Telset.id – BYD Qin Max, sedan mid-size dengan varian BEV dan PHEV, mulai terlihat di dealer-dealer China menjelang peluncuran resmi yang dijadwalkan pada 13 Agustus 2026. Foto-foto unit yang dipajang di showroom dibagikan oleh Lu Tian, general manager divisi penjualan BYD Dynasty Network, pada 31 Juli 2026.
Kedatangan unit di dealer ini menandai tahap akhir persiapan peluncuran, setelah BYD memulai kampanye pemasaran pada Juli 2026 dengan merilis gambar resmi dan foto interior. Sebelumnya, sedan ini pertama kali terungkap melalui proses homologasi domestik oleh regulator pemerintah China.
BYD Qin Max yang terlihat di dealer mengenakan warna abu-abu, menampilkan desain eksterior dengan headlamp tajam, elemen krom “Dragon Whiskers”, gagang pintu semi-tersembunyi, velg 18 inci, dan lampu belakang tunggal. Fitur yang paling menonjol adalah keberadaan sensor LiDAR di atap, bagian dari sistem bantuan mengemudi DiPilot 300 (“God’s Eye B”) dengan lampu biru khas yang akan segera dilarang di China.

Dari segi dimensi, BYD Qin Max adalah sedan mid-size dengan panjang 4.866 mm, lebar 1.880 mm, tinggi 1.495 mm, dan jarak sumbu roda 2.820 mm. Ukuran ini membuatnya 73 mm lebih panjang, 60 mm lebih lebar, dan 58 mm lebih tinggi dibandingkan Mercedes-Benz C-Class.
Kabin Qin Max menawarkan layar sentuh floating dan panel instrumen LCD di dashboard, setir dua jari-jari dengan tuas persneling di belakangnya, serta bantalan pengisian daya nirkabel untuk ponsel di konsol tengah. Kendaraan ini juga kompatibel dengan aksesori BYD Smart Button.
Spesifikasi Varian BEV dan PHEV
Untuk varian all-electric, BYD Qin Max hadir standar dengan satu motor listrik bertenaga 120 kW (161 hp), ditenagai baterai LFP 52,868 kWh dari anak perusahaan BYD, FinDreams. Varian ini mampu menempuh jarak hingga 530 km dalam kondisi CLTC. Varian yang lebih mahal menawarkan motor listrik 240 kW (322 hp) dengan paket baterai 64,315 kWh untuk jarak tempuh 630 km CLTC.
Teknologi yang menjadi sorotan adalah dukungan flash-charging pada varian EV, yang mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam sembilan menit.
Sementara itu, varian plug-in hybrid Qin Max DM-i dibekali mesin 1,5 liter naturally aspirated dengan tenaga 74 kW (99 hp). Motor listriknya memberikan tenaga puncak 175 kW (235 hp), dengan paket baterai lithium iron phosphate (LFP).
BYD saat ini menjual dua model seri Qin di China: Qin Plus dan Qin L. Berdasarkan data China EV DataTracker, BYD mengirimkan 68.369 unit Qin Plus secara domestik pada H1 2026, turun 58,2 persen year-over-year. Adapun volume penjualan Qin L mencapai 53.704 unit di China pada periode yang sama, turun 60,2 persen Y-O-Y.

Baca Juga:
Peluncuran BYD Qin Max pada 13 Agustus nanti akan menjadi momen penting bagi lini sedan BYD, mengingat penurunan penjualan yang signifikan pada model Qin Plus dan Qin L di paruh pertama 2026. Dengan hadirnya teknologi flash charging dan sistem DiPilot 300, Qin Max diharapkan dapat memperkuat posisi BYD di segmen sedan mid-size. Informasi lebih lanjut mengenai BYD Qin Max akan menyusul seiring mendekati tanggal peluncuran.





Komentar
Belum ada komentar.