Ini 4 Jurus YouTube Melawan Aksi Terorisme

video youtube paling populer

Telset.id, Jakarta – Para penyedia platform medai sosial sedang gencar mengatasi maraknya konten negatif dan juga propaganda aksi terorisme yang disebarkan kelompok-kelompok ekstrimis. YouTube merupakan salah satu media sosial yang kini sedang getol membersihkan konten-konten negatif di layanan mereka.

Penyedia layanan berbagi video milik Google ini telah menyaiapkan empat langkah baru yang diambil untuk menghadapi segala bentuk aktivitas ekstremisme dan propaganda teroris di platform mereka.

“Kami telah melakukan kerja sama dengan lembaga pemerintahan dan lembaga penegak hukum untuk melawan aktivitas terorisme di dunia maya,” ujar Wakil Presiden Senior dan Penasihat Umum Google Kent Walker seperti dikutip dari laman TheVerge.

Kent menjelaskan bahwa langkah pertama yang dilakukan Google adalah memperluas penggunaan sistem otomatis mereka untuk mengidentifikasi video yang berkaitan dengan teror. Caranya, mereka akan “mengajarkan” mesin di sistem mereka untuk mengidentifikasi sebuah video.

Langkah kedua yang dilakukan adalah dengan memperluas para ahli terpercaya. Hal ini dilakukan dengan cara menambahkan 50 LSM ahli ke 63 organisasi yang mendapatkan pendanaan dari Google untuk menandai video yang berbau terorisme.

Kemudian, langkah ketiga adalah dengan melakukan penarikan dana revenue dari video yang diunggah, dan menyembunykan konten yang dirasa menyerempet soal terorisme. Salah satu contohnya adalah video mengenai konten yang bersifat memprovokasi.

Lalu langkah terakhir yang mereka lakukan adalah dengan membuat sebuah sistem yang dapat mengalihkan pengguna yang diduga sebagai calon potensial untuk mendapat konten video anti-terorisme, sehingga dapat meredam keinginan mereka untuk ikut sebuah kelompok teroris.

“Pendekatan yang menjanjikan ini memanfaatkan kekuatan iklan online yang ditargetkan untuk menjangkau calon teroris yang potensial, dan mengalihkannya ke video anti-terorisme yang dapat mengubah pemikiran mereka untuk bergabung,” jelas Kent.

Selain itu, dia juga telah menjalinn kerja sama dengan penyedia platform media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk mengembagkan alat dan teknik yang dapat meredam konten berisi teror dan konten negatif lainnya di internet. [NC/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here