Telset.id – Honda secara resmi menjalin perjanjian penelitian bersama dengan QuantumScape Corporation, perusahaan asal Amerika Serikat yang mengembangkan baterai lithium-metal solid-state generasi berikutnya. Kesepakatan multi-tahun ini berpotensi mengubah secara signifikan arah pengembangan kendaraan listrik Honda di masa depan.
Langkah ini mengejutkan banyak pihak, mengingat belum lama ini Honda secara dramatis menjauh dari rencana EV dan konsep kontroversialnya. Namun, strategi baru ini justru menunjukkan bahwa pabrikan Jepang tersebut tidak memperlambat rencana elektrifikasinya. Sebaliknya, Honda mengubah fokusnya pada apa yang ada di dalam kendaraan, yaitu teknologi baterai.
Sebelum menandatangani kontrak baru, Honda menyelesaikan perjanjian evaluasi teknologi secara rinci dengan QuantumScape. Para insinyur Honda melakukan studi teknis langsung dan mendalam terhadap platform solid-state milik QuantumScape. Mereka juga melakukan benchmarking kompetitif, membandingkan sel prototipe QuantumScape dengan standar industri yang ada melalui serangkaian tes teknis yang ketat.
Teknologi baterai lithium-metal solid-state berbeda secara fundamental dari baterai lithium-ion konvensional yang ditemukan di sebagian besar mobil listrik saat ini. Baterai tradisional menggunakan elektrolit cair untuk memindahkan energi, yang dapat membatasi kapasitas energi dan menimbulkan risiko kebakaran dalam kondisi ekstrem. Teknologi solid-state menggantikan cairan ini dengan material padat, memungkinkan baterai menyimpan lebih banyak energi dalam ruang yang lebih kecil, mengisi daya lebih cepat, dan menawarkan keamanan yang lebih baik. Bagi pemilik EV di masa depan, ini berarti jarak tempuh yang lebih jauh dan waktu berhenti yang lebih singkat di stasiun pengisian daya.
Sel solid-state canggih buatan QuantumScape memiliki ukuran 84,5 mm x 65,6 mm x 4,6 mm, dengan massa individu 71,8 gram. Meskipun ukurannya kecil, sel ini mencapai kepadatan energi volumetrik 844 Wh/L dan kepadatan energi gravimetrik 301 Wh/kg.
Para eksekutif perusahaan menyatakan optimisme yang kuat tentang hasil tes dan masa depan kemitraan ini. Atsushi Ogawa, COO di Research Center of Excellence for Honda R&D, menyatakan bahwa teknologi tersebut menunjukkan keunggulan unik selama fase pengujian mereka. Ia mencatat bahwa Honda melihat potensi yang jelas bagi teknologi ini untuk menambah nilai di berbagai produk, terutama di divisi otomotif. Dr. Siva Sivaram, CEO dan Presiden QuantumScape, berkomentar bahwa evaluasi Honda merupakan salah satu penilaian paling ketat yang pernah dihadapi perusahaannya, menunjukkan kepercayaan yang semakin besar pada platform solid-state mereka.
Baca Juga:
Perjanjian antara Honda dan QuantumScape mengungkap tren yang berkembang dalam cara perusahaan mengembangkan komponen untuk mobil listrik. Di masa lalu, perusahaan rintisan teknologi mencoba membangun pabrik mereka sendiri dari awal untuk memproduksi baterai. Saat ini, perusahaan beralih ke kemitraan lisensi dan manufaktur. QuantumScape memanfaatkan infrastruktur manufaktur yang sudah ada dari pabrikan mobil mapan, daripada menghabiskan miliaran dolar untuk pabrik solo. Model bisnis ini mengurangi jumlah modal yang dibutuhkan perusahaan teknologi dan membantu membawa desain baterai baru ke pasar massal dengan lebih cepat.
Pabrikan mobil juga memikirkan kembali rantai pasokan mereka karena tantangan global. Meningkatnya ketidakpastian geopolitik, ketegangan perdagangan, dan peraturan pemerintah baru berarti perusahaan tidak dapat mengandalkan satu sumber untuk komponen penting. Dengan bekerja sama dengan QuantumScape, Honda bergabung dengan jaringan mitra industri besar seperti perusahaan baterai Volkswagen, PowerCo, serta Murata Manufacturing dan Corning.
Fokus utama kemitraan ini adalah pada EV penumpang, tetapi teknologi baterai solid-state akan menyebar ke sektor transportasi dan teknologi lainnya. QuantumScape saat ini sedang mengeksplorasi cara menggunakan platform solid-state kepadatannya yang tinggi di bidang teknik dirgantara, sistem pertahanan, dan pusat data kecerdasan buatan. Industri-industri ini membutuhkan manfaat yang sama persis dengan yang diinginkan pengemudi: pengisian daya cepat, kapasitas energi tinggi, dan keamanan yang sangat baik.
Selain itu, perkembangan baterai solid-state juga menjadi perhatian global. China kuasai pasar baterai solid-state untuk EV dan air taxi, menunjukkan persaingan yang semakin ketat. Sementara itu, terobosan baru dalam produksi lithium sulfida untuk baterai solid-state yang lebih murah dan efisien juga terus bermunculan, menandakan bahwa teknologi ini semakin matang untuk diproduksi massal.





Komentar
Belum ada komentar.