šŸ“‘ Daftar Isi

Ford F-150 2027 dengan fitur BlueCruise with Towing menarik trailer di jalan bebas hambatan

Ford F-150 2027: BlueCruise Bisa Setir Sendiri Saat Tarik Trailer

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Ford umumkan BlueCruise with Towing, fitur hands-free saat menarik trailer, debut di F-150 2027
  • Mampu menarik beban hingga 10.000 pon, tetap Level 2, pengemudi wajib awasi jalan
  • Syarat: isi profil trailer akurat, tidak bisa pindah lajur otomatis, tak beroperasi di zona konstruksi, maksimal 75 mph
  • Tersedia di semua trim F-150 2027 kecuali XL dan STX
  • Menyamai GM Super Cruise yang sudah izinkan towing sejak 2022

Telset.id – Ford resmi mengumumkan fitur BlueCruise with Towing yang akan debut pada Ford F-150 2027. Fitur ini memungkinkan pengemudi melepaskan tangan dari setir saat menarik trailer di jalan bebas hambatan alias interstate. Pengumuman ini disampaikan Ford pada Selasa, menjawab kebutuhan nyata para pemilik pikap yang selama ini harus tetap memegang setir ketika membawa muatan.

Fitur ini menjadi tonggak penting bagi Ford karena menempatkan BlueCruise sejajar dengan Super Cruise milik General Motors, yang telah mengizinkan fungsi serupa sejak 2022. Ford mengklaim lebih dari tiga perempat pembeli F-150 memakai truknya untuk menarik trailer. Angka internal Ford bahkan menyebut 76% pemilik F-150 menggunakan kendaraan mereka untuk menarik sesuatu pada suatu waktu, dan mencatat 118 juta mil berkendara dengan BlueCruise sepanjang tahun lalu. Namun, selama ini mereka belum bisa mengaitkan trailer saat fitur hands-free aktif.

Batas Kemampuan dan Syarat Aktivasi

BlueCruise with Towing memungkinkan F-150 menarik beban hingga 10.000 pon sambil menjaga kendaraan dan muatannya tetap di tengah lajur. Meski begitu, sistem ini tetap berstatus Level 2. Artinya, pengemudi tidak perlu menempelkan tangan di setir, tetapi tetap bertanggung jawab penuh mengawasi jalan. Ini bukan sistem otonom penuh, melainkan asistensi berkendara yang menuntut kewaspadaan.

Ford menyebut fitur ini sebagai salah satu masalah perangkat lunak paling kompleks yang pernah mereka selesaikan. Perusahaan harus menghitung berbagai variabel seperti panjang trailer, berat kargo, dinamika beban, hingga angin. Semua faktor itu memengaruhi cara truk mengaplikasikan input kemudi, akselerasi, dan pengereman ketika muatan menambah lapisan kerumitan berkendara.

Ada sejumlah syarat sebelum fitur ini bisa diaktifkan. Pengemudi wajib mengisi profil trailer dengan dimensi yang akurat agar sistem bisa mengambil keputusan berkendara dengan tepat. Sistem juga tidak mengizinkan perpindahan lajur otomatis, tidak beroperasi di zona konstruksi, dan tidak bisa dipakai pada kecepatan di atas 75 mph. Ford turut memanfaatkan sensor onboard untuk mendeteksi apakah truk kelebihan muatan atau mendeteksi anomali seperti trailer sway. Jika terdeteksi, sistem otomatis menerapkan pengaman seperti pembatasan kecepatan atau mengembalikan kendali ke pengemudi.

Baca Juga:

Keputusan Ford mengejar ketertinggalan dari GM ini menarik untuk dicermati. Super Cruise milik GM sudah membolehkan towing sejak 2022, dan Ford baru menyusul empat tahun kemudian. Namun, Ford tampaknya ingin memastikan fiturnya tidak hanya sekadar ada, tetapi benar-benar mampu menangani kompleksitas menarik trailer. Ini sejalan dengan strategi mereka yang tidak membatasi fitur hanya untuk trim mahal, berbeda dari pendekatan eksklusif yang sering diambil pabrikan lain. Bagi konsumen yang memantau perkembangan pikap listrik dan fitur berkendara otonom, persaingan di segmen ini makin ketat, termasuk langkah Volvo di pasar AS yang juga tengah menata ulang lini produknya.

Ketersediaan di Seluruh Trim

Ford menegaskan tidak membatasi fitur ini hanya untuk trim kelas atas. Setiap F-150 2027, kecuali varian dasar XL work truck dan trim STX, akan mampu melakukan hands-free towing dengan BlueCruise. Ini berarti pembeli trim menengah pun bisa menikmati kemampuan menarik trailer secara hands-free. Langkah ini memperluas akses teknologi asistensi berkendara ke basis pelanggan yang lebih luas, bukan hanya mereka yang membeli varian termahal.

Bagi pasar otomotif, keputusan ini menunjukkan bahwa fitur hands-free dengan kemampuan towing mulai bergeser dari barang mewah menjadi fitur yang lebih demokratis. Ford tampaknya menyadari bahwa mayoritas pembeli F-150 memang menggunakan truknya untuk bekerja, sehingga fitur yang relevan dengan kebutuhan mereka menjadi nilai jual utama. Persaingan antara Ford BlueCruise dan GM Super Cruise pun memasuki babak baru, di mana kemampuan menangani trailer menjadi pembeda penting. Perkembangan ini juga menjadi sinyal bahwa pabrikan lain di segmen pikap, termasuk yang tengah menggarap model 2027 seperti Tesla Semi di Eropa, akan dituntut menghadirkan kemampuan serupa.

Yang perlu dicatat, fitur ini bukan berarti pengemudi bisa sepenuhnya lepas tangan. Status Level 2 menegaskan bahwa tanggung jawab tetap di tangan manusia. Ford hanya memindahkan beban fisik memegang setir, bukan beban kognitif mengawasi jalan. Klaim Ford bahwa ini adalah salah satu masalah software paling kompleks yang pernah mereka pecahkan menunjukkan bahwa menyeimbangkan trailer di lajur bukan perkara sepele. Panjang trailer, berat kargo, dan kondisi angin adalah variabel yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Dengan hadirnya BlueCruise with Towing di F-150 2027, Ford menutup celah yang selama ini membuat fitur hands-free mereka kurang relevan bagi pengguna pikap. Keputusan untuk menyediakannya di hampir semua trim, kecuali XL dan STX, memperlihatkan bahwa Ford ingin fitur ini benar-benar dipakai, bukan sekadar jadi pajangan di brosur. Bagi konsumen yang menanti teknologi berkendara hands-free yang benar-benar fungsional untuk kebutuhan menarik trailer, ini adalah jawaban yang selama ini dinanti. Persaingan dengan GM Super Cruise pun kini berada di level yang lebih setara, dan konsumen adalah pihak yang diuntungkan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.