πŸ“‘ Daftar Isi

Cartrack AI Dashcam Pro Deteksi Pengemudi Ngantuk Real-Time

Cartrack AI Dashcam Pro Deteksi Pengemudi Ngantuk Real-Time

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Cartrack meluncurkan AI Dashcam Pro, perangkat kamera dashboard berbasis kecerdasan buatan yang mampu mendeteksi perilaku pengemudi berisiko secara real-time. Peluncuran ini berlangsung dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/9/2026), dan menandai masuknya teknologi AI ke perangkat keselamatan berkendara yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai perekam perjalanan.

Perangkat ini dihadirkan Cartrack, perusahaan yang bergerak di bidang solusi telematika dan manajemen armada. Kemampuan utama AI Dashcam Pro adalah mendeteksi kelelahan, gangguan konsentrasi, penggunaan ponsel, dan berbagai kejadian berisiko lainnya saat hal tersebut terjadi. Deteksi dilakukan langsung di dalam kabin, bukan setelah kejadian berlalu.

Chief Strategy & Marketing Officer Cartrack Carmen Calisto menyatakan bahwa pendekatan ini berangkat dari data kecelakaan lalu lintas yang dipicu faktor manusia. Menurutnya, sejumlah kecelakaan dapat dihindari jika perilaku berkendara yang berisiko dapat dideteksi dan diperbaiki lebih awal. Pernyataan itu disampaikan Carmen dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Head of Sales Cartrack Indonesia Enrico Putra Mustamu menjelaskan bahwa kamera AI Dashcam bekerja dengan mendeteksi wajah serta perilaku pengemudi saat berkendara. Selama pengemudi tetap fokus pada jalan dan tidak menunjukkan tanda-tanda mengantuk, sistem tidak akan memberikan peringatan. Peringatan baru muncul ketika terdeteksi perilaku yang berpotensi mengganggu aktivitas mengemudi.

β€œJadi AI itu akan meng-capture perilaku-perilaku yang tidak dikehendaki real-time. Jadi kata kuncinya di sini adalah real-time,” ujar Enrico. Penekanan pada aspek real-time ini menjadi pembeda utama AI Dashcam Pro dibandingkan dashcam konvensional yang umumnya hanya menyimpan rekaman untuk ditinjau setelah kejadian. Bagi pengguna yang ingin memahami dasar teknologi serupa, ada baiknya menyimak penjelasan soal ubah ponsel lama menjadi dashcam sederhana.

Perilaku Berisiko yang Dideteksi AI Dashcam Pro

AI Dashcam Pro, kata Enrico, dapat mendeteksi sejumlah perilaku berisiko. Salah satunya adalah peringatan tabrakan dari arah depan. Ketika kendaraan melaju pada kecepatan tertentu dan jaraknya terlalu dekat dengan kendaraan di depan, sistem akan memberikan peringatan langsung kepada pengemudi di dalam kabin.

Sistem juga mendeteksi perilaku pengemudi seperti mata yang mulai tertutup, menguap, atau terlalu terdistraksi sehingga tidak melihat ke arah jalan. Ketika kondisi tersebut terdeteksi, AI Dashcam akan memberikan peringatan. Kombinasi indikator ini menyasar tanda-tanda awal kelelahan dan hilangnya konsentrasi yang kerap menjadi pemicu kecelakaan.

Ketika sebuah kejadian berisiko tinggi terdeteksi, AI Dashcam memberikan peringatan audio di dalam kabin untuk memberitahu pengemudi. Selain itu, kursi pengemudi juga akan bergetar sehingga mendorong pengemudi untuk segera melakukan koreksi saat berkendara. Umpan balik fisik berupa getaran ini menjadi lapisan peringatan tambahan ketika peringatan audio tidak cukup menarik perhatian.

Selain kemampuan deteksi, AI Dash Pro juga dapat berkomunikasi langsung dengan pengemudi melalui fitur panggilan dua arah di dalam kabin. Fitur ini memungkinkan fleet manager memberikan peringatan kepada pengemudi secara langsung. AI Dash Pro juga dilengkapi fitur yang menyimpan rekaman kejadian, sehingga momen berisiko dapat ditinjau kembali.

Dari Perekam Menjadi Sistem Peringatan Aktif

Perangkat dashcam pada kendaraan sebelumnya identik dengan fungsi perekam perjalanan. Rekaman itu umumnya baru digunakan setelah terjadi insiden, baik untuk keperluan klaim asuransi maupun pembuktian. AI Dashcam Pro menggeser fungsi tersebut menjadi sistem peringatan aktif yang bekerja selama perjalanan berlangsung.

Pendekatan ini sejalan dengan arah perkembangan teknologi keselamatan berkendara yang mulai mengadopsi AI. Perangkat tidak lagi pasif menunggu kejadian, tetapi ikut mengawasi kondisi pengemudi dan lingkungan sekitar kendaraan secara berkelanjutan. Perkembangan serupa juga terlihat pada perangkat lain yang mengandalkan AI untuk fungsi pendampingan harian, seperti yang dibahas dalam ulasan manajer hidup AI.

Bagi Cartrack, kehadiran AI Dashcam Pro melengkapi portofolio solusi telematika dan manajemen armada yang sudah dijalankan perusahaan. Fokus pada deteksi perilaku pengemudi menunjukkan bahwa perusahaan memosisikan perangkat ini bukan sekadar alat pemantauan kendaraan, melainkan bagian dari upaya pencegahan kecelakaan. Pembahasan mengenai keterbatasan sistem bantuan berkendara juga pernah muncul dalam kasus fitur FSD Tesla.

Dalam konferensi pers tersebut, Carmen merujuk pada data kecelakaan lalu lintas yang dipicu faktor manusia. Karena itu, deteksi dini terhadap perilaku berkendara berisiko dinilai menjadi salah satu jalur yang bisa ditempuh untuk mengurangi potensi kecelakaan. AI Dashcam Pro menempatkan deteksi itu di dalam kabin, tepat pada momen perilaku berisiko muncul.

Kemampuan panggilan dua arah menambah dimensi pengawasan bagi operator armada. Fleet manager tidak hanya menerima notifikasi, tetapi dapat langsung berbicara dengan pengemudi ketika sistem mendeteksi kejadian berisiko tinggi. Fitur penyimpanan rekaman kejadian melengkapi alur tersebut dengan dokumentasi yang bisa ditinjau kembali.

Dengan kombinasi deteksi real-time, peringatan audio, getaran kursi, komunikasi dua arah, dan penyimpanan rekaman, AI Dashcam Pro memindahkan titik intervensi keselamatan ke detik-detik sebelum insiden terjadi. Perangkat ini dipresentasikan Cartrack di Jakarta pada 24 September 2026 sebagai bagian dari solusi telematika dan manajemen armada perusahaan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.