📑 Daftar Isi

Geely Battleship 700, SUV PHEV asal China yang dilengkapi dua propeller di bagian belakang untuk bergerak di air.

Geely Battleship 700: SUV PHEV yang Bisa “Berenang” di Air

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Geely Battleship 700 adalah SUV PHEV China yang bisa berenang di air berkat dua propeller 11,5 tenaga kuda di belakang.
  • Mampu melaju di air hingga 4 mph, lebih cepat dari Yangwang U9 (2 mph), dan dilengkapi sonar.
  • Fitur emergency flotation and escape mode: berenang 40 menit atau mengapung hingga 2 jam.
  • Ditenagai mesin turbo 2.0 liter + tiga motor, output 1.113 hp, baterai 47,14 kWh, jangkauan 1.100 mil (CLTC).
  • Harga mulai di bawah $30.000 hingga $58.000 di China, siap diekspor ke Australia.
  • Dilengkapi sistem pengiriman oksigen untuk dataran tinggi.

Telset.id – Geely resmi menghadirkan Battleship 700, sebuah SUV plug-in hybrid (PHEV) yang tidak hanya dirancang untuk medan off-road, tetapi juga dilengkapi kemampuan unik untuk bergerak di atas air. Mobil ini menjadi jawaban Geely atas kehadiran Yangwang U8 dari BYD yang lebih dulu memiliki fitur serupa. Keputusan Geely mengembangkan fitur ini menunjukkan bahwa persaingan pasar otomotif di China tidak lagi sekadar soal performa mesin atau desain, melainkan juga soal inovasi fitur yang mampu menarik perhatian konsumen.

Kemampuan “berenang” pada Battleship 700 bukan tanpa alasan. Geely menyebut fitur ini sebagai emergency flotation and escape mode, yang artinya fitur ini dirancang untuk melindungi penumpang dalam skenario terburuk, bukan sebagai alat untuk bersenang-senang menjelajahi danau. Fitur ini menjadi bukti bahwa produsen mobil China semakin serius dalam menghadirkan teknologi yang berorientasi pada keselamatan, bukan sekadar gimmick semata.

Sebelumnya, Elon Musk pernah berkeinginan agar Cybertruck bisa berfungsi “sebentar” sebagai kapal dalam situasi darurat. Keinginan itu kemudian diwujudkan oleh merek-merek China. BYD merancang SUV Yangwang U8 untuk bisa mengapung dan bergerak di air dalam kondisi darurat. BYD menyebutnya sebagai “emergency floating mode” yang bekerja selama 30 menit, dengan roda depan berfungsi sebagai kemudi sementara motor memutar roda untuk memberikan sedikit pergerakan. Namun, propulsi ke depan di air dinilai kurang baik karena roda yang dirancang untuk jalan raya memiliki keterbatasan.

Sistem Propeller dan Performa di Air

Geely menjawab keterbatasan tersebut melalui Battleship 700. SUV besar yang menyerupai Land Rover Defender ini memiliki sistem propeller penuh di bagian belakang. Dua propeller berdaya 11,5 tenaga kuda—yang bentuknya sangat mirip dengan ujung knalpot—mampu mendorong kendaraan hingga sedikit di atas 4 mph di air. Sebagai perbandingan, Yangwang U9 dilaporkan hanya mampu melaju sekitar 2 mph di air. Artinya, dari sisi kecepatan di air, Battleship 700 mengungguli rivalnya tersebut.

Selain propeller, Battleship 700 juga dilengkapi sonar agar pengemudi tidak menabrak benda apa pun saat berada di air. Namun, kemampuan ini tetap memiliki batasan. Battleship 700 dapat “berenang” di air selama sekitar 40 menit, atau mengapung hingga dua jam. Geely menegaskan bahwa ini bukan fitur mobil-sebagai-kapal, melainkan fitur keselamatan yang dimaksudkan untuk menyelamatkan penumpang jika kendaraan berada di perairan dalam.

Ketika kembali ke daratan, tenaga Battleship 700 berasal dari mesin turbocharged 2.0 liter yang bekerja bersama tiga motor (dua di belakang, satu di depan). SUV ini menawarkan output puncak gabungan sebesar 1.113 tenaga kuda. Motor-motor tersebut disuplai oleh baterai berkapasitas 47,14 kWh. Jangkauan gabungan baterai dan mesin bensin mencapai 1.100 mil berdasarkan siklus CLTC China.

Harga dan Rencana Ekspor

Untuk urusan harga, Battleship 700 dibanderol mulai dari sedikit di bawah $30.000. Harga tersebut dapat mencapai $58.000 di pasar China, tergantung pada varian dan konfigurasi yang dipilih. Mobil ini sudah mulai dijual di China, tetapi Geely memiliki rencana untuk mengekspornya ke pasar lain, termasuk Australia.

Kemampuan menjadi “kapal” bukan satu-satunya fitur aneh yang ditambahkan Geely. Terdapat juga sistem pengiriman oksigen, yang diklaim Geely dapat digunakan melalui masker atau di dalam kabin saat bepergian di lokasi dataran tinggi. Fitur ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi konsumen yang sering melakukan perjalanan ke daerah pegunungan dengan ketinggian ekstrem.

Kehadiran fitur-fitur semacam ini menunjukkan bahwa pasar mobil China sangat kompetitif. Fitur seperti asisten AI dan kulkas di dalam mobil hanya mampu memikat pembeli untuk sementara waktu sebelum sesuatu yang lebih baik muncul. Inovasi menjadi kunci untuk tetap relevan, dan Geely tampaknya memahami betul dinamika tersebut.

Sebagai informasi tambahan, Presiden Trump disebut terbuka terhadap mobil listrik China, tetapi dengan syarat mobil tersebut diproduksi di Amerika Serikat. Selain itu, ada pula senator yang mengklaim Trump bisa berubah pikiran soal mobil listrik China. Di sisi lain, ada juga SUV camper listrik dengan lantai berpemanas, loteng, dan penyimpanan built-in, yaitu SkyNomad N90 Max Studio. Sementara itu, mobil listrik terlaris di China diketahui memiliki kemampuan drifting yang cukup baik.

Dengan segala keunikan dan kemampuannya, Geely Battleship 700 menjadi contoh nyata bagaimana produsen mobil China terus berinovasi untuk menonjol di pasar yang sangat kompetitif. Fitur Fitur Baru yang ditawarkan mungkin terdengar tidak biasa, tetapi inilah bentuk nyata dari persaingan industri otomotif saat ini. Bagi konsumen, pilihan semakin beragam, dan bagi produsen, tekanan untuk terus berinovasi tidak pernah surut.

Sementara itu, di dunia teknologi secara umum, pengguna juga dihadapkan pada berbagai perkembangan, seperti Update Keamanan yang terus diperpanjang, serta isu Antitrust AI yang tengah mencuat. Semua ini menunjukkan bahwa inovasi dan regulasi berjalan beriringan, termasuk di sektor otomotif yang semakin terhubung dengan teknologi digital.

[ META_DESCRIPTION]
Geely Battleship 700, SUV PHEV asal China, mampu berenang di air berkat dua propeller. Simak spesifikasi, harga, dan rencana ekspornya ke Australia.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.