Telset.id – Hyundai tengah mengembangkan fitur-fitur baru untuk mobil listrik (EV) performa tinggi divisi N. Langkah ini diambil setelah kesuksesan fitur virtual gear shift pada IONIQ 5 N yang banyak ditiru kompetitor. Hyundai berencana menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih imersif pada generasi EV N berikutnya.
Fitur N e-Shift dan N Active Sound+ pada IONIQ 5 N menjadi sorotan utama. Sistem ini mampu mensimulasikan transmisi dual-clutch 8-percepatan lengkap dengan suara mesin dan perpindahan gigi buatan. Meski awalnya dianggap gimmick, fitur ini justru menjadi daya tarik utama dan membuat mobil terasa menyenangkan saat dikendarai.
Beberapa pabrikan lain seperti Porsche dan BMW kini berencana mengadopsi teknologi serupa. Namun, Hyundai tidak tinggal diam. Manfred Harrer, Kepala Divisi R&D Hyundai Motor, menegaskan bahwa perusahaannya ingin tetap menjadi pemimpin dalam teknologi ini.
“Kami memimpin – bukan mengikuti – dalam teknologi ini,” ujar Manfred kepada Autocar. Ia menambahkan bahwa Hyundai akan terus mengembangkan sistem tersebut agar semakin realistis. “Pada generasi berikutnya, saya ingin membuatnya lebih realistis. Saya ingin meningkatkannya lebih jauh,” imbuhnya.
Hyundai kini memiliki dua model EV N, yaitu IONIQ 5 N dan Hyundai Ioniq V. Keduanya menjadi bukti komitmen Hyundai dalam menghadirkan mobil listrik yang tidak hanya cepat, tetapi juga menyenangkan.
Baca Juga:
Fitur Imersif untuk Pengalaman Berkendara
Meskipun Manfred merahasiakan detail spesifik, ia memberikan bocoran mengenai fitur-fitur yang sedang dikembangkan. “Idling, exhaust backfiring, dan getaran di dalam mobil” disebut-sebut dapat membawa sistem ke level berikutnya dalam hal keterlibatan pengemudi.
Divisi performa N Hyundai memang lebih fokus pada seberapa menyenangkan kendaraan dikendarai, bukan hanya performa semata. “Ini semua tentang pengalaman,” kata Manfred. Ia menambahkan, “Banyak orang bilang ini palsu, tapi orang menyukainya, jadi ada keindahannya – dan kenapa tidak bermain-main dengannya?”

Platform IMA untuk EV N Generasi Berikutnya
Selain fitur baru, Hyundai juga bersiap menggunakan platform baru bernama IMA untuk EV N masa depan. Platform ini akan menggantikan E-GMP yang saat ini digunakan. “E-GMP diperkenalkan pada tahun 2021, dan kami akan melalui siklus hidup normal, dan yang berikutnya sedang dalam pengembangan,” jelas Manfred.
Platform IMA bukanlah revolusi besar seperti E-GMP, melainkan akan menawarkan “peningkatan inkremental pada manajemen termal, efisiensi kendaraan secara keseluruhan, biaya, dan integrasi.” Meski demikian, platform ini tetap akan mendukung teknologi 800V untuk pengisian daya yang lebih cepat dan efisiensi yang lebih baik.
Hyundai kini menjual dua model EV N, yaitu IONIQ 5 N dan IONIQ 6 N. Pertanyaan selanjutnya adalah model mana yang akan mendapatkan perlakuan N berikutnya. Apakah IONIQ 9 atau IONIQ 3?

Dengan pendekatan yang berfokus pada pengalaman berkendara, Hyundai tampaknya ingin membuktikan bahwa mobil listrik tidak harus membosankan. Kehadiran fitur-fitur imersif seperti simulasi perpindahan gigi dan suara mesin buatan menjadi bukti bahwa kesenangan berkendara tetap bisa dihadirkan di era elektrifikasi.





Komentar
Belum ada komentar.