Telset.id ā Hyundai memanfaatkan pabrik Hyundai Manufacturing Indonesia (HMMI) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk memproduksi mobil listrik Hyundai Neira dan Kia Carens guna mengoptimalkan utilisasi fasilitas tersebut. Langkah ini menjadi krusial karena kapasitas produksi tahunan pabrik sekitar 150.000 unit, tetapi tingkat utilisasinya saat ini masih sekitar setengah dari kapasitasnya.
Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto menyampaikan bahwa kehadiran dua model tersebut diharapkan mendorong pabrik menuju utilisasi maksimal. Menurutnya, peningkatan utilisasi tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan maupun kesejahteraan karyawan di fasilitas tersebut.
āDengan adanya Kia Carens dan Hyundai Neira harapannya kita bisa menuju utilisasi maksimal dari pabrik yang sudah kita bangun, supaya itu juga bisa meningkatkan pendapatan ataupun karyawan yang ada di sana,ā kata Fransiscus dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Pernyataan itu disampaikan di tengah upaya Hyundai memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Indonesia. Hyundai Neira sendiri merupakan kendaraan listrik berkapasitas tujuh penumpang yang akan diproduksi di fasilitas HMMI Cikarang. Produksi lokal model ini menjadi bagian dari strategi Hyundai membangun ekosistem elektrifikasi yang terintegrasi di dalam negeri.
Produksi Lokal Hyundai Neira dan Dukungan Komponen Dalam Negeri
Produksi Hyundai Neira di Indonesia didukung oleh pengembangan komponen lokal, antara lain melalui fasilitas produksi baterai Hyundai di Karawang, Jawa Barat. Fransiscus memastikan bahwa Neira sudah memenuhi persyaratan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 60 persen sesuai ketentuan yang diberlakukan pemerintah pada tahun 2027.
āTKDN Neira itu sudah pasti di atas 60 persen, karena pabrik baterainya sendiri sudah ada di Karawang, jadi tinggal utilisasinya saja. Kemudian, nanti dari pabrik baterai tersebut pasti perakitannya juga ada di pabrik Cikarang, jadi sudah pasti 60 persen,ā jelasnya.
Kombinasi antara pabrik baterai di Karawang dan perakitan di Cikarang disebut menjadi fondasi pemenuhan TKDN tersebut. Dengan demikian, Neira tidak hanya diposisikan sebagai produk elektrifikasi baru, tetapi juga sebagai bagian dari rantai pasok lokal yang lebih panjang. Bagi pembaca yang ingin mengenal model ini lebih dekat, profil lengkapnya tersedia dalam artikel Hyundai Neira Concept.
Fransiscus juga menegaskan bahwa produksi lokal Hyundai Neira utamanya ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri. Meski ada rencana ekspor, prioritas utama tetap kebutuhan masyarakat Indonesia.
āAda untuk ekspor juga, tapi pasti yang paling utama itu bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dulu baru nanti kita berpikir untuk ekspor,ā katanya.
Baca Juga:
Ekosistem Elektrifikasi dan Kepercayaan Konsumen Muda
Presiden Direktur PT HMID Kenny Lee menegaskan bahwa bagi Hyundai, pengembangan elektrifikasi kendaraan bukan hanya soal menghadirkan lebih banyak model kendaraan listrik. Menurutnya, yang tak kalah penting adalah membangun ekosistem yang terintegrasi melalui produksi lokal, pengembangan rantai pasok, serta kolaborasi infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan mobilitas listrik di Indonesia.
āTetapi juga membangun ekosistem yang terintegrasi melalui produksi lokal, pengembangan rantai pasok, serta kolaborasi infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan mobilitas listrik di Indonesia,ā ujar Kenny.
Ia juga menyatakan komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik agar menghadirkan solusi mobilitas yang semakin mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Komitmen ini sejalan dengan langkah sejumlah merek lain yang memperluas jajaran kendaraan listrik, seperti yang tergambar dalam artikel Wuling Eksion EV.
Selain soal produksi dan ekosistem, Hyundai turut memaparkan hasil riset terbaru perusahaan yang menyebut Hyundai termasuk dua besar merek kendaraan listrik yang paling diminati oleh kalangan Milennial dan Gen Z. Kelompok ini merujuk pada orang-orang yang dilahirkan tahun 1980 sampai 1994 serta tahun 1995 sampai 2009.
Menurut Kenny, hasil riset tersebut mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap visi dan solusi elektrifikasi yang ditawarkan perusahaan. Ia menilai momen ini menjadi dorongan untuk terus memperluas ekosistem EV.
āMomentum positif ini mendorong kami untuk terus memperluas ekosistem EV dan menghadirkan mobilitas listrik yang semakin dekat, relevan, dan mudah diakses oleh masyarakat Indonesia,ā ujarnya.
Di sisi lain, Hyundai juga tetap menggarap segmen kendaraan listrik berperforma, sebagaimana terlihat dari langkah perusahaan yang menegaskan komitmen peluncuran model performa di pasar global dalam artikel Hyundai Bantah IONIQ 6 N. Sementara itu, bagi pembaca yang ingin melihat langsung berbagai model listrik di ajang pameran, jadwal dan lokasi bisa disimak lewat informasi GIIAS Surabaya 2026.
Dengan kapasitas pabrik Cikarang yang baru terpakai sekitar setengah, produksi Hyundai Neira dan Kia Carens menjadi penentu apakah fasilitas tersebut bisa mencapai utilisasi maksimal. Bagi Hyundai, hasilnya tidak hanya soal angka produksi, tetapi juga menyangkut pendapatan perusahaan, tenaga kerja di pabrik, dan kesiapan rantai pasok lokal menjelang ketentuan TKDN 60 persen pada 2027.





Komentar
Belum ada komentar.