Telset.id â Bentley resmi memperkenalkan Torcal, kendaraan listrik pertamanya, dalam debut global di London pada 23 September 2026. Torcal hadir sebagai SUV dan menjadi lini model keempat Bentley setelah Continental GT, Flying Spur, dan Bentayga. Mobil ini dirancang, direkayasa, dan dibangun di Crewe, Inggris, dengan tenaga hingga 888 PS, baterai 113 kWh, serta jarak tempuh hingga 375 mil (600 km) WLTP.
Langkah ini menutup penantian hampir satu dekade. Bentley telah membicarakan EV sejak lama, sempat mengangkat wacana SUV listrik berukuran lebih kecil di bawah Bentayga pada 2017, lalu pada 2024 mengonfirmasi EV pertamanya sebagai SUV urban ramping yang meluncur 2026. Torcal adalah jawaban atas janji tersebut. Dengan panjang lima meter, Torcal menjadi model empat pintu terpendek Bentley, namun tetap menyediakan bagasi 460 liter plus frunk 90 liter.
Dari sisi desain, tim Design Director Robin Page memberi Torcal wheelbase panjang, overhang pendek, dan grille diamond menyala yang meminjam bahasa desain Continental T. Ini juga menjadi Bentley pertama yang memakai emblem hasil redesain. Detail lengkap soal jadwal peluncurannya pernah dibahas dalam artikel debut 23 September.
Dua Varian, Satu Platform Listrik
Bentley memasarkan Torcal dalam dua trim. Versi Torcal menghasilkan 821 PS (810 hp), torsi 1.194 Nm (881 lb-ft), akselerasi 0-60 mph dalam 3,3 detik, dan kecepatan puncak 155 mph. Versi Torcal S menawarkan 888 PS (876 hp), torsi 1.350 Nm (996 lb-ft) dengan Launch Control, 0-60 mph dalam 2,8 detik, dan top speed 162 mph. Angka ini terbilang cepat untuk SUV berbobot, tetapi jauh dari klaim â1.400 HPâ dan 0-60 mph 1,5 detik yang pernah dijanjikan mantan CEO Adrian Hallmark pada 2022. Bentley menyatakan sengaja membatasi akselerasi karena mayoritas pelanggannya menganggap performa yang lebih ekstrem tidak nyaman. Torcal S tampil lebih sporty lewat black brightware, lampu belakang gelap, diffuser belakang, kaliper merah, dan velg 22 inci sebagai standar (21 inci pada versi dasar).
Kedua versi memakai dua motor permanent magnet synchronous, satu di tiap poros, dengan locking rear differential. Paket baterainya terdiri dari 192 sel pouch lithium-ion pada arsitektur 800V dengan kapasitas neto 113 kWh. Bentley memberi garansi 10 tahun atau 100.000 mil. Jangkauan resmi hingga 375 mil (600 km) WLTP, sementara angka EPA belum tersedia dan biasanya lebih rendah. Bentley menyebut angka WLTP tersebut setara dengan lebih dari 300 mil pada siklus EPA.
Soal pengisian daya, Bentley mengutip puncak 400 kW dan sesi 10-80 persen dalam 16 menit, atau sekitar 100 mil jarak tempuh tambahan dalam tujuh menit. Menariknya, badan siaran pers Bentley menyebut âjust under 20 minutesâ untuk pengisian 10-80 persen yang sama, sehingga detail finalnya masih menunggu konfirmasi. Spesifikasi baterai dan pengisian ini sejalan dengan Porsche Cayenne Electric, saudara satu grup Volkswagen, yang juga memakai paket 113 kWh 800V dan mengutip 10-80 persen dalam 16 menit pada 400 kW.
Baca Juga:
Suspensi Aktif hingga Kabin Wol Merino
Torcal menjadi Bentley pertama dengan suspensi fully active. Setiap sudut dapat naik atau turun secara independen, memungkinkan Bentley menghilangkan anti-roll bar sepenuhnya. All-wheel steering tersedia sebagai standar dan memangkas radius putar menjadi 11,1 meter. Soal suara, Bentley merekam musisi sungguhan yang memainkan drum, viola, dan bass gitar, terinspirasi ritme V8 6,75 liter, untuk menciptakan apa yang disebut âBentley Dynamic Symphonyâ. Suara ini menyesuaikan permintaan torsi dan kecepatan, serta bisa dimatikan. Proses rekaman orkestra ini pernah diulas dalam artikel suara V8 Torcal.
Di dalam kabin terdapat layar OLED melengkung, head-up display augmented reality, facial recognition untuk memuat profil pengemudi, dan empat âExperience Modesâ (Bentley, Comfort, Sport, dan Refresh) yang mengatur pencahayaan, suara, iklim, dan tampilan. Bentley mempertahankan kontrol fisik di konsol tengah dan setir. Product Line Director Martin Page, dalam media briefing di markas Crewe, menegaskan perusahaan tidak akan pernah menambahkan layar penumpang pada mobilnya. âTechnology has to add value. It should not dominate the experience,â ujarnya. Keputusan ini berbeda dari banyak EV premium baru yang menyematkan passenger display.
Kabin Torcal juga memperkenalkan yang diklaim Bentley sebagai kain otomotif 100 persen wol Merino pertama di dunia, dikembangkan bersama penenun Somerset Fox Brothers, plus veneer OmbrĂŠ Walnut baru yang dibuat dari sisa potongan walnut dan kertas daur ulang. Fitur lain mencakup 25 radar, sensor, dan kamera untuk driver assist serta remote parking, empat pintu bertenaga yang membuka dan menutup sendiri, sunroof kaca switchable, dan sistem audio Naim opsional 1.780W dengan 28 speaker. Sistem audio standar berupa 16 speaker 620 watt, dengan opsi upgrade ke Naim 28 speaker dan Dolby Atmos 7.1 surround sound. Opsi personalisasi interior mencakup puluhan pilihan warna dan kombinasi.
Dari sisi pasar, China menjadi pasar besar bagi Bentley, dan desain front-end yang sibuk dinilai cocok untuk pembeli di negara tersebut. Bagian depan menampilkan grille diamond menyala dan wajah kotak ala Rolls-Royce Cullinan dengan kap mesin panjang, diapit lampu DRL tipis bak alis dengan headlamp di bawahnya. Bagian belakang jauh lebih kalem dengan lampu horizontal sederhana dan desain bersih tanpa banyak ornamen.
Bentley belum mengumumkan harga maupun tanggal pengiriman Torcal dalam rilis peluncurannya. Untuk pasar Amerika Serikat, Torcal akan dijual awal tahun depan sebagai kendaraan model year 2028. Harga di AS belum final, tetapi pejabat Bentley kepada Car and Driver menyebut harganya akan lebih murah dari SUV flagship Bentayga yang mulai sekitar $230.000. Informasi awal soal debut EV perdana ini juga sempat dibahas dalam artikel peluncuran Torcal.
Dengan Torcal, Bentley menyusul Rolls-Royce dan Jaguar Land Rover sebagai pabrikan Inggris yang mengungkap model listrik penuh pertamanya. Torcal diposisikan sebagai kendaraan paling canggih yang pernah dibuat Bentley, meski secara teknis lebih dekat ke Porsche karena berbagi Premium Platform Electric dengan Cayenne Electric. Bagi Bentley, ini bukan sekadar soal elektrifikasi, melainkan soal mempertahankan identitas mewahnya di era baterai.





Komentar
Belum ada komentar.