Startup Malaysia Bikin ‘Browser Syariah’, Namanya SalamWeb

Telset.id, Jakarta – Startup Malaysia Salam Web Technologies MY Sdn, menciptakan aplikasi browser yang unik. Dengan nama SalamWeb aplikasi pencarian tersebut diklaim berlandaskan aturan di agama islam atau syariah.

Dilansir Telset.id dari Bloomberg pada Jumat (01/02/2019) perangkat browser bernama SalamWeb itu menghasilkan pengalaman website yang ramah terhadap muslim.

Menurut Direktur Pelaksana Salam Web Technologies MY Sdn, Hasni Zarina Mohamed Khan aplikasi tersebut akan beracuan pada nilai-nilai islam baik pada perpesanan, berita dan fitur lainnya.

Menurut Hasni sudah digunakan di Malaysia, Indonesia dan tujuannya agar aplikasinya bisa menjangkau 10% dari 1,8 miliar populasi muslim dunia.

{Baca juga: Keren! Bocah Malaysia Ini Ciptakan Game di Warnet}

Pada keterangannya, Hasni juga menunjuk beberapa tantangan yang dihadapi oleh perusahaan besar seperti Google dan Facebook yang dikritik karena sedikit menangani konten berbahaya dan palsu.

“Kami ingin menjadikan internet sebagai tempat yang lebih baik,” kata Hasni Zarina.

“Kami tahu internet memiliki yang baik dan bruuk jadi SalamWeb menawarkan Anda alat untuk membuat jendela ini yang memungkinkan Anda pergi ke internet untuk melihat yang baik,” tambah Hasni.

SalamWeb mengandalkan filter konten yang diperiksa komunitas yang menandai halaman web sebagai tepat, netral atau tidak tepat, sambil memperingatkan pengguna ketika mereka mendekati situs dengan perjudian atau pornografi.

Ini juga memiliki fungsi khusus bagi pengguna muslim seperti waktu sholat dan indikator untuk Kiblat.  Produk-produk ini memenuhi syarat oleh Dewan Pengawas Amanie Shariah Malaysia yang independen, dan dibangun di atas perangkat lunak Chromium open-source yang menjadi dasar browser web Google Chrome.

Hukum syariah melarang kegiatan yang dianggap tidak etis, seperti perjudian, pelacuran dan bisnis yang terkait alkohol dan babi, serta produk keuangan berbasis minat.

{Baca juga: Mesin Pencari Google Versi China Bisa Lacak Pengguna}

“Kami mempromosikan nilai-nilai universal – meskipun SalamWeb ditargetkan untuk umat Islam, itu dapat digunakan oleh siapa saja,” kata Hasni Zarina.

“Internet bisa menjadi tempat yang berbahaya. Sudah jelas bahwa kami membutuhkan alternatif, ” tambahnya. [NM/HBS]

Sumber: Bloomberg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here