Telset.id – BYD resmi membuka pre-order Yangwang Altior di China dengan harga 2.080.000 yuan (sekitar 311.500 dolar AS atau setara Rp4,9 miliar) setelah model ultra-mewah itu melakukan debut global di Abu Dhabi. Limusin listrik sepanjang 5.600 mm ini menempatkan diri sebagai penantang langsung Rolls-Royce Ghost, Mercedes-Maybach S-Class, dan Maextro S800 di segmen sedan mewah papan atas.
Pengumuman tersebut menjadi penanda ekspansi ambisius merek mewah BYD ke wilayah yang selama ini dikuasai pabrikan Eropa. Altior, yang juga dikenal dengan nama Mandarin “Dingyao” (鼎曜), melengkapi jajaran Yangwang yang sebelumnya sudah berisi SUV performa U8 dan U8L, sedan listrik U7, serta supercar listrik U9. Sebelumnya, model ini sempat dikabarkan lewat laporan soal premiere di Abu Dhabi yang mengidentifikasinya dengan kode pengembangan HU.
General Manager divisi penjualan Yangwang, Hu Xiaoqing, mengungkapkan bahwa sedan ini membutuhkan waktu tiga tahun dalam proses pengembangan. Desain bagian depan saja melewati lebih dari 100 proposal sebelum akhirnya disetujui. Pernyataan itu memberi gambaran bahwa BYD tidak sekadar menempelkan emblem mewah pada produk massal, melainkan membangun kendaraan dari nol untuk segmen yang sangat spesifik.
Pintu Coach dan Kabin Empat Kursi
Elemen paling mencolok dari Altior adalah penggunaan pintu coach atau rear-hinged door yang terbuka hingga 90 derajat, sementara pintu depan membuka sampai 80 derajat. Pada bagian dalam pintu belakang terdapat holder payung terintegrasi. Grille depan besar dihiasi 137 elemen berpotong batu permata dengan pencahayaan yang terinspirasi wadah ritual perunggu Ding dari Tiongkok kuno. Lampu utama resmi disebut sebagai Ding-shaped diamond-cut crystal lights.
Dari sisi eksterior, Yangwang Altior memakai cat dua warna, pilar C memanjang, velg monoblok dish yang dipoles cermin, serta garis coach ganda sepanjang 4,8 meter yang dilukis tangan di sepanjang bahu bodi. Emblem depan dibuat dari emas murni 24K. Velg-nya dilengkapi floating wheel center caps yang menjaga logo Yangwang tetap tegak saat kendaraan berjalan.

Kabin Altior dirancang sebagai lounge eksekutif empat kursi. Penumpang baris kedua mendapat layar lipat 21,4 inci yang dipasang di plafon, dua lemari es built-in berkapasitas 5,5 liter dengan kontrol suhu independen, serta central executive island yang dilengkapi meja bisnis lipat dan kompartemen penyimpanan bermotor untuk gelas sampanye. Kursi belakang berupa zero-gravity cloud-feel recliner dengan empat kepala pijat mekanis, leg rest, dan tirai privasi elektrik sebagai standar.
Kursi penumpang depan dapat dilipat rata sepenuhnya hanya dengan satu tombol, memberi penumpang kanan-belakang pandangan ke depan tanpa halangan. Material interior mencakup kulit semi-aniline full-grain, karpet wol domba alami, dan kontrol rotary kristal berpotong berlian 60 facet. Sistem audio memakai 39 speaker dari lini Dynaudio Platinum Evidence. Di dashboard terbentang panoramic widescreen yang memanjang di depan pengemudi dan penumpang depan.
Baca Juga:
Dimensi, Teknologi, dan Performa
Altior memiliki panjang 5.600 mm, lebar 2.030 mm, dan tinggi 1.590 mm dengan wheelbase 3.500 mm. Angka itu membuatnya 201 mm lebih panjang dari Rolls-Royce Ghost. Menariknya, kendaraan raksasa ini berdiri di atas roda yang relatif kecil, yakni 275/45 R21 dengan ban Continental PremiumContact C.
Di atap terdapat sensor LiDAR, dan sedan ini memakai sistem bantuan pengemudi God’s Eye generasi berikutnya dari BYD. Sistem tersebut mendukung navigasi point-to-point penuh skenario atau NOA, mencakup perjalanan dari parkir ke parkir di jalan perkotaan maupun jalan tol. Untuk komputasi, Altior mengandalkan chip Xuanji A3 4nm buatan BYD sendiri. BYD memang telah mengumumkan konfigurasi tiga chip yang melampaui 2.100 TOPS, tetapi belum memastikan apakah kapasitas penuh itu berlaku untuk Altior.

