šŸ“‘ Daftar Isi

Prototipe sedan mewah BYD Yangwang HU dengan grille tegak dan LiDAR di atap saat pengujian

BYD Yangwang HU Tertangkap Kamera Jelang Debut di UEA

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • BYD Yangwang HU kembali tertangkap kamera jelang debut di UEA, dikonfirmasi Hu Xiaoqing pada 21 Oktober 2026
  • Desain fascia depan tegak dengan grille persegi dan lampu split vertikal, berbeda dari U7
  • Unit LiDAR atap terlihat, tapi kemampuan bantuan pengemudi final belum dipastikan
  • Panjang diperkirakan 5.500 mm dengan pintu coach door berengsel belakang
  • Harga diperkirakan di atas 2.000.000 yuan (sekitar 299.600 dolar AS), masih estimasi
  • Konfigurasi motor, suspensi, dan baterai solid-state belum dikonfirmasi BYD

Telset.id – Prototipe sedan flagship BYD Yangwang yang masih memakai kode internal HU kembali tertangkap kamera mata-mata di China, menjelang debutnya di Uni Emirat Arab. Foto terbaru yang dipublikasikan Autohome memperlihatkan detail fascia depan sedan mewah tersebut, termasuk grille tegak dan unit LiDAR di atap kendaraan.

Kabar soal kemunculan HU di UEA pertama kali dikonfirmasi oleh General Manager Divisi Penjualan Yangwang, Hu Xiaoqing, pada 21 Oktober 2026. Meski begitu, BYD belum mengumumkan tanggal maupun lokasi peluncurannya secara resmi. Artinya, publik baru bisa memastikan jadwal debut HU setelah ada pengumuman lanjutan dari pabrikan.

Dari sisi desain, HU mengambil arah yang berbeda dari Yangwang U7. Jika U7 punya moncong rendah dan melengkung, HU justru tampil dengan fascia depan tegak yang mengingatkan pada motif bejana perunggu yang jadi ciri khas SUV U8 dan U8L. Grille berbentuk persegi tinggi diapit lampu utama split yang disusun vertikal.

Prototipe sedan BYD Yangwang HU dengan grille tegak dan LiDAR atap

Unit LiDAR terlihat menonjol di atas kaca depan, mengonfirmasi keberadaan perangkat sensor laser atap pada mobil yang difoto. Namun, kehadiran komponen ini belum bisa dijadikan patokan soal kemampuan bantuan pengemudi final yang akan dibawa HU. Pabrikan masih menyimpan detail teknis tersebut.

Profil samping menunjukkan bodi panjang dengan overhang depan relatif pendek dan bagian buritan yang memanjang. Foto-foto itu juga memperlihatkan apa yang tampak sebagai pintu coach door berengsel belakang. Laporan media sebelumnya memperkirakan panjang sedan ini sekitar 5.500 mm.

Yangwang sendiri sudah membangun reputasi lewat U8, U9, dan U7 yang memakai arsitektur quad-motor e⁓ milik BYD serta varian sistem suspensi aktif DiSus. Namun, BYD belum mengonfirmasi konfigurasi motor, output tenaga, spesifikasi suspensi, maupun bobot kosong HU. Foto baru ini melengkapi detail fascia depan yang sebelumnya hanya terlihat lewat gambar teaser resmi pada 23 September 2026, yang memperkenalkan siluet dan pintu coach door sedan tersebut.

Harga Diperkirakan Tembus Rp4 Miliar Lebih

Salah satu aspek yang paling banyak diperbincangkan adalah soal harga. Media China memperkirakan harga HU berada di atas 2.000.000 yuan atau setara sekitar 299.600 dolar AS. Angka ini masih sebatas estimasi, bukan harga ritel resmi yang diumumkan pabrikan.

Sebagai pembanding domestik, ada Maextro S800 racikan JAC-Huawei. Sedan sepanjang 5.480 mm itu dibanderol antara 728.000 yuan hingga 1.018.000 yuan, atau sekitar 109.000 hingga 152.200 dolar AS. Berdasarkan data China EV DataTracker, sebanyak 486 unit S800 terjual pada September 2026.

Jika target harga HU yang dilaporkan akurat, sedan ini akan dijual sekitar dua kali lipat versi termahal S800. Artinya, HU menempati bracket harga yang jauh lebih tinggi dan tidak benar-benar bersaing langsung di segmen yang sama dengan Maextro S800. Posisi ini sejalan dengan arah Yangwang yang memang diposisikan sebagai merek paling premium di bawah payung BYD.

Sedan Yangwang HU saat pengujian jalan dan sirkuit bowl berkecepatan tinggi

Baterai Solid-State Masih Spekulasi

Isu baterai solid-state juga menempel pada HU. Sejumlah laporan media mengaitkan sedan ini dengan teknologi tersebut, tetapi Yangwang belum mengungkap kimia baterai maupun konfigurasi produksinya. Klaim soal baterai solid-state pun belum bisa dianggap sebagai spesifikasi resmi.

Yang terkonfirmasi adalah pernyataan Executive Vice President BYD, Stella Li, pada September 2026. Ia menyebut perusahaan berencana menghadirkan kendaraan yang memakai teknologi baterai solid-state pada 2027. Stella tidak menyebut model spesifik maupun tanggal peluncuran ritelnya.

Chief Technology Officer FinDreams Battery, Sun Huajun, memaparkan peta jalan yang mencakup uji coba kendaraan dalam skala kecil sekitar 2027 dan produksi komersial massal sekitar 2030. Keduanya merupakan target program baterai, bukan spesifikasi atau jadwal peluncuran HU yang sudah pasti. Dengan kata lain, masih terlalu dini menyimpulkan bahwa HU akan jadi model pertama yang membawa baterai solid-state BYD.

HU sendiri diposisikan untuk memperluas jajaran sedan Yangwang di luar U7. Sebagai gambaran kompetisi, sedan ini berpotensi dibandingkan dengan Maextro S800, Nio ET9, hingga Mercedes-Maybach S-Class. Namun, penilaian yang bermakna baru bisa dilakukan setelah harga, spesifikasi powertrain, dan ketersediaan pasar terkonfirmasi. Sebelum itu, semua perbandingan masih bersifat sementara.

Yang jelas, HU masih berstatus kode proyek internal. Nama ritel finalnya belum diumumkan, begitu pula tanggal peluncuran pastinya di UEA. Publik tinggal menunggu apakah teknologi disruptif yang diuji BYD di sedan mewah ini benar-benar terbawa ke versi produksi, atau justru hanya jadi bahan spekulasi di tengah derasnya bocoran.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.