📑 Daftar Isi

Pengguna Windows 11 kesal menghadapi bug audio setelah update September

Update Windows 11 September Rusak Audio dan File History

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Update Windows 11 September merusak audio pada perangkat USB Audio Class 1.0
  • Panel Sound di Settings jadi tidak responsif, muncul error code 10 di Device Manager
  • Suara bisa hilang saat beralih ke pemutaran multichannel, coba kembali ke stereo
  • Fitur File History dilaporkan gagal bekerja, belum diakui Microsoft
  • Microsoft belum memberi jadwal pasti kapan perbaikan dirilis

Telset.id – Update Windows 11 edisi September dilaporkan merusak fungsi audio pada sejumlah PC dan membuat fitur File History tidak berjalan. Microsoft mengakui bug audio ini melalui unggahan di Windows release health dashboard, sementara masalah File History belum mendapat tanggapan resmi dari perusahaan.

Bug ini menyerang perangkat yang menggunakan USB Audio Class 1.0. Menurut keterangan Microsoft, perangkat audio jenis tersebut “might fail to start or produce audio”. Artinya, speaker bisa benar-benar senyap meski sistem terlihat normal. Masalah ini juga berimbas pada mikrofon, sehingga perangkat suara tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Selain audio yang hilang, panel Sound di aplikasi Settings disebut ikut menjadi tidak responsif. Kondisi ini menyulitkan pengguna saat mencoba melakukan troubleshooting mandiri karena menu pengaturan suara justru tidak bisa diakses dengan lancar.

Cara Memeriksa dan Menyiasati Bug Audio

Pengguna yang mengalami masalah ini bisa memastikan penyebabnya lewat Device Manager. Jika terdampak, pengguna akan melihat error ‘code 10’ dengan pesan “this device cannot start” pada pengontrol suara. Error tersebut menjadi penanda bahwa perangkat audio gagal dimuat oleh sistem setelah pembaruan dipasang.

Microsoft menyebut bug audio ini bisa muncul dalam bentuk lain. Suara mungkin masih terdengar saat memakai mode stereo standar, tetapi bisa hilang begitu pengguna beralih ke pemutaran multichannel. Karena itu, pengguna disarankan memeriksa pengaturan output audio dan mengembalikannya ke stereo untuk memulihkan suara.

Windows Latest mencatat perangkat audio nirkabel tampaknya tidak terkena dampak bug ini. Jika suara tetap tidak muncul, pengguna bisa mencoba opsi output audio lain di sistem Windows 11. Alternatif terakhir adalah menghapus update September, meski langkah itu membuat perangkat kehilangan patch keamanan.

Angry woman using a Windows 11 laptop at a desk

File History Ikut Terganggu

Bug audio bukan satu-satunya masalah pada update September. Pengguna juga melaporkan gangguan pada GPU serta fitur File History yang gagal bekerja. File History sendiri merupakan kemampuan untuk mem-backup file ke drive eksternal atau lokasi lain, sehingga kerusakan fitur ini berdampak langsung bagi pengguna yang mengandalkannya untuk menyimpan cadangan data.

Menariknya, masalah File History belum diakui secara resmi oleh Microsoft. Padahal menurut laporan, cakupan masalah File History justru lebih luas dibanding bug audio. Kondisi ini membuat pengguna belum memiliki panduan resmi untuk mengatasinya.

Di sisi lain, gangguan pada GPU turut memperpanjang daftar keluhan seputar update September. Kombinasi tiga masalah ini membuat pembaruan yang seharusnya membawa perbaikan justru menimbulkan rangkaian kendala baru bagi pengguna Windows 11.

Reaksi di Reddit pun tidak jauh dari dugaan. Sejumlah pengguna Windows 11 menyalahkan meningkatnya penggunaan AI dalam penulisan kode sistem operasi desktop. Mereka menilai bug semacam ini menjadi alasan mengapa sebagian orang enggan bermigrasi ke sistem operasi yang lebih baru.

Salah satu pengguna Reddit menyebut, “And they wonder why people don’t want to move from Windows 10.” Pengguna lain menulis, “Microslop can keep vibe coding all they want, I’m already on Linux.” Komentar-komentar ini menggambarkan kekesalan pengguna terhadap kualitas pembaruan yang dirilis.

Windows 10 disebut sebagai pilihan yang lebih aman untuk menghindari bug karena Microsoft tidak lagi menambahkan fitur baru atau mengubah basis kodenya secara besar-besaran. Perusahaan hanya menerapkan perbaikan keamanan dan hal-hal esensial pada sistem operasi lama tersebut. Meski demikian, Windows 10 tetap tidak kebal terhadap gangguan teknis.

Sejumlah pengguna juga menyoroti pola bug yang berulang di Windows 11. Sebelumnya, Microsoft sempat merilis pembaruan yang memperbaiki sejumlah masalah Bluetooth pada sistem operasi ini. Kasus lain yang pernah mencuat adalah notifikasi palsu dari antivirus bawaan sistem. Peristiwa-peristiwa tersebut memperkuat kesan bahwa kualitas pengujian pembaruan Windows 11 masih menjadi sorotan.

Annoyed Windows 11 user

Untuk memperluas konteks, sejumlah artikel terkait juga membahas bagaimana Microsoft menangani bug pada sistem operasinya. Ada pembahasan soal perbaikan bug Bluetooth lewat pembaruan Windows 11, serta kasus notifikasi palsu dari Microsoft Defender. Topik lain yang pernah dibahas adalah tampilan iklan di desktop Windows 11 melalui aplikasi Bing Wallpaper.

Hingga kini, Microsoft belum memberikan jadwal pasti kapan perbaikan akan tersedia. Dalam dokumentasinya, perusahaan menyatakan, “We are working on a resolution and will update this documentation when more information is available.” Artinya, pengguna masih harus menunggu tanpa tenggat waktu yang jelas.

Bagi pengguna yang terdampak, pilihan yang tersedia terbatas pada mengubah pengaturan output audio, mencoba perangkat audio nirkabel, atau menghapus update September dengan konsekuensi kehilangan patch keamanan. Sementara itu, masalah File History masih menunggu konfirmasi resmi dari Microsoft.

[ META_DESCRIPTION]
Update Windows 11 September merusak audio USB Audio Class 1.0 dan File History. Microsoft mengaku sedang menyiapkan perbaikan tanpa jadwal pasti.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.