Home APPS Twitter Ingin Lebih Hati-hati Terhadap Tombol Edit

Twitter Ingin Lebih Hati-hati Terhadap Tombol Edit

Twitter Pertimbangkan Tombol Edit

Telset.id, Jakarta – CEO Twitter Jack Dorsey akhirnya mengemukakan pandangan perusahaannya mengenai tombol edit. Ketika berbicara di sebuah acara di New Delhi, India, Dorsey menyebutkan bahwa Twitter harus berhati-hati dalam mempertimbangkan fitur ini sebelum mulai benar-benar mengerjakannya. Setidaknya sebagai alat untuk memperbaiki kesalahan pengejaan.

“Anda harus memperhatikan penggunaan tombol edit. Banyak orang menginginkan tombol edit karena mereka ingin dengan cepat memperbaiki kesalahan yang mereka buat, seperti kesalahan pengejaan atau menge-tweet URL yang tidak tepat,” ucap Dorsey.

Dilansir Telset.id dari The Next Web hari Selasa (13/11/2018), pria berusia 41 tahun itu menambahkan bahwa Twitter secara ideal akan menghindari pengeditan tanpa batas. Tujuannya adalah untuk mencegah seseorang yang menyalahgunakan fitur tersebut untuk mengubah pernyataan kontroversial. Dorsey menekankan bahwa perusahaannya ingin mengimplementasikan solusi untuk memecahkan masalah. Ia juga ingin menghilangkan pandangan pengguna akan absennya fitur edit yang disebut sebagai “gesekan” pada layanan media sosial tersebut.

“Kami telah mempertimbangkan (tombol edit) sejak beberapa waktu lalu dan kami harus melakukannya dengan benar. Kami tidak bisa terburu-buru membuat sesuatu yang mengganggu atau mengambil apa pun dari catatan publik,” ujarnya.

Dikutip Telset.id dari CNET, Twitter tanpa fitur edit telah lama dipandang ganjil oleh para penggunanya, apalagi meninjau posisinya sebagai pusat budaya internet.

Sebanyak 326 juta penggunanya telah memecahkan masalah tersebut dengan solusi yang cenderung canggung, yaitu menghapus tweet yang ingin diubah dan mengirim yang baru. Walaupun proses tersebut bisa diterima, tapi di saat yang sama pengguna juga menghapus respons-respons terhadap tweet yang lama.

Twitter sendiri telah memikirkan tentang fitur tersebut sejak lama. Di tahun 2016, Dorsey mengirimkan tweet yang mengatakan bahwa perusahaannya sedang mempertimbangkannya, dengan kemungkinan fitur yang menampilkan window selama 5 menit untuk memperbaiki kesalahan. [AU/IF]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version