📑 Daftar Isi

Prototipe mobil hybrid bergaya NASCAR GWM berwarna magenta dan emas di atas truk pengangkut dekat kantor pusat Baoding

GWM Uji Prototipe NASCAR Hybrid, Rekrutmen Buka Jalan IndyCar

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Prototipe hybrid bergaya NASCAR GWM tertangkap di truk pengangkut dekat kantor pusat Baoding pada 7 November 2026
  • Lowongan "GF NASCAR Expert" (kode 49231) terbit 4 November 2026, mencakup riset NASCAR Gen7 dan IndyCar
  • Unit identik dengan konsep "Covenant" di Beijing Auto Show 2026, memakai V6 longitudinal dengan rencana transisi ke V8 hybrid
  • GWM belum mengumumkan jadwal kompetisi, kemitraan tim, atau entri pabrikan Cup Series
  • Proyek ini terpisah dari program GF supercar mid-engine dan GT3

Telset.id – Great Wall Motor (GWM) kembali memicu spekulasi soal ambisi balapnya. Sebuah prototipe mobil hybrid bergaya NASCAR tertangkap kamera di atas truk pengangkut terbuka di dekat Baoding Love Square, tak jauh dari kantor pusat GWM, pada 7 November 2026. Momen itu berselang beberapa hari sebelum Car Carnival perusahaan yang berlangsung hingga 9 November 2026. Penampakan tersebut bersamaan dengan terbitnya lowongan engineering spesialis di platform rekrutmen GWM pada 4 November 2026, berjudul “GF NASCAR Expert” dengan kode jabatan 49231, berbasis di Vehicle R&D Technology Centre Baoding.

Kombinasi dua fakta itu — prototipe fisik dan lowongan kerja — menjadi sinyal paling konkret bahwa GWM sedang mengeksplorasi wilayah balap Amerika Serikat. Namun perlu dicatat sejak awal: GWM belum mengumumkan program balap pabrikan yang aktif, belum menetapkan jadwal kompetisi NASCAR, belum menjalin kemitraan tim di Amerika Utara, dan belum mendaftarkan diri sebagai pabrikan peserta Cup Series. Yang terlihat adalah kerja rekayasa, bukan komitmen berlaga.

Dari Beijing Auto Show ke Truk Pengangkut

Mobil yang tertangkap kamera blogger otomotif SugarDesign itu bukan sosok baru. GWM pertama kali memamerkannya di Motorsport Culture Day pada Beijing Auto Show 2026, diperkenalkan di bawah bendera “Covenant” sebagai mobil balap bergaya NASCAR hybrid plug-in pertama di dunia versi perusahaan. Grafis magenta dan emas, lettering kap mesin, serta detail bodi yang identik menandakan unit tersebut adalah prototipe pameran yang sama seperti April lalu.

Prototipe mobil hybrid bergaya NASCAR GWM di atas truk pengangkut dekat Baoding

Secara proporsi, kendaraan ini mengikuti pakem stock car: fascia depan komposit, dua saluran pendingin rem, front splitter menonjol, sayap swan-neck di belakang, dan diffuser besar. Kaca samping polycarbonate dilengkapi bukaan ventilasi segitiga, sementara outlet knalpot keluar melalui panel rocker bawah. Unit pameran memakai powertrain V6 longitudinal, yang menurut GWM nantinya akan bertransisi ke sistem hybrid berbasis V8.

Dari sudut pandang rekayasa, kemunculan prototipe di jalan umum menjelang acara perusahaan tidak serta-merta membuktikan kendaraan ini sudah menjalani pengujian dinamik di sirkuit. Yang bisa dipastikan hanya satu: unit itu sedang dipindahkan, bukan sedang dicoba di lintasan.

Lowongan Kerja yang Membocorkan Arah Riset

Justru dokumen rekrutmen yang lebih banyak bicara. Alih-alih mengonfirmasi program balap pabrikan, listing “GF NASCAR Expert” menjabarkan riset teknis, pengembangan performa, dan penyusunan roadmap yang melibatkan NASCAR sekaligus IndyCar. Spesifikasi jabatan mencakup strategi teknis dan peta riset untuk kedua seri tersebut.

