Telset.id – Claire McDonough, CFO Rivian, mengundurkan diri efektif 30 Oktober setelah hampir enam tahun menjabat, untuk menjadi chief financial officer di raksasa energi GE Vernova. Pengumuman ini muncul di momen paling krusial dalam sejarah Rivian, tepat saat perusahaan mulai meningkatkan produksi SUV R2, kendaraan yang menjadi taruhan utama masa depan perusahaan.
McDonough bergabung dengan Rivian pada Januari 2021 dan memimpin perusahaan melalui IPO senilai $13,7 miliar pada November 2021, yang hingga kini masih tercatat sebagai salah satu penawaran umum terbesar di Amerika Serikat dalam dekade ini. Ia pindah ke Pantai Timur untuk lebih dekat dengan keluarga, dan Rivian menegaskan bahwa kepergian ini “bukan akibat adanya perbedaan pendapat” dengan manajemen.
Transisi Kepemimpinan dan Latar Belakang CFO Baru
Derek Mulvey, VP of Finance Rivian, akan mengambil alih sebagai CFO interim mulai 30 Oktober. Mulvey bergabung dengan Rivian pada 2021 dan sebelumnya bekerja di J.P. Morgan. Perusahaan menyatakan sedang melakukan “pencarian menyeluruh” untuk CFO permanen, dengan mengevaluasi kandidat internal maupun eksternal. Sementara itu, McDonough akan tetap bertahan selama dua bulan untuk masa transisi.
Masa kepemimpinan McDonough mencakup seluruh perjalanan Rivian sebagai perusahaan publik. Selain IPO, ia turut menyusun joint venture Volkswagen senilai $5,8 miliar yang finalisasi pada November 2024 — kesepakatan yang memberi Rivian suntikan dana segar sekaligus pelanggan untuk platform perangkat lunaknya.
GE Vernova, hasil spin-off perusahaan peralatan listrik, telah menjadi salah satu saham favorit Wall Street berkat fokusnya pada AI dan jaringan listrik, didorong melonjaknya permintaan listrik dari pusat data. Bagi seorang CFO, ini adalah lompatan dari startup EV yang masih membakar uang menuju perusahaan energi mapan yang berada di pusat ledakan AI.
Saham Rivian menceritakan sisi lain dari kisah ini. RIVN debut di harga $78 pada November 2021 dan kini diperdagangkan di kisaran $17 — turun lebih dari 75% dari harga IPO-nya. Saham sempat melemah setelah kabar pengunduran diri CFO ini.
Waktu yang Tepat di Tengah Ramp R2
Kepergian McDonough terjadi tepat saat Rivian mulai mengirimkan kendaraan yang harus berhasil. Pengiriman R2 ke pelanggan dimulai pada Juni, dan perusahaan kini meningkatkan skala produksi di pabrik Normal, Illinois. Sepanjang 2026, Rivian telah memperkuat finansialnya untuk momen ini. Pada Juli, perusahaan meluncurkan penawaran 75 juta saham untuk mengumpulkan sekitar $1,5 miliar guna mendanai produksi R2.
Pendapatan kuartal kedua 2026 menunjukkan kenaikan 27% dengan margin kotor yang membaik — tanda awal bahwa struktur biaya yang dibangun McDonough mulai membuahkan hasil. R2 sendiri dibanderol dari $57.990, dengan versi RWD seharga $45.000 yang akan hadir kemudian. SUV ini ditargetkan langsung bersaing dengan Tesla Model Y, kendaraan SUV terlaris di dunia yang harus diambil pangsa pasarnya oleh Rivian untuk mencapai profitabilitas.
Menarik untuk dicermati bahwa momen transisi ini terjadi di tengah upaya Rivian mengejar target produksi. Perusahaan sebelumnya juga telah menyiapkan strategi lain untuk memperkuat posisinya, termasuk penambahan shift produksi demi mengejar profitabilitas.
Baca Juga:
Kehilangan CFO di tengah ramp produk yang menentukan memang tidak pernah ideal. Namun, keputusan ini lebih terkesan sebagai langkah pribadi daripada sinyal bahaya. Sebagai perbandingan, Tesla juga mengalami beberapa kali pergantian CEO dalam periode serupa. McDonough telah membimbing Rivian melalui IPO, kesepakatan Volkswagen, dan periode pembakaran kas yang berat. Ia pergi saat R2 akhirnya terkirim dan margin mulai bergerak ke arah yang benar.
Jika harus menyerahkan tongkat estafet, ini adalah momen yang bisa dipertahankan. Kepergian CFO Rivian ke perusahaan energi juga menjadi pengingat bahwa aksi nyata di sektor energi bersih saat ini justru ada di sektor kelistrikan itu sendiri. Bagi Rivian, tantangan ke depan adalah memastikan transisi kepemimpinan ini tidak mengganggu momentum produksi R2 yang sedang berjalan.
Dengan pencarian CFO permanen yang sedang berlangsung dan masa transisi dua bulan yang dijadwalkan, Rivian tampaknya berusaha meminimalkan gangguan. Pertanyaan besarnya kini adalah apakah perusahaan dapat mempertahankan fokus pada ramp produksi R2 sambil mencari pengganti permanen untuk salah satu posisi terpenting di perusahaan.
Keputusan McDonough untuk bergabung dengan GE Vernova juga menunjukkan pergeseran menarik di pasar energi. Sementara startup EV masih bergulat dengan profitabilitas, perusahaan energi mapan justru diuntungkan oleh ledakan permintaan listrik dari pusat data dan AI. Bagi para pengamat industri, ini menjadi sinyal tentang ke mana arah investasi di sektor energi bersih bergerak.
Rivian sendiri tetap pada jalurnya untuk menggenjot produksi R2. Dengan dukungan dana segar dari penawaran saham dan perbaikan margin, perusahaan berharap dapat mencapai titik impas dalam waktu dekat. Keberhasilan R2 menjadi kunci utama, dan semua perhatian kini tertuju pada kemampuan Rivian menjaga ritme produksi di tengah transisi kepemimpinan finansial ini.





Komentar
Belum ada komentar.