Telset.id ā Akun resmi Tesla Robotaxi membagikan foto pertama Cybercab dengan antena Starlink terintegrasi langsung di bodi kendaraan, menandai realisasi fisik dari integrasi yang sebelumnya hanya diperlihatkan dalam bentuk diagram pada Juli lalu.
Dua gambar yang diunggah melalui akun @robotaxi pada 10 Agustus 2026 memperlihatkan Cybercab berwarna emas yang diparkir di Gigafactory Texas. Foto pertama menampilkan sudut tiga perempat depan dengan pintu terbuka, berlatar bendera Amerika Serikat dan Texas. Sementara foto kedua memperlihatkan tampak belakang dengan antena satelit profil rendah yang terpasang di atap serta badge āCybercabā.

Caption yang menyertai unggahan tersebut sangat singkat: āFirst Cybercab with @Starlink integration.ā Tidak ada spesifikasi, timeline, maupun penjelasan mengenai fungsi antena tersebut. Langkah ini mengikuti pengumuman Tesla dan Starlink pada Juli lalu, ketika kedua perusahaan menyatakan internet satelit telah āterintegrasi langsungā ke dalam Cybercabānamun saat itu hanya diperlihatkan dalam bentuk rendering potongan, bukan kendaraan asli. Kini, hardware nyata telah tampak dalam tahap produksi.
Fungsi Antena yang Masih Menjadi Pertanyaan
Pertanyaan mendasar yang belum terjawab adalah tujuan pemasangan antena tersebut. Cybercab mengemudi secara otonom menggunakan komputer onboard AI4 milik Tesla, sehingga tidak membutuhkan koneksi internet untuk berkendara. Layanan robotaxi saat ini hanya beroperasi di pasar perkotaan padatāAustin, Houston, Dallas, dan Miamiādi mana cakupan seluler sudah kuat. Justru di area inilah koneksi satelit memberikan manfaat paling minim.
Tesla membingkai langkah ini sebagai opsi konektivitas tambahan untuk melacak robotaxi di area terpencil. Cybercab yang diperkenalkan pada Oktober 2024 ini dirancang sebagai robotaxi dua kursi seharga US$30.000 tanpa setir maupun pedal. Produksi telah dimulai di Giga Texas awal tahun ini, dengan lebih dari 100 unit terlihat di area pabrik pada Juliāmeskipun Tesla belum bisa menjual atau mengoperasikannya tanpa pengawasan manusia.
Baca Juga:
Integrasi yang Dianggap Tidak Berguna
Electrek menilai integrasi ini saat ini tidak terlalu berguna bagi Tesla. Langkah tersebut dinilai sebagai cara lain bagi Elon Musk untuk membuat Tesla membayar SpaceX. Kendaraan tidak membutuhkan antena untuk mengemudiākomputasi onboard yang menangani hal tersebut. Di area operasi robotaxi saat ini, konektivitas seluler sudah mencakup kebutuhan pemantauan jarak jauh dan dukungan teknis.
Pemasangan antena satelit menjadi hardware redundan di pasar-pasar tersebut, sekaligus menambah biaya, bobot, dan tagihan berulang pada kendaraan yang dirancang untuk dibangun dengan target biaya US$30.000. Musk sepanjang tahun ini telah mengalihkan sumber daya Tesla ke perusahaan-perusahaannya yang lain, mulai dari investasi xAI hingga wacana merger SpaceX-Tesla yang terus bergulir. Terminal Starlink di setiap Cybercab dapat menjadi sumber pendapatan berulang yang menarik bagi SpaceX.
Komentar tertinggi di unggahan tersebut menyindir: āAh ya, ini dia mata rantai yang hilang, satu-satunya hal yang menghalangi Tesla meluncurkan Robotaxis tanpa pengawasan dalam skala besar di berbagai pasar. Akhirnya terpecahkan dan mereka bisa mencapai 1 juta Robotaxis pada akhir 2021.ā
Mungkin ada rencana nyata untuk otonomi di area pedesaan atau antar kota di masa depan, namun hal tersebut masih membutuhkan waktu bertahun-tahun lagi. Kehadiran hardware ini juga beririsan dengan isu pengawasan kendaraan otonom yang masih menjadi perhatian regulator, sebagaimana kasus tilang Autopilot yang pernah terjadi.
Bagi pengamat industri, perkembangan ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan arah integrasi antar perusahaan Musk. Namun dari sisi fungsionalitas, integrasi Starlink pada Cybercab masih menyisakan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.





Komentar
Belum ada komentar.