📑 Daftar Isi

Baterai Tectrans II CATL untuk kendaraan komersial ringan dengan teknologi pengisian 8C

CATL Luncurkan Baterai 8C untuk Kendaraan Komersial Ringan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • CATL resmi luncurkan Tectrans II, baterai 8C pertama untuk kendaraan komersial ringan (LCV)
  • Pengisian daya 20% ke 80% hanya dalam 6 menit 48 detik, penuh dalam 8 menit 56 detik
  • Garansi hingga 10 tahun atau 1.000.000 km dengan resistansi internal 50% dari rata-rata industri
  • Baterai tetap efisien di suhu -20°C, hanya butuh tambahan 2,5 menit untuk pengisian
  • CATL akan bangun 4.000 stasiun pengisian terintegrasi di 190 kota China tahun ini

Telset.id – Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) secara resmi meluncurkan baterai kendaraan komersial terbarunya, Tectrans II (Tianxing II), yang dirancang khusus untuk kendaraan komersial ringan (LCV) dengan menghadirkan tingkat pengisian daya puncak 8C pertama di sektor ini.

Baterai Tectrans II ini dirancang untuk membuat logistik elektrik senyaman pengisian bahan bakar tradisional. Dengan tingkat pengisian daya puncak 8C, baterai ini memungkinkan kendaraan untuk mengisi daya dari 20% hingga 80% State of Charge (SOC) dalam waktu 6 menit 48 detik, dengan pengisian penuh dicapai dalam 8 menit 56 detik.

Peluncuran ini mengikuti pengenalan baterai Shenxing generasi ketiga oleh CATL pada bulan April, yang menetapkan tolok ukur baru untuk kendaraan penumpang dengan mencapai pengisian 10% hingga 80% dalam waktu 3 menit 44 detik. Sementara Shenxing III berfokus pada performa ekstrem kendaraan penumpang dengan resistansi internal 0,25 milliohm, Tectrans II dioptimalkan untuk tuntutan berat logistik komersial, menawarkan keseimbangan antara kecepatan dan daya tahan.

Daya Tahan dan Ketahanan Cuaca Dingin

Operator komersial sering menghadapi persyaratan jarak tempuh tinggi, dan Tectrans II menjawabnya dengan garansi hingga 10 tahun atau 1.000.000 km. Untuk mencapai hal ini, CATL mengurangi resistansi internal sel menjadi 50% dari rata-rata industri, menurunkan panas yang dihasilkan selama pengisian cepat.

Selain itu, perusahaan menggunakan rekonstruksi antarmuka tingkat atom pada partikel grafit untuk meminimalkan kehilangan lithium, memastikan baterai tetap tahan lama sepanjang siklus hidup kendaraan.

Baterai ini juga unggul dalam kondisi ekstrem. Pada suhu serendah -20°C, Tectrans II hanya membutuhkan tambahan waktu 2 menit 30 detik untuk mengisi daya, memastikan operasi logistik tetap berjalan tanpa hambatan bahkan di iklim musim dingin yang keras. Ini dibangun di atas teknologi self-heating pulse yang diperkenalkan di Shenxing III, yang memungkinkan pengisian daya berkecepatan tinggi di lingkungan dingin tanpa memerlukan infrastruktur eksternal khusus.

CATL juga telah mengembangkan jaringan battery swap untuk mendukung ekosistem kendaraan listriknya.

Membangun Infrastruktur Pengisian Daya

Untuk mendukung penerapan Tectrans II, CATL meluncurkan jaringan stasiun “pengisian ultra-cepat dan penukaran baterai” yang terintegrasi. Stasiun-stasiun ini dirancang kompatibel dengan kendaraan penumpang dan komersial, melayani berbagai skenario logistik seperti distribusi perkotaan, transportasi antar kota, dan pengiriman rantai dingin.

Stasiun-stasiun tersebut dilengkapi dengan ultra-fast charging piles khusus dengan panjang kabel yang disesuaikan untuk mengakomodasi tata letak port pengisian spesifik dari micro-vans dan truk ringan, memungkinkan pengemudi untuk mencolokkan tanpa perlu memarkir kendaraan mereka.

CATL berencana untuk menyebarkan 4.000 stasiun terintegrasi ini di hampir 190 kota di China tahun ini. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam membangun infrastruktur yang diperlukan untuk adopsi kendaraan listrik komersial secara massal.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya CATL untuk standarisasi baterai global bersama mitra-mitra besarnya.

Dengan kecepatan pengisian yang mendekati waktu pengisian bahan bakar konvensional, Tectrans II berpotensi menjadi solusi bagi operator logistik yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa mengorbankan efisiensi operasional. Garansi 10 tahun atau 1.000.000 km juga memberikan keyakinan tambahan bagi bisnis yang membutuhkan keandalan jangka panjang.

Keberhasilan baterai ini di pasar China akan menjadi indikator penting bagi adopsi teknologi serupa di pasar global, termasuk di Indonesia yang memiliki sektor logistik yang terus berkembang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.