Telset.id ā Hyundai menarik kembali (recall) sejumlah kecil mobil listrik IONIQ 5 dan Kia EV6, serta satu unit Kia EV9, akibat cacat baterai yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Langkah ini diambil setelah ditemukan elektroda tidak sejajar pada sel baterai produksi pemasok SK On.
Dalam laporan resmi ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada 9 Juli 2026, Hyundai menyebutkan bahwa recall ini berdampak pada enam unit IONIQ 5 model tahun 2023 dan 2024, satu unit Kia EV9 2024, serta tujuh unit Kia EV6 model tahun 2022 hingga 2024. Cacat tersebut disebabkan oleh elektroda yang tidak sejajar di dalam sel baterai, yang dapat memicu korsleting internal dan berujung pada kebakaran.
Hingga saat ini, Hyundai menyatakan tidak mengetahui adanya insiden, kecelakaan, kebakaran, atau cedera di Amerika Serikat yang terkait dengan masalah tersebut. Investigasi yang dilakukan bulan lalu menemukan bahwa sejumlah kendaraan di AS dilengkapi modul baterai cacat dari SK On yang diproduksi pada periode tertentu.
Rekomendasi Pengisian Daya dan Parkir
Pemilik kendaraan yang terdampak tetap dapat menggunakan mobil mereka, namun Hyundai merekomendasikan untuk menjaga level baterai di bawah 80 persen saat mengisi daya. Sebagai langkah pencegahan, pemilik juga disarankan untuk memarkir kendaraan di luar ruangan dan menjauh dari bangunan hingga masalah diperbaiki.

Perbaikan dapat dilakukan di dealer Hyundai atau Kia terdekat, di mana teknisi akan mengganti battery system assembly (BSA) secara gratis, terlepas dari apakah kendaraan masih dalam masa garansi atau tidak. Hyundai akan mengirimkan surat pemberitahuan kepada pemilik pada 31 Agustus 2026, sementara Kia akan melakukannya pada 7 Agustus 2026.
Untuk informasi lebih lanjut, pemilik dapat menghubungi layanan pelanggan Hyundai di 855-371-9460 dengan nomor recall 305, atau Kia di 1-800-333-4542 dengan nomor recall SC375. NHTSA juga dapat dihubungi melalui hotline 1-888-327-4236 atau situs web NHTSA.gov.
Baca Juga:
Dampak dan Implikasi
Recall ini menyoroti pentingnya kontrol kualitas pada baterai kendaraan listrik, terutama dari pemasok seperti SK On yang berbasis di Korea Selatan. Meskipun recall saat ini terbatas pada kendaraan di AS, beberapa laporan lokal menyarankan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan perluasan di masa depan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi industri otomotif bahwa meskipun penjualan EV meningkat, keamanan baterai tetap menjadi prioritas utama. Hyundai dan Kia telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan recall sukarela dan memberikan solusi gratis kepada konsumen.
Kami akan terus memberikan informasi terbaru seputar perkembangan recall ini dan dampaknya terhadap pasar kendaraan listrik global.





Komentar
Belum ada komentar.