Telset.id – Tim solar car dari École de technologie supérieure (ÉTS) Montreal, Éclipse, akan membawa mobil terbaru mereka, Éclipse 12, ke ajang 2026 Electrek Formula Sun Grand Prix (FSGP) dan American Solar Challenge (ASC) bulan Juli mendatang. Tim yang telah berpengalaman selama 33 tahun ini menghadapi perubahan regulasi signifikan yang mengubah strategi balap mereka.
ÉTS dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi teknik terdepan, dan tim Éclipse memanfaatkan fasilitas bengkel mahasiswa yang disebut-sebut sebagai salah satu yang tercanggih di Amerika Utara. “Kami sering kedatangan tamu dari universitas di seluruh dunia setiap minggu untuk melihat bagaimana proses di sini,” ujar kapten tim, Yohann Gourmelen, kepada Electrek. Kemampuan membangun hampir seluruh komponen mobil secara mandiri menjadi kekuatan utama tim ini.
Tim Éclipse memproduksi sendiri berbagai komponen penting, mulai dari printed circuit boards, baterai, hingga fabrikasi bodi mobil. Proses ini tidak hanya menekan biaya dan mempersingkat waktu produksi, tetapi juga memberikan kendali penuh atas kualitas setiap bagian. Karena sebagian besar mahasiswa sudah memiliki gelar teknik, mereka langsung mampu mengerjakan komponen mesin, elektronik, atau mengelola lantai produksi.
“Kalau kamu mendesainnya, kamu yang akan membuatnya,” tegas Yohann. “Tidak ada proses mengirim komponen ke belahan dunia lain dan menunggu paket DHL datang.” Tim ini memiliki kemampuan unik untuk menggambar suatu komponen dan langsung membuatnya pada hari yang sama. Ke depannya, mereka berencana melakukan enkapsulasi sel surya sendiri, sesuatu yang hanya dilakukan oleh segelintir tim di dunia.

Perubahan paling mencolok ada pada desain Éclipse 12. Mobil sebelumnya, Éclipse 11, menggunakan konfigurasi empat roda catamaran dengan dua fairing di samping dan pengemudi di sisi. Kini, Éclipse 12 mengadopsi desain tiga roda tadpole dengan dua roda di depan dan satu roda penggerak di belakang, serta posisi pengemudi di tengah. Perubahan ini berdampak besar pada suspensi, sasis, dan bodi aerodinamis.
Logika di balik desain baru ini cukup sederhana: mengurangi satu roda berarti mengurangi bobot seluruh rakitan suspensi. Selain itu, mobil simetris lebih mudah dibuat karena tim cukup mendesain satu sisi dan mencerminkannya. Konfigurasi tiga roda lebih populer di World Solar Challenge Australia yang memiliki lintasan lurus, sementara tim Amerika Utara biasanya memilih empat roda untuk stabilitas di sirkuit.
Éclipse 12 juga menghadirkan inovasi pada sistem pendingin panel surya. Pada Éclipse 11, terdapat lubang di bawah panel untuk membuang panas, namun tim kurang puas dengan akumulasi panas yang terlihat pada kamera termal. Kini, mereka membuat seluruh bagian panel lebih tipis, menggunakan material konduktif yang lebih baik, serta menambahkan lebih banyak lubang ventilasi.
“Bentuknya lebih seperti jaring laba-laba dibandingkan yang kami miliki pada 2024,” jelas Yohann. Panel yang lebih dingin dan merata sangat penting karena energi yang tidak terbuang sebagai panas dapat digunakan untuk kecepatan dan jarak tempuh.
Perbandingan spesifikasi menunjukkan lompatan signifikan. Éclipse 12 berbobot 160 kg, lebih ringan 45 kg dari pendahulunya. Meski panel surya berkurang dari 6 m² menjadi 4 m², efisiensi panel meningkat dari 25,1% menjadi 25,5%. Kecepatan maksimum tetap 120 km/jam, sementara baterai menyusut dari 5 kWh menjadi 3 kWh untuk spesifikasi World Solar Challenge.
Perubahan terbesar tahun ini datang dari regulasi. Sejak 2019, tim dibatasi maksimal empat meter persegi panel surya. Namun, World Solar Challenge Australia memindahkan jadwal balapan dari Oktober ke Agustus, yang berarti hari lebih pendek dan sinar matahari lebih lemah. Untuk mengompensasi, penyelenggara menaikkan batas panel menjadi enam meter persegi dan memperkecil kapasitas baterai.
American Solar Challenge mengadopsi aturan serupa. “Kami mendapat 50% lebih banyak energi untuk digunakan,” kata Yohann. Panel empat meter persegi biasanya menghasilkan sekitar 1.000 watt di bawah sinar matahari siang, sementara enam meter persegi mendekati 1.500 watt. Di sisi lain, kapasitas baterai turun 30-40%, membuat strategi pengelolaan energi menjadi jauh lebih sulit.
Untuk ASC, tim akan menggunakan baterai lebih besar sebesar 5,25 kWh. Yohann memperkirakan tim-tim tercepat akan menghabiskan sebagian besar balapan dengan kecepatan maksimum 104,6 km/jam. Éclipse datang dengan modal kuat: Éclipse 11 memenangkan kelasnya di FSGP 2024 dan meraih posisi kedua di ASC tahun yang sama, sementara Éclipse 12 menempati posisi ke-9 di World Solar Challenge Australia.
Baca Juga:
2026 Electrek FSGP akan berlangsung pada 21-23 Juli di Brainerd International Raceway, diikuti oleh 46 tim. Balapan ini sekaligus menjadi babak kualifikasi untuk American Solar Challenge yang dimulai pada 25 Juli dari Twin Cities. Kedua acara terbuka untuk umum dan gratis.

Tim Éclipse juga baru saja meraih Eberle-Selwood Championship Arrow Cup untuk musim 2024-2025. Dengan desain baru yang lebih ringan, panel lebih efisien, dan pengalaman panjang, Éclipse 12 siap menjadi salah satu pesaing terkuat di ajang balap mobil surya tahun ini.





Komentar
Belum ada komentar.