Ilustrasi fitur Talk to Spotify pada aplikasi Spotify

Spotify Hadirkan Fitur Talk to Spotify untuk Kontrol Voice

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Spotify meluncurkan fitur Talk to Spotify dalam versi beta untuk pengguna Premium.
  • Fitur ini memungkinkan kontrol aplikasi menggunakan perintah suara atau teks.
  • Pengguna dapat membuat playlist, mencari info lagu, dan menelusuri riwayat pemutaran.
  • Fitur dapat diakses dari tampilan Home atau Now Playing di perangkat seluler.
  • Pengguna bisa memberikan perintah seperti "putar artis yang belum pernah didengar" atau "simpan lagu ini".
  • Fitur ini juga mendukung eksplorasi podcast dan buku audio.
  • Talk to Spotify dapat menjawab pertanyaan tentang lagu, artis, dan genre.
  • Fitur ini tersedia untuk pengguna Premium usia 18+ di AS, Irlandia, dan Swedia.
  • Tersedia di perangkat iOS dan Android dalam bahasa Inggris.
  • Peluncuran dilakukan secara bertahap untuk pengumpulan umpan balik.

Telset.id – Spotify akhirnya meluncurkan fitur baru bernama Talk to Spotify yang memungkinkan pengguna Premium mengontrol aplikasi menggunakan perintah suara atau teks. Fitur ini hadir dalam versi beta dan memungkinkan pengguna membuat playlist, mencari tahu informasi lagu, hingga menelusuri riwayat pemutaran tanpa harus meninggalkan aplikasi.

Fitur ini merupakan langkah Spotify dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Meskipun Spotify sebelumnya telah menggunakan AI untuk berbagai fitur seperti remix dan podcast personal, Talk to Spotify menawarkan cara interaksi yang lebih langsung dan intuitif.

“Dengan mengetik atau berbicara langsung di aplikasi, Anda dapat melakukan percakapan dua arah untuk memilih apa yang diputar, belajar tentang musik yang Anda sukai, meninjau kembali riwayat pemutaran, dan mendalami podcast serta buku audio, semuanya tanpa meninggalkan Spotify,” tulis perusahaan dalam pengumuman resminya.

Fitur Talk to Spotify dapat diakses dari tampilan Home atau Now Playing di perangkat seluler. Dari fitur ini, pengguna bisa memberikan perintah seperti “putar beberapa artis yang belum pernah saya dengar” kemudian menyempurnakannya dengan mengatakan “tambahkan Bad Bunny” atau “buat lebih ceria.”

Ketika mendengar lagu yang disukai, pengguna juga bisa memerintahkan fitur ini untuk melakukan tindakan seperti “simpan lagu ini,” “tambahkan ke antrean saya,” atau “ikuti artis ini.” Kemampuan ini memberikan kontrol yang lebih personal dan responsif dibandingkan metode tradisional.

Dari tampilan Now Playing, pengguna juga dapat mempelajari lebih lanjut tentang lagu atau artis. Misalnya, pengguna bisa mengajukan pertanyaan seperti “apa inspirasi di balik Radical Optimism milik Dua Lipa?,” “kapan album ini dirilis?,” atau “genre apa ini?”

Talk to Spotify kemudian dapat menjawab pertanyaan tersebut dan mengarahkan pengguna ke artis atau cerita terkait. Fitur ini juga berfungsi dengan podcast dan buku audio, memungkinkan pengguna untuk mempelajari lebih lanjut tentang tamu podcast atau penulis.

Fitur ini bahkan dapat memberikan informasi tentang selera dan riwayat pengguna melalui pertanyaan seperti “kapan pertama kali saya mendengarkan lagu ini?” atau “genre apa yang sedang saya dengarkan akhir-akhir ini?” Hal ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kebiasaan mendengarkan musik.

Untuk menggunakan Talk to Spotify, pengguna cukup menekan tombol mic di kolom pencarian untuk berbicara, atau mengetik perintah sebagai alternatif. Fitur ini sekarang diluncurkan secara bertahap dalam versi beta untuk pengguna Premium berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat, Irlandia, dan Swedia.

