šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi laporan keuangan Geely Auto kuartal ketiga 2026 dengan penjualan ekspor dan domestik

Geely Auto Q3 2026: Ekspor Kuasai 92,9% Laba, Pasar China Nyaris Boncos

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Geely Auto Q3 2026 catat pendapatan 99 miliar yuan dan laba bersih inti 5,21 miliar yuan
  • Ekspor 343.700 unit menyumbang 92,9% laba, hanya 39,8% dari total penjualan
  • Penjualan domestik China lebih dari 60% volume tapi hanya 7% laba
  • Ekspor NEV tiga kuartal capai 484.000 unit, naik 531% year-on-year
  • Target ekspor tahunan dinaikkan dari 640.000 ke 920.000 unit
  • BYD Q3 2026 catat pendapatan 221,49 miliar yuan dan laba 10,02 miliar yuan

Telset.id – Geely Auto merilis laporan keuangan kuartal ketiga 2026 pada 29 Oktober dan angka di dalamnya menyimpan ironi tajam. Perusahaan membukukan total pendapatan 99 miliar yuan (14,8 miliar USD) dengan laba bersih inti yang diatribusikan ke perusahaan induk sebesar 5,21 miliar yuan (777,6 juta USD). Namun di balik capaian itu, menjual mobil di pasar China hari ini praktis tidak lagi menguntungkan.

Kesimpulan tersebut muncul saat angka-angka dibedah lebih detail. Pada kuartal ketiga 2026, Geely mengekspor 343.700 kendaraan dan menaikkan target ekspor tahunannya dari 640.000 menjadi 920.000 unit. Ekspor itu saja menghasilkan laba bersih 4,84 miliar yuan (sekitar 722,4 juta USD) dalam satu kuartal, seperti dilaporkan CNstock.

Artinya, dari total penjualan 812.500 unit pada kuartal ketiga, mayoritas keuntungan Geely datang dari pasar internasional. Ekspor yang menyumbang 39,8% dari penjualan justru menghasilkan 92,9% laba perusahaan. Sebaliknya, lebih dari 60% penjualan Geely yang terjadi di dalam negeri hanya menyumbang sekitar 7% dari total laba.

Ekspor Jadi Penopang, Negeri Sendiri Jadi Beban

Data tersebut memperlihatkan struktur bisnis Geely yang kian bergantung pada pasar luar negeri. Kendaraan energi baru (NEV) menjadi tulang punggung strategi ekspor perusahaan. Sepanjang tiga kuartal pertama 2026, Geely mengekspor 484.000 unit NEV atau melesat 531% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan itu sejalan dengan deretan langkah ekspansi Geely yang mulai terlihat di berbagai pasar. Perusahaan tercatat menyiapkan Geely Battleship 700 untuk merambah Eropa pada akhir 2027, serta menyiapkan Geely Masuk Kanada sebagai ekspansi pertama di Amerika Utara.

Di sisi produk, Geely juga memperkuat jajaran kendaraannya. Model Geely Emgrand 2027 resmi meluncur dengan harga mulai 8.410 USD, sementara Geely EX2 menembus 1 juta unit dalam dua tahun. Perusahaan juga menghadirkan Google Gemini dan Maps di mobil global 2027.

BYD Ikut Bertarung di Medan yang Sama

Pada hari yang sama, BYD sebagai produsen NEV terbesar di China juga mengumumkan hasil kuartal ketiganya. BYD membukukan pendapatan 221,49 miliar yuan (33,1 miliar USD), naik 13,59% year-on-year, dengan laba bersih 10,02 miliar yuan (1,5 miliar USD) atau meningkat 28,08%.

BYD tidak mengungkap kontribusi laba spesifik dari ekspor, tetapi menyatakan bahwa penjualan luar negeri telah menjadi mesin pertumbuhan inti. Pada September saja, BYD mengekspor lebih dari 180.700 unit NEV, naik sekitar 153,6% year-on-year.

Grafik kinerja keuangan Geely Auto kuartal ketiga 2026

Perbandingan dua raksasa itu memberi gambaran bahwa pasar China masih menjadi medan pertempuran yang mahal. Volume penjualan tinggi tidak otomatis berbanding lurus dengan margin, dan ekspor menjadi penyelamat margin bagi mereka yang berhasil menembus pasar luar negeri.

Dalam komentar editor CarNewsChina, tak ada keraguan bahwa pabrikan mobil di pasar China masih terkunci dalam persaingan sengit. Dibutuhkan keluarnya lebih banyak perusahaan sebelum pabrikan bisa benar-benar mencetak laba. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah nama telah meninggalkan pasar, termasuk Neta, Weltmeister Motor, HiPhi, dan Aiways, tetapi sejauh ini itu belum cukup.

Bagi Geely, kuartal ketiga 2026 menjadi potret jelas: pasar domestik memberi volume, pasar internasional memberi laba. Selama kompetisi di China belum menemukan titik keseimbangan, strategi ekspor akan terus menjadi penentu kesehatan finansial perusahaan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.