Telset.id – BYD Racco, mobil listrik kei car pertama dari pabrikan China, mencatatkan lebih dari 5.000 pemesanan hanya dalam satu minggu sejak diluncurkan di Jepang pada 21 Juli 2026. Angka ini sudah mencapai setengah dari target awal 10.000 unit yang ditetapkan BYD hingga akhir tahun.
Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa BYD berhasil menembus pasar yang selama ini didominasi oleh merek domestik seperti Nissan, Honda, Toyota, dan Suzuki. Respons positif ini jauh lebih kuat dibandingkan peluncuran kendaraan BYD sebelumnya di Jepang.
Menurut laporan dari ChinaEVHome, lalu lintas pengunjung di ruang pamer juga meningkat drastis. Beberapa dealer melaporkan lebih dari 200 kunjungan pelanggan per hari. Di ruang pamer tersibuk, BYD bahkan mencatatkan lebih dari 60 pemesanan dengan deposit dalam satu hari.

Fakta menarik lainnya, 70% pemegang reservasi berencana menukar mobil kei car lama mereka dengan BYD Racco. Sementara 30% sisanya akan menjadikan Racco sebagai kendaraan kedua. Hal ini menunjukkan bahwa BYD Racco tidak hanya menarik pembeli baru, tetapi juga mampu menggeser loyalitas pengguna kei car tradisional.
Keunggulan BYD Racco Dibanding Kompetitor
Ketertarikan pembeli terhadap BYD Racco didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, efisiensi dan biaya perawatan yang lebih rendah berkat teknologi penggerak listrik. Kedua, Racco hadir sebagai software-defined vehicle (SDV) yang lebih canggih, dengan pembaruan perangkat lunak berkala untuk menghadirkan fitur-fitur baru, mirip seperti ponsel pintar.
Dari segi harga, BYD Racco varian dasar dibanderol mulai ¥2.145.000, atau sekitar $13.100. Setelah dikurangi subsidi pemerintah sebesar ¥150.000 ($900), harga efektifnya menjadi ¥1.995.000 ($12.200). Dengan harga ini, Racco lebih murah dibandingkan Nissan Sakura, mobil listrik terlaris di Jepang saat ini, yang dibanderol mulai ¥2.448.600 ($15.000).
Untuk performa, varian Racco 200 menggunakan baterai LFP 22,4 kWh dengan jarak tempuh WLTC 210 km. Sementara varian 300 Plus dan Premium menggunakan baterai 35,84 kWh dengan jarak tempuh hingga 320 km, menjadikannya kei EV pertama di Jepang yang menawarkan jarak tempuh di atas 300 km.
Meskipun Honda N-Box, kendaraan terlaris di Jepang, sedikit lebih murah dengan harga mulai ¥1.739.100 ($10.500), BYD Racco menawarkan keunggulan signifikan dalam hal biaya operasional dan fitur teknologi yang tidak dimiliki oleh mobil bermesin konvensional.
Spesifikasi dan Harga BYD Racco
BYD menawarkan tiga varian BYD Racco dengan harga dan jarak tempuh yang berbeda. Varian termurah, Racco 200, dibanderol ¥2.145.000 ($13.100) dengan jarak tempuh 210 km. Varian menengah, Racco 300 Plus, dibanderol ¥2.398.000 ($14.600) dengan jarak tempuh 320 km. Varian tertinggi, Racco 300 Premium, dibanderol ¥2.497.000 ($15.200) dengan jarak tempuh yang sama, 320 km.
Semua varian menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang dikenal lebih aman dan tahan lama. Keunggulan ini menjadi nilai jual utama bagi konsumen Jepang yang sangat memperhatikan keandalan dan biaya jangka panjang.
Keberhasilan BYD Racco di Jepang juga menunjukkan bahwa strategi BYD untuk menghadirkan kendaraan listrik yang terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan pasar lokal berhasil. Mobil kei car merupakan segmen terbesar di Jepang, dan BYD menjadi merek asing pertama yang berhasil masuk ke segmen ini dengan produk yang kompetitif.
Dengan lebih dari 5.000 pemesanan dalam seminggu, BYD optimis dapat mencapai target 10.000 unit sebelum akhir tahun 2026. Jika tren ini berlanjut, BYD Racco berpotensi menjadi mobil listrik terlaris di Jepang dan mengubah peta persaingan di segmen kei car.
Fenomena ini tidak hanya menarik bagi industri otomotif global, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi pabrikan lain yang ingin memasuki pasar Jepang. BYD membuktikan bahwa dengan produk yang tepat, harga yang kompetitif, dan teknologi yang unggul, merek asing pun bisa bersaing di pasar yang sangat protektif sekalipun.





Komentar
Belum ada komentar.