Telset.id – BYD resmi meluncurkan varian terbaru dari crossover plug-in hybrid (PHEV) Song Pro DM-i di China pada April 2026. Varian yang diberi nama Flying Edition ini menawarkan jangkauan listrik hingga 301 kilometer, menjadikannya salah satu PHEV dengan kemampuan tempuh baterai tertinggi di kelasnya.
Peluncuran ini terjadi di tengah tekanan pasar yang signifikan. Berdasarkan data dari China EV DataTracker, BYD hanya mengirimkan 30.819 unit Song Pro pada kuartal pertama 2026. Angka ini menurun drastis sebesar 40,2% Year-Over-Year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan penjualan yang tajam ini menandakan bahwa produsen kendaraan energi baru (NEV) terbesar di dunia tersebut membutuhkan varian Song Pro DM-i yang lebih kompetitif. Flying Edition hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut.
Spesifikasi dan Harga BYD Song Pro DM-i Flying Edition
Secara eksterior, BYD Song Pro DM-i Flying Edition masih mempertahankan desain yang identik dengan pendahulunya. Crossover kompak ini memiliki dimensi panjang 4.735 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.690 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.712 mm, dan kabinnya mampu menampung lima penumpang.
Di bagian interior, konsol tengah mobil ini mengadopsi layar sentuh floating berukuran 15,6 inci. Tuas transmisi ditempatkan di belakang setir dua jari-jari.

Salah satu fitur unggulan yang menjadi standar pada Flying Edition adalah sistem kontrol peredaman berkelanjutan DiSus-C. Sistem ini diklaim mampu beradaptasi dengan kondisi berkendara dalam hitungan milidetik, menekan body roll, dan meningkatkan handling.
Selain itu, mobil ini juga dibekali sistem kontrol stabilitas saat pecah ban kecepatan tinggi. Sistem ini mengoordinasikan penggerak dan pengereman untuk mencegah hilangnya kendali.
Dari segi sistem bantuan pengemudi (ADAS), Song Pro DM-i Flying Edition hadir standar dengan DiSus 100 (“God’s Eye C”). Sistem ini mampu menjalankan fitur Navigate On Autopilot (NOA) di jalan tol. Namun, pembeli dapat memilih opsi paket DiPilot 300 (“God’s Eye B”) yang berbasis LiDAR.
Paket DiPilot 300 dibanderol dengan harga tambahan 9.900 yuan (sekitar Rp22 juta). Dengan paket ini, mobil dapat melakukan fungsi NOA di jalan perkotaan dan mendukung lebih dari 300 skenario parkir.

Untuk urusan dapur pacu, Song Pro DM-i Flying Edition mengadopsi mesin pembakaran internal (ICE) 1,5 liter yang menghasilkan 74 kW (99 hp). Mesin ini bekerja bersama motor listrik 120 kW (161 hp) yang menggerakkan poros depan.
Dua varian baterai LFP tersedia dengan kapasitas mulai dari 26,6 kWh hingga 34,27 kWh. Jarak tempuh listrik mobil ini berkisar antara 220 km hingga 301 km dalam kondisi CLTC. Untuk varian tertinggi, terjadi peningkatan jarak tempuh listrik sebesar 33,3% dibandingkan pendahulunya. Konsumsi bahan bakar campuran Song Pro DM-i tercatat 3,2 liter per 100 km.
BYD Song Pro DM-i Flying Edition tersedia dalam empat level trim dengan harga sebagai berikut:
- BYD Song Pro DM-i Flying Edition 220 km Leading – 102.900 yuan (sekitar Rp229,5 juta)
- BYD Song Pro DM-i Flying Edition 220 km Transcend – 115.900 yuan (sekitar Rp258,5 juta)
- BYD Song Pro DM-i Flying Edition 301 km Transcend – 118.900 yuan (sekitar Rp265,2 juta)
- BYD Song Pro DM-i Flying Edition 301 km Excellent – 132.900 yuan (sekitar Rp296,4 juta)
Analisis Pasar dan Implikasi
Peluncuran BYD Song Pro DM-i Flying Edition merupakan respons langsung terhadap penurunan penjualan yang dialami model Song Pro. Data menunjukkan bahwa pada Q1 2026, BYD hanya mengirimkan 30.819 unit, turun 40,2% YoY. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar menuntut inovasi dan daya saing yang lebih tinggi.
Dengan menawarkan jarak tempuh listrik hingga 301 km, BYD secara efektif mengatasi salah satu kelemahan utama PHEV, yaitu ketergantungan pada mesin bensin untuk perjalanan jauh. Jarak tempuh ini bahkan melampaui beberapa mobil listrik murni (BEV) di kelas entry-level.
Selain itu, kehadiran opsi ADAS berbasis LiDAR (DiPilot 300) menunjukkan bahwa BYD tidak hanya fokus pada efisiensi bahan bakar, tetapi juga pada teknologi otonom. Fitur NOA di jalan perkotaan dan lebih dari 300 skenario parkir menjadi nilai jual yang signifikan di segmen crossover kompak.

Namun, pertanyaan besar tetap ada: apakah peningkatan spesifikasi ini cukup untuk membalikkan tren penurunan penjualan? Pasar kendaraan energi baru di China semakin ramai dengan munculnya pesaing-pesaing baru yang juga menawarkan teknologi canggih dengan harga kompetitif.
BYD perlu memastikan bahwa strategi harga dan pemasaran untuk Flying Edition tepat sasaran. Harga mulai dari 102.900 yuan (sekitar Rp229,5 juta) hingga 132.900 yuan (sekitar Rp296,4 juta) menempatkan mobil ini di segmen yang sangat kompetitif.
Dengan peluncuran ini, BYD menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar NEV global. Namun, data penjualan Q1 2026 menjadi pengingat bahwa tidak ada posisi yang aman di industri ini tanpa adaptasi yang cepat.




