFA EV Debut di Goodwood, Siap Produksi 2027

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Lexus LFA EV prototipe fungsional debut di Goodwood FOS 2026
  • Mengusung suara V8 palsu untuk sensasi berkendara konvensional
  • Target produksi 2027 dengan baterai solid-state
  • Dikembangkan bersama Toyota GR GT dan GR GT3
  • Desain interior yoke steering wheel dan paddle shifter
  • Dimensi setara Aston Martin DB12 dan Ferrari Roma
  • Kompetitor seperti BYD Denza Z sudah hadir dengan 1.582 hp
  • Toyota punya sejarah panjang penundaan proyek EV

Telset.id – Lexus akhirnya memperlihatkan wujud nyata supercar listrik legendarisnya, Lexus LFA EV, dalam perhelatan Goodwood Festival of Speed (FOS) akhir pekan lalu. Mobil konsep yang pertama kali diperkenalkan pada Desember 2025 itu kini hadir sebagai prototipe fungsional yang menjalani Hillclimb, menandai langkah serius Toyota dalam menghadirkan penerus LFA bertenaga listrik.

Prototipe Lexus LFA EV yang tampil di Goodwood masih mengenakan kamuflase tebal, namun berhasil memberikan gambaran paling jelas soal desain supercar ini. Yang paling menarik perhatian adalah suara mesin V-8 palsu yang dihasilkan secara artifisial, terdengar jelas saat prototipe melaju di lintasan. Lexus sengaja menghadirkan sensasi audio layaknya mesin pembakaran internal, meski jantung pacunya kini sudah sepenuhnya elektrik.

Mengutip pernyataan Shogo Kasamatsu, pimpinan desain Lexus LFA Concept, model produksi supercar ini dikabarkan “hampir selesai” dan dijadwalkan meluncur pada 2027. Desain eksteriornya disebut masih setia pada DNA LFA versi bensin, namun dengan sentuhan modern khas mobil listrik.

“Kami tidak sekadar ingin mereplikasi suara mesin; kami ingin mendesain ulang suara itu sendiri,” ujar Kasamatsu, merujuk pada pendekatan Hyundai pada IONIQ 5 N yang juga menghadirkan suara dan perpindahan gigi palsu.

Spesifikasi dan Teknologi Baterai Solid-State

Lexus LFA EV dikembangkan bersama dengan Toyota GR GT dan GR GT3, yang berarti sebagian besar struktur sasisnya dibagi dengan mobil balap tersebut. Namun, alih-alih mesin V8, LFA EV akan mengandalkan powertrain baterai listrik.

Toyota belum mengungkap detail spesifikasi secara lengkap, namun LFA EV disebut-sebut sebagai kendaraan pertama yang akan menggunakan baterai solid-state yang telah lama dinantikan. Teknologi ini menjanjikan kepadatan energi lebih tinggi, pengisian daya lebih cepat, dan performa lebih baik di suhu ekstrem.

Sayangnya, Toyota memiliki sejarah panjang soal penundaan baterai solid-state. Perusahaan sempat menjanjikan mobil listrik pertama dengan baterai ini pada 2021, lalu mundur ke 2022, kemudian 2025, dan kini target terbaru adalah 2027 hingga 2028. Dengan beberapa proyek EV besar yang ditunda atau dibatalkan, termasuk Lexus LF-ZC, publik mulai skeptis apakah baterai solid-state benar-benar akan hadir tepat waktu.

Desain Interior Futuristik

Bagian dalam Lexus LFA EV akan mengusung konsep kokpit digital imersif dengan setir model yoke (setir berbentuk palang), dilengkapi paddle shifter untuk simulasi perpindahan gigi. Pendekatan ini mirip dengan apa yang dilakukan Hyundai pada IONIQ 5 N, di mana pengemudi tetap bisa merasakan sensasi mobil sport konvensional meski menggunakan drivetrain listrik.

Lexus-LFA-electric

Dari segi dimensi, Lexus LFA EV Concept memiliki panjang 184,6 inci, lebar 80,3 inci, dan tinggi 47 inci dengan jarak sumbu roda 107,3 inci. Ukuran ini menempatkannya sejajar dengan supercar lain seperti Aston Martin DB12 dan Ferrari Roma.

Lexus-LFA-EV-supercar-debut

Perbandingan dengan Kompetitor

Saat Lexus masih berkutat dengan pengembangan baterai solid-state, kompetitor sudah meluncurkan supercar listrik dengan spesifikasi gila-gilaan. BYD misalnya, memamerkan Denza Z di Goodwood FOS yang sama, disebut sebagai “supercar cerdas pertama di dunia” dengan penggerak tiga motor menghasilkan 1.582 hp dan akselerasi 0-62 mph hanya 1,96 detik.

Sebagai perbandingan, Lexus LFA generasi sebelumnya yang menggunakan mesin V10 562 hp membutuhkan 3,7 detik untuk mencapai 62 mph. Celah performa ini menunjukkan betapa besarnya tantangan yang dihadapi Lexus untuk bersaing di era elektrifikasi.

“Banyak orang tidak percaya bahwa baterai itu menarik saat ini,” kata Kasamatsu, mengutip pandangan internal Toyota. Namun, realitas pasar menunjukkan sebaliknya.

Lexus-LFA-EV

Kesimpulan: Antara Nostalgia dan Realitas

Lexus LFA EV adalah proyek ambisius yang mencoba menjembatani dua dunia: warisan supercar V10 legendaris dan masa depan elektrifikasi. Dengan target produksi 2027, Lexus masih punya waktu untuk menyempurnakan teknologi baterai solid-state yang menjadi andalan utama.

Namun, rekam jejak Toyota yang kerap menunda proyek EV membuat banyak pihak waspada. Keputusan sebelumnya untuk membatalkan Lexus LF-ZC dan model sedan EV lainnya menunjukkan bahwa strategi elektrifikasi Toyota masih fluktuatif.

Yang jelas, jika Lexus LFA EV benar-benar hadir pada 2027 dengan baterai solid-state yang fungsional, ini akan menjadi pencapaian teknologi yang signifikan. Namun, jika penundaan kembali terjadi, Lexus berisiko tertinggal semakin jauh dari kompetitor yang sudah melaju kencang di era supercar listrik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.