📑 Daftar Isi

Ilustrasi hibah US$500 juta Departemen Energi AS untuk rantai pasokan baterai dalam negeri

Departemen Energi AS Gelontorkan US$500 Juta untuk Baterai

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Departemen Energi AS mengumumkan hibah US$500 juta untuk rantai pasokan baterai domestik
  • Dana bertujuan kurangi ketergantungan asing, perkuat keamanan nasional, dan dominasi energi AS
  • Coreshell terima US$50 juta untuk material anoda silikon metalurgi
  • Lilac Solutions dapat US$100 juta untuk fasilitas lithium karbonat di Utah
  • Nth Cycle terima US$100 juta untuk pemurnian black mass baterai daur ulang
  • Sektor pertahanan jadi penyelamat industri baterai AS pasca pencabutan insentif EV
  • Industri otomotif tetap jadi pasar potensial dengan proyeksi belanja US$18 miliar tahun ini

Telset.id – Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) mengumumkan pemberian dana hibah sebesar US$500 juta untuk memperkuat rantai pasokan baterai di dalam negeri. Langkah ini menjadi sinyal baru bagi industri baterai AS yang sempat terpuruk setelah insentif kendaraan listrik (EV) dicabut, namun kini menemukan titik terang melalui sektor pertahanan.

Keputusan tersebut diumumkan pada Kamis lalu dan secara eksplisit bertujuan untuk “mengurangi ketergantungan pada sumber asing, memperkuat keamanan nasional, dan memajukan dominasi energi Amerika.” Meskipun pemerintahan Trump dikenal kritis terhadap EV, Washington mengakui bahwa baterai adalah bagian yang tak terelakkan dari kehidupan modern, dengan keamanan nasional sebagai pembenaran utamanya.

Sebagian besar dana hibah ini dialokasikan untuk perusahaan rintisan (startup) baterai. Salah satunya adalah Coreshell, startup material baterai yang menerima US$50 juta untuk memperluas manufaktur material anoda silikon metalurgi. Perusahaan ini baru saja menggandeng ADS Ventures sebagai investor, di mana perusahaan induknya, ADS, merupakan pemasok pertahanan yang juga bekerja sama dengan pemasok sistem otonom lainnya.

Menurut juru bicara Coreshell kepada TechCrunch, aplikasi pertahanan untuk baterai lithium-ion “benar-benar terjadi dalam diskusi-diskusi” yang mereka lakukan. Ini menunjukkan bahwa meskipun permintaan dari sektor otomotif melambat, kebutuhan militer menjadi penyelamat bagi industri baterai AS.

Hibah Besar untuk Startup Baterai

Selain Coreshell, dua startup lainnya menerima dana hibah yang lebih besar. Lilac Solutions, perusahaan yang mengekstraksi lithium dari air asin (brine), mendapatkan US$100 juta untuk membangun fasilitas pengolahan di Great Salt Lake, Utah. Fasilitas ini ditargetkan memproduksi 5.000 metrik ton lithium karbonat per tahun pada 2028, di mana lithium karbonat merupakan prekursor penting dalam produksi baterai.

Sementara itu, Nth Cycle mengonfirmasi kepada TechCrunch bahwa mereka menerima US$100 juta untuk membangun fasilitas pemurnian black mass dari baterai lithium-ion daur ulang. Fasilitas ini akan memproduksi senyawa lithium dan nikel yang dapat digunakan untuk membuat baterai baru.

Megan O’Connor, salah satu pendiri dan CEO Nth Cycle, menyatakan, “Kami melihat adanya pendorong permintaan yang jelas dari sektor pertahanan. Namun masih ada juga dari sektor otomotif.” Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun fokus saat ini tertuju pada kebutuhan militer, industri otomotif tetap menjadi pasar potensial di masa depan.

Peran Sektor Pertahanan dan Otomotif

Dinamika permintaan baterai ini diperkirakan tidak akan berubah dalam waktu dekat. Meskipun kendaraan listrik mengalami kemunduran akibat pencabutan insentif, para produsen mobil masih meluncurkan model-model baru dan memperkirakan pertumbuhan selama bertahun-tahun, meskipun waktunya lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sektor pertahanan dipastikan akan terus menjadi pemain signifikan. Meskipun angka pastinya sulit diperoleh, pada 2021 saja, Defense Logistics Agency AS telah membeli baterai senilai US$200 juta per tahun. Namun, jumlah ini masih jauh lebih kecil dibandingkan industri otomotif yang diperkirakan akan menghabiskan hampir US$18 miliar untuk manufaktur baterai di AS tahun ini, menurut Mordor Intelligence.

Perusahaan baterai tampaknya memahami bahwa masa depan memang elektrik, tetapi waktunya masih belum pasti. Pemerintahan Trump juga secara tidak langsung mengakui hal ini. Sementara itu, tentara dan drone tetap membutuhkan baterai yang ringan dan berkemampuan tinggi dari sumber AS.

Beberapa tahun lalu, baterai-baterai tersebut bisa berasal dari pabrik domestik yang muncul setelah Inflation Reduction Act. Namun setelah One Big Beautiful Bill menghilangkan insentif produksi baterai, Pentagon mungkin harus mencari alternatif lain. Hibah DOE yang baru ini bisa diartikan sebagai pengakuan bahwa upaya untuk mematikan industri EV Amerika telah berjalan terlalu jauh.

Dengan adanya suntikan dana ini, industri baterai AS mendapatkan angin segar di tengah ketidakpastian kebijakan energi. Fokus pada sektor pertahanan menjadi strategi baru yang memungkinkan startup baterai untuk terus bertahan dan berkembang, sambil tetap membuka peluang bagi industri otomotif di masa mendatang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.