📑 Daftar Isi

Freelander 8 EREV SUV pertama keluar dari jalur produksi pabrik CJLR di Changshu, China

Freelander 8 Produksi Massal, CJLR Comeback di China

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • CJLR resmi memulai produksi massal Freelander 8, SUV EREV pertama dari merek Freelander
  • Dimensi besar: panjang 5.118 mm, lebar 2.050 mm, tinggi 1.898 mm, wheelbase 3.040 mm
  • Konfigurasi 6 kursi, layar panorama 46,3 inci, monitor 15,6 inci, chip Snapdragon 8397
  • Sistem EREV dengan mesin 1.5L sebagai generator, baterai 60,331 kWh, jarak tempuh listrik 221 km
  • Fitur off-road: suspensi udara dual-chamber, diff lock depan, diff slip terbatas belakang
  • Menggunakan sistem bantuan mengemudi Huawei dengan LiDAR 896-line
  • Presales mulai 10 Agustus, pasar global target Timur Tengah
  • Pabrik Changshu kapasitas 200.000 unit per tahun

Telset.id – Unit pertama Freelander 8, SUV listrik range-extended (EREV), telah resmi meluncur dari jalur produksi pabrik Chery Jaguar Land Rover (CJLR) di Changshu, China. Langkah ini menandai upaya serius CJLR untuk bangkit kembali setelah menghentikan produksi model berbahan bakar bensin akibat penjualan yang rendah.

SUV berukuran besar ini menjadi model perdana dari merek Freelander yang kini diposisikan sebagai brand independen di bawah naungan CJLR. Fokus utama Freelander adalah memproduksi off-road crossover dengan powertrain listrik range-extended. Setelah memasuki pasar China dalam waktu dekat, Freelander 8 akan merambah pasar global dengan Timur Tengah sebagai target utama.

Pabrik Changshu sendiri merupakan fasilitas manufaktur skala penuh pertama Jaguar Land Rover di luar Inggris yang mulai beroperasi pada 2014 lalu. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 200.000 unit kendaraan. Keputusan CJLR untuk menghentikan produksi model bensin tidak terlepas dari merosotnya penjualan yang hanya mencapai sekitar 26.000 unit pada tahun 2025.

Spesifikasi dan Dimensi Freelander 8

Unit pertama Freelander 8 yang keluar dari jalur produksi hadir dengan warna hijau. Mobil tersebut diparkir di depan spanduk bertuliskan “Celebration of the first Freelander offline No. 00,000,001.” Hal ini menunjukkan ambisi CJLR untuk menjadikan Freelander sebagai model dengan volume penjualan tinggi.

Freelander 8 EREV SUV rolled off the production line in China as CJLR seeks for comeback

Dari segi dimensi, Freelander 8 sangat besar dengan panjang 5.118 mm, lebar 2.050 mm, dan tinggi 1.898 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 3.040 mm. SUV ini hadir standar dengan konfigurasi enam kursi dalam tata letak 2+2+2.

Kabin Freelander 8 dibekali teknologi canggih. Fitur unggulannya meliputi layar panorama 46,3 inci dan monitor 15,6 inci. Interiornya juga dilengkapi dengan pencahayaan ambient 256 warna dan chip otomotif Qualcomm Snapdragon 8397 grade. Detail lebih lanjut mengenai interior mewah ini bisa Anda simak dalam artikel Interior Freelander 8 yang telah kami bahas sebelumnya.

Sistem EREV dan Fitur Off-Road

Freelander 8 menggunakan sistem EREV (Extended-Range Electric Vehicle). Mobil ini memiliki mesin pembakaran internal (ICE) 1,5 liter di bawah kap yang berfungsi sebagai generator. Mesin ini tidak mentransfer torsi ke roda, melainkan mengirimkan energi ke baterai NMC ternary berkapasitas 60,331 kWh.

Meskipun belum ada informasi detail mengenai motor listriknya, jarak tempuh listrik Freelander 8 mencapai 221 km. SUV ini juga dilengkapi dengan suspensi udara dual-chamber, differential lock mekanis depan, differential slip terbatas elektronik belakang, dan struktur differential virtual sentral. Kemampuan off-roadnya mumpuni dengan kapasitas derek hingga 2.000 kg.

Mobil ini juga memanfaatkan sistem bantuan mengemudi dari Huawei yang dilengkapi dengan LiDAR 896-line. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penggunaan teknologi Huawei di SUV ini, Anda bisa membaca artikel Teknologi Huawei yang kami sajikan.

Jadwal Peluncuran dan Pasar Global

Freelander 8 akan memulai masa pemesanan awal (presales) pada 10 Agustus mendatang. Setelah merambah pasar China, CJLR berencana membawa SUV ini ke pasar global, dengan Timur Tengah sebagai fokus utama ekspansi internasional.

Freelander 8 first mass-produced unit

Langkah CJLR menghidupkan kembali merek Freelander dengan teknologi EREV ini menjadi strategi yang menarik di tengah persaingan ketat pasar otomotif China. Dengan menggabungkan desain off-road khas Land Rover dan teknologi elektrifikasi, CJLR berharap dapat merebut kembali pangsa pasar yang hilang.

Kehadiran Freelander 8 menjadi bukti bahwa segmen SUV besar dengan teknologi range-extender masih memiliki tempat di hati konsumen China. Keberhasilan model ini akan menjadi penentu bagi masa depan CJLR di pasar otomotif global, terutama di kawasan Timur Tengah yang menjadi target ekspansi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.