📑 Daftar Isi

Ilustrasi teknologi wireless charging Honda yang mengisi daya EV saat melaju di jalan tol Jepang

Honda Uji Wireless Charging di Jalan Tol Jepang 2027

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Honda akan uji wireless charging di jalan tol Jepang pada 2027
  • Teknologi dikembangkan bersama Taisei, mengalirkan daya hingga 150 kW ke EV yang melaju 75 mph
  • Uji coba tahap pertama di ruas tol 300 meter, Prefektur Chiba, luar Tokyo
  • Fokus awal pada kendaraan komersial seperti truk besar
  • Teknologi berpotensi kurangi jumlah sel baterai dan kecemasan pengisian daya
  • Electreon jadi pemain besar dengan ruas jalan serupa di Detroit

Telset.id – Honda akan mulai menguji teknologi wireless charging atau pengisian daya nirkabel untuk kendaraan listrik di jalan tol Jepang pada 2027. Teknologi ini dikembangkan bersama Taisei dan mampu mengalirkan daya hingga 150 kilowatt ke mobil yang melaju 75 mph.

Uji coba ini bukan sekadar pengisian daya nirkabel biasa. Honda menyebut teknologinya dapat mengisi daya kendaraan saat sedang bergerak. Perangkat keras yang tertanam di jalan akan memancarkan daya secara nirkabel ke kendaraan yang melintas. Teknologi ini dikembangkan oleh anak perusahaan riset dan pengembangan Honda bersama perusahaan Jepang bernama Taisei.

Honda menargetkan tahap pertama sebagai “demonstration testing”. Pabrikan menargetkan ruas tol pendek di Prefektur Chiba, luar Tokyo, sepanjang lebih dari seperdelapan mil atau sekitar 300 meter. Di sana Honda akan memasang infrastruktur yang diperlukan dan menyebarkannya secara komersial. Uji coba ini ditujukan untuk memvalidasi teknologi awal pada kendaraan komersial, seperti truk besar atau pengangkut orang besar yang banyak melakukan perjalanan dan membutuhkan waktu operasional berkelanjutan.

Honda mencatat teknologi ini bekerja pada mobil penumpang maupun truk besar. Jika ada kelayakan pada truk besar, bukan tidak mungkin teknologi ini pada akhirnya masuk ke mobil penumpang. Chief Engineer R&D Honda, Taku Ueda, mengatakan kepada Nikkei Asia bahwa pengisian daya jenis ini bahkan dapat mengurangi jumlah sel baterai yang dipasang pada EV masa depan.

Implikasi pada Baterai dan Biaya EV

Pernyataan Taku Ueda itu menjadi poin penting. Baterai merupakan kontributor utama biaya mobil listrik baru, dan bobotnya juga memengaruhi inefisiensi jangkauan serta keausan jalan. Meski jangkauan total mungkin berkurang di atas kertas, menyeruput elektron saat bergerak dapat berarti menempuh jarak yang sama berkat pengisian daya nirkabel. Ueda juga menyebut teknologi ini dapat meredakan kecemasan masyarakat Jepang terhadap pengisian daya.

Honda bukan pabrikan pertama yang meneliti pengisian daya jenis ini. Perusahaan dan pemerintah lain telah mencobanya dengan berbagai tingkat keberhasilan selama bertahun-tahun. Electreon menjadi pemain besar dan memasang ruas jalan pengisian daya nirkabel pendek di Detroit. Sebagian perusahaan mengejar pengisian daya EV super cepat, sebagian lain menukar baterai.

Sementara itu, Honda tampaknya melihat masa depan di mana pengisian daya nirkabel dan mobil yang lebih efisien sama-sama melintas di jalan. Mungkin jawabannya adalah ketiganya. Langkah Honda ini menambah daftar panjang inisiatif elektrifikasi yang tengah mereka kembangkan, termasuk pengembangan ECU bersama Nissan untuk kendaraan berbasis perangkat lunak.

Ketika Jalan Menjadi Sumber Daya

Pendekatan Honda ini memperlihatkan pergeseran cara pandang terhadap infrastruktur pengisian daya. Alih-alih hanya mengandalkan stasiun pengisian statis, sebagian daya justru ditanam di jalan itu sendiri. Perangkat keras yang tertanam memancarkan hingga 150 kilowatt ke kendaraan yang melaju pada 75 mph. Angka itu bukan kapasitas kecil untuk sebuah sistem pengisian daya saat bergerak.

Namun Honda tetap membumi. Mereka menyebut tahap pertama sebagai demonstration testing, bukan peluncuran massal. Fokusnya memvalidasi teknologi awal untuk kendaraan komersial yang menuntut uptime berkelanjutan. Truk besar dan pengangkut orang besar menjadi kandidat utama karena pola perjalanan mereka yang intensif.

Di sisi lain, uji coba ini juga menyentuh dimensi sosial. Ueda menyebut teknologi ini dapat meredakan kecemasan publik Jepang terhadap pengisian daya. Kecemasan semacam itu memang menjadi salah satu penghambat adopsi EV di banyak pasar, termasuk isu keamanan sistem bantuan berkendara yang sempat mencuat lewat gugatan Honda Sensing di Amerika Serikat.

Yang jelas, Honda tidak berjalan sendirian. Electreon telah memasang ruas jalan pengisian daya nirkabel pendek di Detroit. Berbagai perusahaan dan pemerintah mencoba pendekatan serupa dengan hasil yang beragam. Sebagian mengejar pengisian daya super cepat, sebagian lain memilih tukar baterai. Honda melihat masa depan di mana pengisian daya nirkabel dan mobil yang lebih efisien berjalan berdampingan.

Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini masih jauh dari implementasi praktis. Namun arah teknologinya memberi gambaran tentang bagaimana pabrikan seperti Honda memandang masa depan elektrifikasi, termasuk lewat lini produk yang terus diperbarui seperti Honda Odyssey di pasar China. Semua ini menunjukkan satu hal: perlombaan EV tidak lagi hanya soal baterai yang lebih besar, tetapi soal bagaimana energi disalurkan sepanjang perjalanan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.