Baterai solid-state Geely dengan kepadatan energi 500 Wh/kg untuk kendaraan listrik

Geely Uji Coba Baterai Solid-State 500 Wh/kg Mulai 2027

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Geely Holding akan memulai uji coba baterai solid-state pada 2027 di berbagai mereknya
  • Kepadatan energi mencapai 500 Wh/kg, memungkinkan jangkauan setara mobil diesel
  • Baterai ini mampu menempuh lebih dari 1.000 km dalam sekali pengisian daya
  • Ekosistem Geely mencakup Geely, Zeekr, Lynk & Co, Volvo, Polestar, Lotus, Smart, Proton, Farizon
  • Dow Chemical menjadi mitra pengembangan material baterai solid-state Geely
  • Validasi dunia nyata telah dimulai tahun ini, pilot deployment dijadwalkan 2027
  • Mengikuti pengumuman BYD dan CATL yang juga menargetkan produksi uji coba 2027

Telset.id – Geely Holding akan memulai uji coba penerapan baterai solid-state di berbagai mereknya pada 2027, setelah melalui validasi dunia nyata. Kepadatan energi paket baterai ini akan mencapai 500 Wh/kg, memungkinkan kendaraan listrik murni (BEV) memiliki jangkauan setara mobil diesel.

Pengumuman ini menyusul pernyataan BYD dan CATL mengenai produksi uji coba baterai solid-state yang dijadwalkan pada 2027. Kini Geely resmi memberikan pernyataan resmi terkait timeline baterai solid-state mereka. Menurut pernyataan tersebut, baterai solid-state akan segera hadir di kendaraan di seluruh ekosistem Geely Holding.

Ekosistem tersebut mencakup Geely, Zeekr, Lynk & Co, Volvo, Polestar, Lotus, Smart, Proton, Farizon, dan merek-merek lainnya. Baterai solid-state Geely akan menawarkan beberapa varian kepadatan energi. Paket baterai kelas atas akan memiliki kepadatan energi 500 Wh/kg.

Dari pernyataan tersebut, tampaknya Geely berbicara tentang keseluruhan paket baterai, yang berarti kepadatan energi selnya akan lebih tinggi lagi. Sebagai perbandingan, baterai cair “Golden Brick” yang saat ini diproduksi Geely memiliki kepadatan energi tingkat sel sekitar 250 Wh/kg.

Geely to start pilot deployment of 500 Wh/kg solid-state batteries
Baterai solid-state Geely akan mencapai kepadatan energi 500 Wh/kg.

Geely menyatakan bahwa mobil dengan baterai solid-state 500 Wh/kg baru ini akan memiliki jangkauan sebanding dengan mobil bertenaga diesel. Dengan demikian, kendaraan tersebut mampu menempuh lebih dari 1.000 km dalam sekali pengisian daya. Perusahaan telah memulai validasi dunia nyata pada tahun ini.

Uji coba penerapan di berbagai merek portofolio dijadwalkan pada 2027. Terungkap pula bahwa Dow Chemical bertindak sebagai mitra dalam pengembangan material untuk baterai solid-state Geely. Informasi ini disampaikan oleh pemimpin teknis akun kunci Dow Chemical, Bo Tong.

Pemasok ini sebelumnya mengembangkan perekat untuk sel solid-state yang tetap stabil pada rentang suhu luas dari -40 °C hingga 120 °C. Sebelumnya, para pemimpin industri sempat mendinginkan ekspektasi terhadap timeline komersialisasi baterai solid-state.

Menurut ketua CATL, Robin Zeng, baterai solid-state mereka berada di level empat pada skala Technology Readiness Level (TRL) sembilan poin. Artinya, produsen baterai EV terbesar di dunia ini masih bekerja dengan prototipe solid-state skala parsial.

Namun, kepala ilmuwan CATL, Wu Kai, menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan TRL 7 (prototipe skala penuh dalam kondisi komersial) atau 8 (sertifikasi produk komersial final). BYD juga berencana memulai produksi uji coba baterai solid-state.

Dengan pengumuman Geely ini, persaingan pengembangan baterai solid-state semakin memanas. Ketiga raksasa industri otomotif dan baterai Tiongkok kini memiliki target waktu yang berdekatan untuk memulai produksi dan penerapan teknologi ini.

