📑 Daftar Isi

Robotaxi Waymo terparkir di fasilitas perusahaan di San Francisco

Kisah Kontraktor Waymo: Pekerjaan Robotaxi Lebih Berat dari Rideshare

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Kontraktor Waymo di San Francisco mengungkap kondisi kerja berat melalui wawancara dengan Bay Area Current
  • Pekerja melapor ke Transdev US, perusahaan pihak ketiga yang menangani logistik robotaxi Waymo
  • Proses rekrutmen tanpa wawancara, pekerja disaring berdasarkan kemampuan adaptasi
  • Tugas berubah setiap hari, ditentukan manajer berdasarkan pengalaman dan kedekatan
  • Pekerja harus membersihkan muntahan, kotoran, hingga kepala babi dari kursi belakang
  • Kebijakan perusahaan melarang intervensi saat robotaxi macet, kecuali dalam situasi darurat
  • Waymo dan Transdev US tidak memberikan komentar terkait wawancara ini

Telset.id – Industri robotaxi yang berkembang pesat di Amerika Serikat ternyata melahirkan model pekerjaan baru yang justru lebih berat dibandingkan gig economy rideshare. Seorang kontraktor anonim yang bekerja untuk kendaraan otonom Waymo di San Francisco mengungkap kondisi kerja yang melelahkan, mulai dari jadwal yang berubah setiap hari hingga tugas membersihkan muntahan dan kotoran penumpang.

Pekerja yang hanya diidentifikasi sebagai “Robotaxi Handler” ini memberikan wawancara eksklusif kepada Bay Area Current. Ia mengungkapkan bahwa meskipun bekerja untuk kendaraan Waymo, dirinya secara resmi melapor ke perusahaan pihak ketiga bernama Transdev US yang menangani logistik di balik layar taksi otonom tersebut. Baik Waymo maupun Transdev US tidak memberikan komentar terkait wawancara ini.

Transisi dari taksi berlisensi ke model rideshare memang telah menjadi kemunduran signifikan bagi pengemudi di AS. Pekerjaan dengan upah stabil berubah menjadi “side gigs”, sementara manajer manusia digantikan oleh algoritma yang rumit. Kini dengan menjamurnya robotaxis dari merek seperti Waymo dan Tesla, bahkan model gig economy ala Uber pun mulai tidak layak bagi para pekerja.

Proses Rekrutmen Tanpa Wawancara

Menurut pengakuan pekerja tersebut, proses perekrutan Transdev US tidak seperti perusahaan pada umumnya. Puluhan kontraktor dikumpulkan tanpa proses seleksi yang memadai, kemudian diorientasikan secara massal. Mereka yang tidak mampu mengikuti ritme kerja akan tersingkir dengan sendirinya seiring waktu.

“Tidak ada proses wawancara,” jelas pekerja tersebut. “Mereka menyaring orang dari waktu ke waktu berdasarkan kemampuan Anda mengikuti proses dan beradaptasi dengan sangat cepat.”

Setelah orientasi singkat tersebut, para pekerja dapat ditempatkan di berbagai fasilitas Waymo di seluruh kota. Penempatan tugas dilakukan secara bergilir setiap hari, dan keputusan ada di tangan manajer.

“Yang ditempatkan di pekerjaan tertentu ditentukan oleh manajer pada hari itu juga,” ungkap robotaxi handler tersebut. “Jadi pekerjaan Anda berubah setiap hari tergantung pada pengalaman, lama bekerja, dan seberapa dekat Anda dengan manajer.”

Tugas Beragam dan Situasi Pelik

Sebagian tugas melibatkan pemecahan masalah teknis seperti memperbarui perangkat lunak, membersihkan sensor, dan mengunggah data Waymo ke server perusahaan. Ada juga tugas melepaskan Waymo yang macet di tengah jalan, yang kini semakin sering terjadi di San Francisco.

Situasi ini menempatkan pekerja pada posisi sulit. Mereka harus memilih antara mengikuti perintah perusahaan untuk tidak mengganggu teknologi yang masih dalam tahap awal, atau bertindak saat situasi sudah darurat.

“Kebijakan Transdev dan Waymo sebenarnya membiarkan mobil itu diam dan mencari solusi sendiri, karena jika kami melepaskannya setiap kali ada masalah, mobil-mobil itu tidak akan pernah belajar menyelesaikan masalahnya sendiri,” jelas pekerja tersebut. “Tapi saat kondisinya benar-benar parah, apa yang harus kami lakukan? Ada 50 mobil macet dan orang-orang di jalan berteriak serta mengancam kami.”

Tugas pembersihan menjadi tantangan tersendiri, terutama menjelang akhir pekan. Para pekerja harus membersihkan berbagai sisa aktivitas penumpang yang merayakan akhir pekan.

“Biasanya saat itulah paling banyak muntahan dan hal-hal menjijikkan di kursi belakang,” kata handler tersebut. “Bahkan kotoran, banyak sekali membersihkan kotoran. Jauh lebih banyak dari yang Anda bayangkan.”

Ia juga menceritakan pengalaman paling tidak biasa: “Suatu kali ada dua kepala babi di kursi belakang mobil dan petugas kebersihan harus membersihkannya. Saya berasumsi mereka baru saja ke pasar untuk membuat sup atau semacamnya, tapi mereka lupa kepala babi mereka. Kepala babi itu berguling-guling di kursi belakang mobil.”

Pengalaman berat para pekerja yang menangani Waymo di San Francisco ini mungkin baru awal dari perubahan besar. Seiring meluasnya penggunaan robotaxis di berbagai kota di AS, model pekerjaan baru ini berpotensi menjadi standar industri. Para pekerja yang dulu mengandalkan pendapatan dari rideshare kini menghadapi realitas baru yang jauh lebih kompleks, dengan tanggung jawab lebih besar namun tanpa jaminan stabilitas yang memadai.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.