📑 Daftar Isi

Ilustrasi integrasi operasi brand Avatr dan Deepal di bawah Changan Auto

Changan Gabung Avatr dan Deepal, Target Hemat 30 Persen

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Changan Auto bentuk AD Collaborative Development Department untuk integrasi Avatr dan Deepal
  • Target penghematan biaya 20-30 persen lewat sinergi riset, rantai pasok, dan manufaktur
  • Avatr turun 51,3 persen di H1 2026, Deepal naik 14,6 persen dengan ekspor melesat 141 persen
  • Restrukturisasi berbarengan dengan upaya IPO Avatr di Hong Kong
  • Target penjualan gabungan lebih dari 1,5 juta unit pada 2030

Telset.id – Changan Auto resmi membentuk “AD Collaborative Development Department” untuk mengintegrasikan operasi mid-to-back-office dua brand kendaraan energi baru (NEV) miliknya, Avatr dan Deepal. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya dan menekan investasi yang tumpang tindih, demikian dilaporkan The Paper. Meski melakukan restrukturisasi organisasi, Changan menegaskan posisi dan perencanaan strategis kedua brand tidak berubah, dan hak pengguna tidak akan terdampak.

Departemen baru yang dinamai dari inisial Avatr dan Deepal ini berfungsi sebagai departemen tier pertama di dalam grup, dengan fokus berbagi sumber daya pada riset dan pengembangan, rantai pasok, manufaktur, serta fungsi administratif. Changan menargetkan penghematan biaya 20 persen hingga 30 persen melalui sinergi tersebut. Operasi front-end seperti citra brand dan penjualan tetap independen, sementara sisi back-end dikonsolidasikan.

Dalam skema ini, Avatr ditugaskan membangun pusat bersama untuk desain, pengembangan produk, dan teknologi platform guna menopang kedua brand, sedangkan Deepal merampingkan unit bisnis internalnya. Changan sendiri memiliki tiga brand NEV: Nevo (Qiyuan), Deepal, dan Avatr.

Ilustrasi integrasi brand Avatr dan Deepal di bawah Changan Auto

Dua Realitas Pasar yang Kontras

Integrasi ini muncul saat kedua brand menghadapi kenyataan pasar yang bertolak belakang. Avatr diposisikan sebagai brand listrik pintar kelas atas dengan rentang harga 200.000 yuan (29.400 USD) hingga 700.000 yuan (102.900 USD). Brand ini menikmati kemitraan “CHN” bersama Changan, Huawei, dan CATL. Namun Avatr masih berjuang dengan profitabilitas dan volume penjualan, dengan pengiriman 27.619 unit pada paruh pertama 2026, turun 51,3 persen secara year-on-year.

Sebaliknya, Deepal yang melayani segmen NEV pasar massal dengan harga 100.000 yuan (14.700 USD) hingga 300.000 yuan (44.100 USD) menunjukkan pertumbuhan kuat. Pada paruh pertama 2026, Deepal mengirim 164.200 unit secara global, naik 14,6 persen year-on-year, dengan pengiriman luar negeri melesat 141 persen menjadi 35.800 unit.

Benturan dengan Rencana IPO Avatr

Waktu restrukturisasi ini berbarengan dengan upaya Avatr mengejar IPO di Hong Kong. Setelah mengajukan ulang prospektusnya pada Juni 2026, perusahaan berpotensi menghadapi pengawasan regulasi terkait stabilitas struktur organisasi dan independensi bisnis pasca-integrasi. Dengan mengonsolidasikan kedua brand, Changan menargetkan penjualan tahunan gabungan lebih dari 1,5 juta unit pada 2030.

Langkah Changan ini menambah daftar konsolidasi sumber daya di industri otomotif China. Dari integrasi FAW–GAC hingga kemitraan terbaru Geely dan Nio, pola serupa mulai terlihat. Di sisi produk, lini Changan terus bergerak, termasuk kehadiran Changan Nevo Q06 yang telah dijual di China, serta pengembangan baterai sodium-ion Changan yang mulai dipasang di mobil produksi massal.

Di segmen lain, rival seperti Chery juga memperkuat jajaran produknya melalui Chery iCaur V27 dengan baterai 51,2 kWh CATL dan jarak 300 km. Konsolidasi Changan menjadi cerminan bahwa efisiensi biaya dan skala menjadi kunci di tengah persaingan NEV yang semakin ketat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.