Telset.id – Krisis keterjangkauan mobil baru dan harga bahan bakar yang memberatkan mendorong lonjakan tak biasa pembeli mobil bekas untuk mempertimbangkan kendaraan listrik. Permintaan yang naik tanpa diimbangi pasokan membuat EV bekas laris cepat dari lot dealer, dengan waktu penjualan jauh di bawah rata-rata mobil baru.
Data ini penting karena lama kendaraan menumpuk di lot dealer (days on the lot) berdampak langsung pada biaya. Mobil di lot umumnya dibiayai lewat kredit floorplan, sehingga setiap hari tambahan berarti bunga bertambah dan mendekatkan risiko curtailment. Bagi dealer yang membeli mobil secara tunai, uang yang tertanam di kendaraan juga tidak produktif selama mobil belum terjual.
Karena itu, daftar EV bekas terlaris bulan ini menarik: kendaraan-kendaraan ini cepat terjual bukan hanya sesama EV, tetapi secara keseluruhan. Sumber berita dealer Automotive News dan Cox Automotive melaporkan rata-rata mobil baru menghabiskan 82 hari di lot pada Oktober, dengan target industri 75 hari.
Audi Q4 Sportback e-tron Tercepat
Audi Q4 Sportback e-tron Quattro dengan estimasi jangkauan EPA 258 mil tercatat hanya 29,8 hari di lot. Audi tidak sendirian. Dalam studi harga kendaraan yang baru dirilis, iSeeCars melaporkan Toyota BZ4x, Lexus RZ300e, Honda Prologue, dan Polestar 2 semuanya mencatat rata-rata 35 hari atau kurang, dengan BMW i4, iX, Kia EV6, dan Chevrolet Equinox EV tertinggal hanya satu atau dua hari.

“Hasilnya mengungkap pasar di mana EV mengalami kenaikan harga permintaan rata-rata jauh lebih cepat daripada powertrain lain, sekaligus menghabiskan lebih sedikit waktu menunggu pembeli,” kata Analis Eksekutif iSeeCars Karl Brauer. Ia menemukan harga transaksi rata-rata EV naik 9,8% bulan lalu, sementara kendaraan bermesin ICE stabil, hanya naik 0,3%.
“Hybrid mengalami perbaikan moderat dalam harga dan kecepatan penjualan, sementara kendaraan berbahan bakar bensin mengalami peningkatan waktu penjualan,” tambahnya, “meskipun harganya relatif stabil.”
EV bekas rata-rata dihargai $32.533 pada September 2026, naik $2.896 dari harga transaksi rata-rata (ATP) $29.637 yang tercatat setahun sebelumnya.
Baca Juga:
Harga Naik, Waktu Jual Turun
Kombinasi harga jual yang naik dan waktu penjualan yang memendek menunjukkan dinamika pasar yang tidak biasa. Biasanya, kendaraan yang cepat terjual cenderung menekan harga, tetapi data iSeeCars justru menunjukkan sebaliknya untuk EV bekas. Brauer menyoroti bahwa EV mencatat kenaikan harga permintaan rata-rata paling cepat di antara semua jenis drivetrain.

Bagi calon pembeli, kondisi ini menghadirkan tantangan tersendiri. Pasokan EV bekas yang tidak bertambah seiring permintaan berarti persaingan mendapatkan unit yang diinginkan semakin ketat. Di sisi lain, dealer diuntungkan karena perputaran stok lebih cepat mengurangi beban bunga floorplan dan membebaskan modal yang tertanam.
Tren ini juga menyentuh segmen lain di industri otomotif. Beberapa produsen mengambil langkah berbeda terhadap lini EV mereka, seperti yang terlihat dalam peluncuran ditunda oleh satu merek Jepang. Sementara itu, inovasi kendaraan otonom terus bergerak, seperti rute Cybercab yang jadi sorotan.
Di sisi komponen, industri semikonduktor juga mengalami pergeseran teknologi yang memengaruhi rantai pasok kendaraan modern, termasuk langkah strategi Micron dalam memproduksi memori. Perubahan di sektor audio pun terjadi, seperti keputusan produsen komponen menghentikan lini produk tertentu.
Meski demikian, fokus utama pasar otomotif saat ini tetap pada pergeseran menuju elektrifikasi kendaraan bekas. Data iSeeCars menunjukkan bahwa EV bekas bukan lagi sekadar alternatif niche, melainkan pilihan yang semakin diminati konsumen yang terbebani biaya mobil baru dan bahan bakar.
Angka 29,8 hari untuk Audi Q4 Sportback e-tron Quattro menjadi penanda jelas: ketika permintaan naik sementara pasokan terbatas, kendaraan listrik bekas bergerak lebih cepat daripada hampir semua kategori lain di lot dealer. Bagi pasar, ini menandakan pergeseran preferensi yang nyata, bukan sekadar tren sesaat.





Komentar
Belum ada komentar.