📑 Daftar Isi

Mobil Kia K9 sedan mewah diparkir di latar belakang studio

Kia Hentikan K9, Fokus Mobil Listrik Murah

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Kia resmi menghentikan produksi sedan flagship K9 setelah 14 tahun beredar
  • Penjualan K9 terus menurun: 6.585 unit (2022), 3.898 unit (2023), 1.581 unit (2025), 734 unit (paruh pertama 2026)
  • Kia fokus pada mobil listrik murah seperti EV2, EV3, EV4, dan EV5
  • Kia targetkan jual 14 model EV pada 2030
  • Kia juga kembangkan van listrik PBV (PV5, PV7, PV9) dan software-defined vehicles (SDV)
  • SDV pertama Kia (kode XV1/EV1) akan rilis 2027 dengan otonom Level 2+
  • K9 kalah saing dengan Genesis G80, G90, dan Hyundai Grandeur baru

Telset.id – Kia secara resmi menghentikan produksi sedan flagship K9 setelah 14 tahun beredar. Langkah ini diambil karena perusahaan asal Korea Selatan itu ingin fokus mengembangkan kendaraan listrik yang lebih kecil, terjangkau, dan efisien. Keputusan ini menandai akhir era sedan mewah Kia yang mulai dijual pada 2012 sebagai penerus Opirus.

Menurut laporan The Korea Economic Daily pada 6 Juli 2026, sumber industri mengungkapkan bahwa Kia berencana mengakhiri produksi K9 pada akhir tahun ini. Tidak ada penyegaran model, perubahan total, atau penerus langsung yang direncanakan untuk sedan andalan tersebut. Padahal, K9 dikenal sebagai alternatif terjangkau dari merek premium lain selama lebih dari satu dekade.

Penurunan penjualan menjadi faktor utama penghentian K9. Pada 2022, Kia hanya menjual 6.585 unit K9 secara global. Angka tersebut turun menjadi 3.898 unit pada 2023, dan anjlok drastis menjadi 1.581 unit pada 2025. Pada paruh pertama 2026, Kia hanya berhasil menjual 734 unit K9. Capaian ini merupakan angka terendah sepanjang sejarah model tersebut.

Kia-flagship-K9-sedan-EVs

Kia sudah menarik K900 (nama K9 di pasar AS) dari jajaran produknya pada 2021. Kini, langkah serupa dilakukan secara global. Keputusan ini diambil saat Kia meninggalkan segmen sedan mewah besar untuk mengalihkan sumber daya ke kendaraan listrik yang lebih kecil, lebih terjangkau, dan lebih efisien.

Strategi Elektrifikasi Kia

Kia berencana meningkatkan lini produksi dan tenaga kerja untuk mendukung kendaraan listrik baru. Model seperti EV4 dan EV5 akan diluncurkan secara global. Termasuk EV2 yang sudah mulai dijual awal tahun ini, Kia menargetkan penjualan 14 model EV pada 2030.

Selain mobil penumpang, Kia juga memperluas bisnis van listrik PBV (Platform Beyond Vehicle). PV5, van listrik pertama Kia, sudah menunjukkan awal yang menjanjikan. Tahun depan, Kia akan meluncurkan PV7 yang lebih besar, diikuti PV9 pada 2029.

Kia-EV-sedan

Kia juga bertaruh pada software-defined vehicles (SDV) sebagai masa depan. Model SDV pertama Kia, sebuah hatchback listrik kompak dengan nama kode “XV1”, akan diluncurkan di Korea dan Eropa pada 2027. Hatchback yang kemungkinan bernama EV1 ini akan menawarkan kemampuan mengemudi otonom Level 2+ di jalan tol.

Kia-first-SDV-EV

Pada awal 2029, Kia berencana memperluas kemampuannya ke Level 2++. Ini memungkinkan sistem beroperasi di lingkungan perkotaan. Langkah ini sejalan dengan tren industri otomotif global yang semakin mengandalkan perangkat lunak untuk membedakan produk mereka.

Penyebab K9 Kehilangan Pelanggan

Sedan flagship Kia kehilangan pelanggan karena kalah bersaing dengan Hyundai Grandeur baru dan model mewah lainnya. Faktor lain adalah tidak adanya opsi hybrid yang lebih efisien untuk K9. Hal ini turut memengaruhi keputusan Kia untuk menghentikan model tersebut.

Meski Kia sempat mengisyaratkan potensi sedan flagship listrik (kemungkinan EV8) dengan konsep Meta Turismo, belum ada kepastian resmi. Untuk saat ini, Kia akan fokus pada EV dengan volume tinggi seperti EV2, EV3, EV4, dan EV5. Keputusan ini menunjukkan pergeseran strategi bisnis yang signifikan dari segmen premium ke pasar massal.

Langkah Kia meninggalkan sedan mewah besar juga mencerminkan perubahan preferensi konsumen global. SUV dan crossover semakin mendominasi pasar, sementara sedan besar kehilangan pamor. Kia memilih untuk beradaptasi dengan tren ini melalui elektrifikasi.

Dengan strategi baru ini, Kia berharap dapat meningkatkan pangsa pasar kendaraan listrik global. Persaingan di segmen EV semakin ketat dengan hadirnya pemain baru dari China dan Amerika Serikat. Kia perlu bergerak cepat untuk mempertahankan relevansinya.

Penghentian K9 juga berdampak pada rantai pasok dan tenaga kerja Kia. Perusahaan akan mengalihkan sumber daya dari produksi sedan mewah ke lini perakitan EV. Proses transisi ini diperkirakan berlangsung hingga akhir 2026.

Bagi konsumen setia K9, langkah ini mungkin mengecewakan. Namun, Kia menawarkan alternatif EV yang lebih modern dan efisien. Model seperti EV3 dan EV4 bisa menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin beralih ke kendaraan listrik.

Keputusan Kia menghentikan K9 menunjukkan bahwa era sedan mewah berbahan bakar bensin semakin mendekati akhir. Produsen otomotif global kini berlomba menghadirkan EV yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan. Kia menjadi salah satu pemain yang paling agresif dalam transisi ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.