Tanggung jawabnya antara lain pengembangan performa pada chassis Gen7 NASCAR — platform Cup Series generasi sekarang yang diperkenalkan pada 2022 dan dikenal sebagai Next Gen — serta mesin V8 5,86 liter yang diidentifikasi sebagai “Coyote”. Selain itu, ada kalibrasi powertrain dan validasi lintasan untuk V6 twin-turbo yang dipakai mobil IndyCar berbasis Dallara. Posisi ini juga mencakup pengembangan paket aerodinamika, penyetelan dinamika kendaraan, strategi balap berbasis telemetri, dan koordinasi dengan tim aturan teknis NASCAR dan IndyCar untuk memenuhi kepatuhan regulasi.

Ada satu detail yang menuntut kejelasan. Angka 5,86 liter setara dengan sekitar 358 cubic inch, kapasitas yang memang dipakai mesin V8 NASCAR Cup Series. Persoalannya, Coyote produksi Ford adalah V8 DOHC 5,0 liter, sedangkan FR9 versi Cup Series-nya merupakan V8 pushrod. GWM belum menjelaskan alasan penggunaan nama Coyote itu maupun mengungkap pemasok mesinnya. Deskripsi ini pun tidak mengonfirmasi bahwa GWM sedang mengembangkan chassis baru, dan tanggung jawab IndyCar dalam lowongan tersebut juga tidak berarti ada rencana masuk ke kejuaraan open-wheel tersebut.

Tampak belakang prototipe GWM dengan badging GF, diffuser, dan roll cage internal

Sebagai pembanding kategori, mobil NASCAR Cup Series dapat melampaui 330 km/jam (205 mph) di sejumlah superspeedway, sementara mesin IndyCar bisa melewati 380 km/jam (236 mph) di Indianapolis 500. Angka-angka itu adalah batas performa tingkat kategori, bukan klaim performa untuk prototipe pameran GWM.

Di sisi lain, pabrikan asal China ini memang tidak asing dengan panggung teknologi global. Lihat saja bagaimana perusahaan-perusahaan China memamerkan kemampuan rekayasa mereka di berbagai ajang, termasuk lewat teknologi Xreal Aura di sektor perangkat wearable. Pola yang sama terlihat di GWM: memamerkan prototipe lebih dulu, membangun narasi, sebelum bicara hasil.

Berbeda Jalur dengan Program GF Supercar

Proyek bergaya NASCAR ini berdiri terpisah dari program performa tinggi GF milik GWM. GF dibangun di sekitar supercar mid-engine dengan monokoko serat karbon, dikembangkan di bawah mantan chief engineer McLaren, Adam Thomson. Mobil jalan raya itu direncanakan memakai V8 twin-turbo 4,0 liter hybrid dengan axle depan terelektrifikasi. GWM juga telah memaparkan rencana mengembangkan mobil balap GT3 dari arsitektur GF.

Chassis performa GF GWM dengan powertrain hybrid V8 dipamerkan di Beijing Auto Show 2026

Konteks investasi mesin pembakaran performa tinggi itu diperkuat oleh pemajangan V8 twin-turbo 4,0 liter buatan sendiri di ajang CES 2026 di Las Vegas. Dengan kata lain, GWM sedang membangun dua jalur paralel: satu untuk supercar dan GT3, satu lagi untuk eksplorasi stock car dan open-wheel.

Bagi pengamat industri, kombinasi prototipe dan lowongan kerja ini menunjukkan bahwa pabrikan China tidak lagi sekadar mengejar volume produksi kendaraan listrik. Mereka mulai menyentuh lapisan rekayasa paling mahal: aerodinamika balap, kalibrasi powertrain hybrid, dan kepatuhan terhadap regulasi teknis seri internasional. Sebuah langkah yang, jika konsisten, akan mengubah peta persaingan motorsport dalam beberapa tahun ke depan.

Namun hingga kini, semua masih berhenti di tahap eksplorasi. Tidak ada jadwal, tidak ada tim, tidak ada entri pabrikan. Prototipe magenta-emas itu boleh jadi hanya singgah di Baoding untuk menyemarakkan Car Carnival — atau menjadi awal dari sesuatu yang lebih serius. GWM sendiri belum memilih untuk menjelaskannya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.