Altior dibangun di atas platform e⁴ dengan penggerak listrik empat motor. Kemampuan yang sudah dikonfirmasi mencakup stabilitas saat ban pecah di kecepatan tinggi, pengapungan darurat di air, tank turn di tempat, dan gerakan crab-walk. Sistem suspensi DiSus memakai kamera pratinjau permukaan jalan untuk mendeteksi ketidakrataan di depan, lalu merespons dalam hitungan milidetik untuk meredam guncangan serta menekan pitch dan roll bodi.
Baterai Blade generasi kedua yang dipakai mengklaim jarak tempuh CLTC melebihi 1.000 km, setara estimasi 800–820 km dalam siklus WLTP. Arsitektur tegangan tinggi 1.000V mendukung pengisian flash tingkat megawatt. BYD menyebut sistem ini mampu mengisi baterai dari 10% ke 70% dalam waktu sekitar lima menit.
Harga Pre-Sale dan Posisi di Pasar
Angka 2.080.000 yuan (311.500 dolar AS) yang diumumkan merupakan patokan pre-sale resmi. Harga tersebut berlaku untuk edisi Shanhe Dingyun Limited Edition yang menawarkan eksterior eksklusif cokelat dan emas berpadu interior cokelat dan putih. Pembeli wajib menyetor deposit niat sebesar 300.000 yuan (45.000 dolar AS). Sebagai perbandingan, SUV BYD Da Tang trim teratas dibanderol 309.900 yuan (46.415 dolar AS).
Yangwang beroperasi di Uni Emirat Arab melalui distributor lokal Al-Futtaim, dan emirat tersebut juga menjadi lokasi pengujian kecepatan tinggi merek ini. Yangwang U9 Xtreme dilaporkan mencapai 503,17 km/jam di ruas uji tertutup Jalan Tol E11 Abu Dhabi, melewati ambang 500 km/jam.
Dari sisi penjualan, Yangwang mencatat 3.251 unit domestik pada sembilan bulan pertama 2026, naik 38,9% secara year on year. Namun penjualan September turun menjadi 377 unit, melemah 14,7% dari Agustus dan 46,9% dari bulan yang sama tahun lalu, menurut China EV DataTracker. Altior pun memperluas jangkauan Yangwang ke segmen sedan mewah besar, bersanding dengan U7, U8, U8L, dan U9. BYD belum mengumumkan jadwal pengiriman ke pelanggan.

Bagi konsumen yang terbiasa menilai kendaraan dari sisi teknologi, Altior menghadirkan kombinasi yang tidak lazim: dimensi limusin klasik dengan perangkat lunak kendaraan otonom dan arsitektur pengisian daya generasi terbaru. Pendekatan ini sejalan dengan cara pabrikan Tiongkok membangun kendaraan listrik, di mana kapasitas komputasi dan kecepatan pengisian menjadi pembeda utama. Pembahasan soal tantangan integrasi sistem cerdas dalam kendaraan modern juga pernah diulas dalam laporan tentang AI Agents Bobol Data yang menunjukkan betapa krusialnya tata kelola data pada sistem otonom.
Yangwang sendiri masih menghadapi ujian pasar domestik. Kenaikan tahunan 38,9% pada sembilan bulan pertama 2026 terlihat positif, tetapi penurunan tajam pada September memperlihatkan bahwa permintaan di segmen mewah listrik belum stabil. Altior hadir sebagai upaya memperluas basis pembeli ke kalangan eksekutif yang menginginkan sedan, bukan SUV atau supercar.

Di luar China, Uni Emirat Arab menjadi pasar uji penting. Kehadiran distributor Al-Futtaim dan aktivitas pengujian kecepatan tinggi di Abu Dhabi menunjukkan bahwa Yangwang sedang membangun kredibilitas di kawasan yang lekat dengan kendaraan mewah. Altior akan diuji apakah mampu meyakinkan pembeli yang biasanya memilih merek Eropa dengan sejarah panjang.
Dari kacamata industri, langkah BYD membuka pre-order Altior dengan harga yang menempatkannya berhadapan langsung dengan Rolls-Royce Ghost adalah pernyataan posisi. Perusahaan tidak menawarkan alternatif murah, melainkan bersaing di tingkat harga yang sama. Yang belum terjawab adalah jadwal pengiriman, respons pasar terhadap desain kontroversial, dan apakah kapasitas produksi Yangwang mampu memenuhi permintaan segmen yang volumenya kecil namun sangat menuntut.
Untuk pasar Indonesia, Altior belum memiliki pengumuman resmi terkait ketersediaan. Namun pergerakan BYD di segmen mewah global tetap relevan dipantau, terutama karena merek ini aktif di pasar domestik. Pembaca yang mengikuti perkembangan ekosistem digital dan perangkat keras juga bisa menelusuri ulasan soal Uji Impossible Refund sebagai pembanding bagaimana sistem otomatis bekerja di dunia nyata.
Yang jelas, Altior memindahkan percakapan tentang mobil mewah Tiongkok dari sekadar klaim menjadi angka konkret: 2,08 juta yuan, 5.600 mm, 1.000 km, dan pengisian 10–70% dalam lima menit. Sisa pertanyaannya ada pada eksekusi di jalan dan penerimaan pasar, dua hal yang tidak bisa dijawab oleh spesifikasi di atas kertas.





Komentar
Belum ada komentar.