Teknologi baterai solid-state dianggap sebagai lompatan besar berikutnya dalam industri kendaraan listrik. Dengan kepadatan energi yang jauh lebih tinggi, baterai ini dapat mengatasi masalah utama EV saat ini, yaitu jangkauan dan waktu pengisian daya.

Kehadiran Dow Chemical sebagai mitra pengembangan material juga menunjukkan bahwa Geely serius dalam menggarap teknologi ini. Perekat yang stabil pada rentang suhu ekstrem menjadi komponen krusial untuk memastikan keandalan baterai dalam berbagai kondisi operasional.

Bagi konsumen, jangkauan lebih dari 1.000 km dengan sekali pengisian akan menghilangkan kekhawatiran utama terhadap kendaraan listrik. Ini juga akan membuat EV semakin kompetitif dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal.

Geely sendiri terus aktif memperluas pasar EV-nya di Eropa. Beberapa model terbaru mereka telah mulai dipasarkan di Benelux dan negara-negara Eropa lainnya. Strategi ini menunjukkan komitmen Geely dalam transisi energi global.

Langkah Geely ini sejalan dengan ekspansi mereka di pasar Eropa. Sebelumnya, Geely juga mengumumkan rencana memproduksi mobil mewahnya di pabrik Volvo Eropa pada 2028. Hal ini menunjukkan ambisi besar Geely dalam menguasai pasar otomotif global.

Dengan jadwal uji coba pada 2027, Geely menargetkan komersialisasi baterai solid-state lebih cepat dari perkiraan banyak analis. Jika berhasil, ini akan menjadi keunggulan kompetitif signifikan bagi seluruh merek di bawah naungan Geely Holding.

Validasi dunia nyata yang dimulai tahun ini menjadi tahap penting sebelum produksi massal. Geely tampaknya ingin memastikan teknologi ini benar-benar siap sebelum diterapkan secara luas di berbagai mereknya.

Dengan kepadatan energi 500 Wh/kg, baterai ini akan menggandakan kepadatan energi baterai cair konvensional yang saat ini banyak digunakan. Ini berarti bobot baterai bisa lebih ringan dengan kapasitas energi yang sama, atau kapasitas lebih besar dengan bobot yang sama.

Keuntungan lain dari baterai solid-state adalah keamanan yang lebih baik karena tidak menggunakan elektrolit cair yang mudah terbakar. Ini menjadi nilai jual penting bagi konsumen yang masih ragu dengan keamanan kendaraan listrik.

Meski demikian, tantangan produksi massal tetap ada. Skala produksi, biaya, dan konsistensi kualitas menjadi faktor kunci yang akan menentukan keberhasilan komersialisasi teknologi ini.

Geely tampaknya percaya diri dengan timeline yang mereka tetapkan. Dukungan dari Dow Chemical dalam pengembangan material diharapkan dapat mempercepat proses produksi dan menekan biaya.

Bagi industri otomotif Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Geely dan merek-mereknya, termasuk Volvo dan Polestar, memiliki pangsa pasar yang terus tumbuh di Asia Tenggara.

Jika baterai solid-state berhasil dikomersialkan, harga EV bisa turun signifikan seiring dengan peningkatan efisiensi produksi. Ini akan mempercepat adopsi kendaraan listrik di pasar berkembang seperti Indonesia.

Persaingan antara Geely, BYD, dan CATL dalam pengembangan baterai solid-state akan mendorong inovasi lebih cepat. Konsumen pada akhirnya akan mendapatkan produk yang lebih baik dengan harga lebih terjangkau.

Pengumuman ini juga menjadi sinyal bahwa era baterai solid-state semakin dekat. Dengan target 2027, kita mungkin akan melihat mobil listrik dengan jangkauan 1.000 km di jalanan dalam beberapa tahun ke depan.

Geely menegaskan komitmennya terhadap elektrifikasi melalui investasi besar di teknologi baterai. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menjadi pemimpin dalam transisi energi otomotif global.

Dengan berbagai merek di bawah naungannya, Geely memiliki platform luas untuk menguji dan menerapkan teknologi ini. Dari mobil mewah Volvo hingga kendaraan komersial Farizon, baterai solid-state bisa diterapkan di berbagai segmen.

Keberhasilan uji coba baterai solid-state Geely akan menjadi tonggak penting dalam sejarah elektrifikasi otomotif. Jangkauan setara diesel akan menghilangkan hambatan terbesar adopsi EV secara massal.

Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari Geely dan para pesaingnya dalam perlombaan teknologi baterai solid-state ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.