Telset.id – Mercedes-Benz merilis data operasional nyata dari 80 unit truk listrik berat (eActros) yang telah beroperasi di armada logistik internal mereka. Data tersebut mencakup ribuan perjalanan dan jutaan kilometer, menyimpulkan bahwa transportasi listrik jarak jauh sudah layak secara ekonomi dan operasional saat ini.
Data yang dirilis oleh Mercedes-Benz ini mencakup 80 truk listrik berat bertenaga baterai yang digunakan dalam armada logistik perusahaan sendiri. Data tersebut diambil dari ribuan perjalanan, ribuan siklus pengisian daya, dan jutaan mil. Kesimpulan utama dari data ini adalah bahwa transportasi jarak jauh bertenaga listrik sudah dapat diandalkan dan layak secara ekonomi.
Sebagai contoh nyata, perusahaan logistik Seifert yang berbasis di Ulm mengoperasikan rute antara Wörth am Rhein dan Bielefeld. Sebuah eActros 600 dengan berat kotor kombinasi rata-rata 36 ton metrik mencapai jarak tempuh harian sekitar 600 km. Sekitar setengah dari peristiwa pengisian daya terjadi di titik pengisian umum. Pada rute ini, truk listrik tersebut juga mencapai penghematan tol lebih dari €4.000 per bulan. Secara tahunan, rute ini menghemat 90 metrik ton emisi CO2e.
Konsumsi energi rata-rata antara November dan Februari tercatat sebesar 100 kWh per 100 km, yang setara dengan sekitar 11 liter solar. Data ini menunjukkan bahwa rute jarak jauh yang menuntut sudah dapat dioperasikan secara andal dan dapat diprediksi menggunakan infrastruktur pengisian umum saat ini, serta ekonomis jika mempertimbangkan Total Cost of Ownership (TCO).

Hasil ini sejalan dengan studi sebelumnya dari kelompok seperti NACFE dan Transport Canada, yang mengikuti truk listrik Kelas 8 selama setahun operasi di Amerika Utara. Temuan ini semakin mendukung gagasan bahwa logistik bertenaga baterai siap untuk diterapkan secara luas, menghemat waktu dan uang bagi armada kendaraan komersial, tentu dalam kondisi yang tepat.
Laporan tersebut berulang kali menunjukkan bahwa keberhasilan lebih bergantung pada keselarasan operasional daripada kemampuan kendaraan itu sendiri. Rute dengan jarak yang dapat diprediksi, terminal terpusat, dan jadwal pengembalian yang terkontrol memungkinkan truk listrik beroperasi secara efisien dan andal. Sebaliknya, variabilitas dan tekanan jadwal dengan cepat mengekspos kelemahan operasional.
Menariknya, data operasional Mercedes-Benz menunjukkan truk eActros bergaya kabin-atas mencapai efisiensi 1,61 kWh per mil saat beroperasi dengan berat kendaraan gabungan rata-rata 36 ton metrik (sekitar 79.400 lbs). Angka ini sangat kompetitif jika dibandingkan dengan klaim efisiensi 1,55 kWh per mil dari tim Tesla Semi.
Perlu dicatat bahwa ArcBest, perusahaan logistik yang mengoperasikan prototipe Tesla Semi yang mencatat angka tersebut, secara tradisional merupakan pengangkut muatan LTL (less-than-truckload) dan tidak mengungkapkan berat kendaraan gabungan rata-rata dari muatan yang diangkut. Sementara itu, angka Mercedes-Benz dicapai di bawah beban berat dan dalam cuaca dingin (antara November dan Februari), sedangkan angka ArcBest dicatat pada rute antara Reno, Nevada, dan Sacramento, California.
Baca Juga:
Semua ini menunjukkan bahwa, terlepas dari merek truk listrik mana yang akhirnya dipilih oleh armada Anda, efisiensi dan penghematan biaya yang ditawarkan mungkin jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Inovasi Mercedes-Benz di sektor kendaraan listrik juga terlihat pada pengembangan Motor Axial Flux untuk model performa tinggi mereka.
Data nyata dari Mercedes-Benz ini menjadi bukti kuat bahwa era truk listrik untuk logistik jarak jauh bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah menjadi kenyataan operasional yang menguntungkan.





Komentar
Belum ada komentar.