Telset.id – Di tengah kekurangan pengemudi truk dan keterbatasan teknologi otonom di Amerika Serikat, Australia mengambil pendekatan berbeda: mengandalkan hybrid road train (HRT) multi-trailer raksasa untuk meningkatkan efisiensi angkutan barang berat. Perusahaan trailer asal Australia, Mick Murray Welding, bersama perusahaan pertambangan MLG, meluncurkan joint venture 50/50 untuk mengembangkan dan mengerahkan hybrid road train proprietary yang menggabungkan trailer bertenaga listrik dengan truk diesel atau baterai listrik konvensional.
Langkah ini bertujuan untuk mendekarbonisasi operasi angkutan berat MLG sekaligus mengurangi paparan terhadap fluktuasi biaya bahan bakar. Hybrid road train buatan Mick Murray Welding membawa tiga as penggerak listrik heavy-duty dan baterai buffer 200 kWh yang tertanam di dalam rangka trailer heavy-duty. Baterai tersebut diisi ulang melalui shore power atau saat truk berjalan kosong menuju tambang, dan memanfaatkan beban tambang yang sangat berat serta regenerative braking untuk menjaga State of Charge (SOC) tetap tinggi saat kembali dari tambang.
Seluruh sistem ini direkayasa secara spesifik untuk muatan padat MLG, siklus kerja ekstrem, dan tuntutan off-road yang berat di lanskap pertambangan terpencil Australia. “Joint venture ini adalah momen penting dalam strategi produk MLG,” jelas Mark Hatfield, CEO MLG. “Kami berinvestasi bersama salah satu produsen trailer paling terhormat di Australia untuk membangun teknologi proprietary yang bertujuan meningkatkan payload dan performa emisi secara material, dua pendorong utama efisiensi dan nilai dalam operasi pengangkutan kami.”
Dalam praktiknya, hybrid road train ini berpotensi menghemat jutaan dolar bagi MLG dalam biaya bahan bakar. Selain itu, teknologi ini mengurangi beban mesin pada prime mover (truk semi), memperpanjang umur kendaraan, dan mengurangi waktu henti operasional. Keuntungan lainnya, HRT saat ini dioperasikan dengan truk diesel vocational di bagian depan, tetapi tidak ada yang menghalangi truk utama tersebut untuk menjadi listrik sepenuhnya, kecuali kelangkaan opsi baterai listrik di pasar.
Baca Juga:
MLG sudah mulai menjajaki kemungkinan mencari solusi listrik untuk truk utama tersebut. Tidak sulit membayangkan truk vocational seperti PACCAR Kenworth T880E atau versi yang lebih bertenaga dari Mercedes eArocs berada di depan rangkaian HRT ini. Bagaimanapun, produk akhir ini tampak menjanjikan dan diharapkan dapat mengurangi emisi angkutan berat dari MLG secara signifikan, serta pihak lain yang ingin membelinya.

“Bagi klien kami,” lanjut Hatfield, “visi kami adalah bahwa Hybrid Road Train ini dapat menawarkan jalur langsung untuk mengurangi emisi Scope 1 dari angkutan berat, mendukung komitmen dekarbonisasi yang telah dibuat banyak pihak kepada pemangku kepentingan mereka sendiri. Teknologi ini juga berpotensi mengurangi jumlah aset yang diperlukan untuk melakukan tugas pengangkutan di lokasi, meningkatkan efisiensi operasional.”
HRT pertama sudah beroperasi di salah satu situs MLG di Australia, dengan rencana untuk mulai menawarkan trailer HRT ke perusahaan angkutan berat lainnya pada akhir tahun ini. Inovasi ini menunjukkan bahwa pendekatan hybrid road train bisa menjadi solusi efisien untuk mengatasi tantangan logistik di medan berat, mirip dengan bagaimana fitur-fitur canggih seperti Fitur Ajaib pada ponsel pintar bukan sekadar gimmick, melainkan solusi nyata.

Pengembangan HRT dilakukan secara bertahap, dimulai dengan prototipe hybrid diesel yang sedang dibangun dan berlanjut ke kombinasi road train baterai listrik penuh. Dengan teknologi yang sudah terbukti di lapangan, Australia menunjukkan bahwa inovasi bukan sekadar Gimmick Politik, melainkan langkah strategis menuju masa depan logistik yang lebih bersih dan efisien.





Komentar
Belum ada komentar.