📑 Daftar Isi

BYD Qin Max EV tampak depan dengan desain grille tertutup dan lampu LED ramping

BYD Qin Max EV Flash Charging Mulai Masuk Dealer, Ini Bocorannya

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • BYD Qin Max EV resmi mulai dikirim ke dealer di China jelang peluncuran bulan depan
  • Diposisikan sebagai varian "super-sized" keluarga Qin, di atas Qin L yang setara Tesla Model 3
  • Teknologi Flash Charging dengan baterai Blade 2.0 mampu isi daya 10%-97% hanya dalam 9 menit
  • Dimensi: panjang 4.866 mm, lebar 1.880 mm, tinggi 1.495 mm, wheelbase 2.790 mm
  • Dua pilihan motor: 160 hp (120 kW) dan 321 hp (240 kW)
  • Baterai 52,868 kWh (jarak 530 km) dan 64,315 kWh (jarak 630 km) standar CLTC
  • Tersedia varian EV dan PHEV, dengan desain interior layar besar dan setir dua palang
  • Diharapkan hadir dengan sistem God's Eye B dan ADAS

Telset.id – BYD resmi mengumumkan sedan listrik anyar Qin Max EV dengan teknologi Flash Charging mulai dikirim ke dealer-dealer di China, menjelang peluncuran resminya bulan depan. Model ini diposisikan sebagai varian “super-sized” dari keluarga Qin, berada di atas Qin L yang berukuran setara Tesla Model 3.

Lu Tian, general manager lini Dynasty BYD, mengonfirmasi kabar tersebut pada Jumat lalu. Ia menyebut Qin Max sengaja diciptakan sebagai “sedan B-segment fast-charging yang benar-benar berbeda untuk anak muda”. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa BYD tidak sekadar memperbesar Qin L, melainkan menghadirkan pendekatan baru pada segmen sedan listrik menengah.

Antusiasme publik China terhadap Qin Max sebenarnya sudah terbangun cukup lama. Sejak awal tahun, sedan ini masuk dalam daftar kendaraan energi baru (NEV) yang disetujui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China untuk dijual. Bocoran spesifikasi dari dokumen MIIT pun menjadi rujukan utama sebelum peluncuran resmi.

BYD-Qin-Max-EV

Dimensi Lebih Besar dari Tesla Model 3

Dari data MIIT, Qin Max memiliki panjang 4.866 mm, lebar 1.880 mm, dan tinggi 1.495 mm dengan jarak sumbu roda 2.790 mm. Sebagai perbandingan, Tesla Model 3 yang menjadi pesaing utamanya memiliki panjang 4.720 mm, lebar 1.933 mm, dan tinggi 1.442 mm dengan wheelbase 2.875 mm. Artinya, Qin Max lebih panjang dan lebih tinggi, meski sedikit lebih sempit dari Model 3.

BYD belum mengungkap detail teknis lengkap, tetapi kendaraan dengan baterai Blade 2.0 dan sistem Flash Charging milik BYD diklaim mampu mengisi daya dari 10% ke 97% hanya dalam sembilan menit. Untuk pengisian dari 10% ke 70%, waktu yang dibutuhkan bahkan lebih singkat, yakni lima menit.

Dua Varian Powertrain dan Baterai

Qin Max akan tersedia dalam dua pilihan powertrain, yaitu listrik murni (EV) dan plug-in hybrid (PHEV). Untuk varian EV, motor listriknya menawarkan dua output daya: 160 hp (120 kW) atau 321 hp (240 kW).

Menurut CarNewsChina, Qin Max EV akan dibekali baterai BYD Blade berkapasitas 52,868 kWh dan 64,315 kWh. Dengan baterai tersebut, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 530 km untuk varian kecil dan 630 km untuk varian besar berdasarkan standar CLTC.

BYD-Qin-Max-EV-interior

Desain Eksterior dan Interior

Dari sisi tampilan, Qin Max mempertahankan bahasa desain khas keluarga Qin dengan grille tertutup, lampu utama LED ramping, dan light bar LED yang membentang penuh di bagian belakang. Dari profil samping, bentuknya memiliki kemiripan dengan Tesla Model 3.

Interiornya mengusung layar infotainment sentral berukuran besar, cluster instrumen yang lebih kecil, pengisi daya nirkabel untuk ponsel, serta setir dua palang. Seperti kebanyakan kendaraan baru BYD, Qin Max diharapkan hadir dengan sistem kecerdasan buatan God’s Eye B dan ADAS.

Kedatangan Qin Max terjadi setelah BYD meluncurkan Qin L EV tahun lalu dengan banderol mulai 119.800 yuan (sekitar Rp 265 jutaan). BYD mengklaim berhasil menjual lebih dari 10.000 unit Qin L EV pada pekan pertamanya. Kini, model Max yang lebih besar dengan Flash Charging tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial China.

Kehadiran Qin Max menegaskan strategi BYD untuk terus memperluas lini Qin dengan varian yang lebih premium. Keberhasilan Qin L EV yang langsung mencatat penjualan impresif di pekan pertama menjadi modal bagi BYD untuk membangun hype serupa pada Qin Max.

Dengan klaim pengisian daya super cepat yang hanya membutuhkan sembilan menit untuk mencapai 97 persen, Qin Max berpotensi menjawab salah satu kekhawatiran terbesar pengguna kendaraan listrik, yaitu waktu charging. BYD sendiri belum mengungkap harga resmi, namun mengingat posisinya di atas Qin L, banderolnya dipastikan lebih tinggi.

Teknologi Flash Charging yang diusung Qin Max juga menjadi pembeda utama dibanding model lain di kelasnya. BYD tampaknya serius ingin menggeser dominasi Tesla Model 3 di segmen sedan listrik menengah, setidaknya di pasar domestik China.

Informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi lengkap, harga, dan tanggal peluncuran resmi Qin Max diperkirakan akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Publik China dan pengamat industri otomotif global sama-sama menantikan kehadiran sedan listrik anyar ini.

Strategi BYD yang agresif di segmen B-segment ini menunjukkan bahwa persaingan sedan listrik menengah semakin ketat. Dengan kombinasi dimensi besar, teknologi pengisian cepat, dan harga kompetitif, Qin Max berpotensi menjadi game changer di pasar kendaraan listrik China.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.