Fitur ini tersedia di perangkat iOS dan Android dalam bahasa Inggris. Peluncuran bertahap ini memungkinkan Spotify untuk mengumpulkan umpan balik dan melakukan penyesuaian sebelum peluncuran yang lebih luas.

Fitur Talk to Spotify tampaknya merupakan penggunaan AI yang tepat untuk membantu pengguna mengontrol dan belajar tentang musik mereka. Namun, beberapa pengamat berharap akan ada lebih banyak fitur untuk membantu menghindari konten yang tidak diinginkan.

Fitur ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam integrasi AI ke dalam platform streaming musik. Dengan kemampuan untuk berinteraksi secara alami melalui suara atau teks, Spotify berusaha untuk membuat pengalaman mendengarkan musik menjadi lebih personal dan efisien.

Salah satu aspek menarik dari fitur ini adalah kemampuannya untuk melakukan percakapan dua arah. Pengguna tidak hanya memberikan perintah satu arah, tetapi dapat berdialog dengan sistem untuk menyempurnakan permintaan mereka. Ini membuka kemungkinan untuk eksplorasi musik yang lebih dalam dan lebih intuitif.

Misalnya, pengguna dapat memulai dengan permintaan umum seperti “putar musik yang cocok untuk belajar” kemudian melanjutkan dengan “tambahkan lebih banyak lagu instrumental” atau “kurangi lagu dengan vokal.” Sistem akan memahami konteks dan menyesuaikan rekomendasi sesuai dengan preferensi pengguna.

Fitur ini juga berguna untuk menemukan musik baru. Pengguna bisa meminta rekomendasi berdasarkan suasana hati, genre, atau bahkan artis favorit mereka. Dengan kemampuan untuk bertanya tentang detail lagu atau artis, pengguna dapat memperluas pengetahuan musik mereka tanpa harus beralih ke aplikasi lain.

Selain itu, fitur ini juga mendukung eksplorasi podcast dan buku audio. Pengguna bisa bertanya tentang topik tertentu dan mendapatkan rekomendasi episode podcast atau buku audio yang relevan. Ini menjadikan Spotify sebagai pusat konten audio yang lebih komprehensif.

Dari segi privasi, Spotify belum memberikan detail spesifik tentang bagaimana data suara pengguna akan digunakan. Namun, perusahaan biasanya memiliki kebijakan privasi yang jelas terkait penggunaan data untuk meningkatkan layanan.

Fitur Talk to Spotify juga menunjukkan tren yang lebih luas dalam industri teknologi, di mana antarmuka suara semakin menjadi standar. Dengan asisten suara seperti Siri, Google Assistant, dan Alexa yang sudah mapan, integrasi kontrol suara langsung ke dalam aplikasi menjadi langkah logis berikutnya.

Bagi pengguna yang khawatir tentang privasi, Spotify juga menyediakan opsi untuk mengetik perintah sebagai alternatif dari perintah suara. Ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang mungkin tidak nyaman menggunakan perintah suara di tempat umum.

Peluncuran bertahap fitur ini juga memungkinkan Spotify untuk menguji dan menyempurnakan pengalaman pengguna sebelum peluncuran global. Ini adalah praktik umum dalam industri teknologi untuk memastikan bahwa fitur baru berfungsi dengan baik sebelum diperkenalkan ke audiens yang lebih luas.

Meskipun fitur ini saat ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris, kemungkinan besar Spotify akan menambahkan dukungan bahasa lain di masa depan. Ini akan membuka akses ke lebih banyak pengguna di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Fitur Talk to Spotify merupakan tambahan yang signifikan untuk platform streaming musik terkemuka ini. Dengan kemampuan untuk berinteraksi secara alami dan personal, fitur ini berpotensi untuk mengubah cara pengguna berinteraksi dengan musik dan konten audio.

Talk to Spotify voice feature illustrated in Spotify graphic

Perkembangan ini juga menarik untuk dicermati dalam konteks persaingan di industri streaming musik. Dengan fitur-fitur AI yang semakin canggih, platform seperti Spotify terus berinovasi untuk mempertahankan posisi mereka sebagai pemimpin pasar.

Sementara itu, pengguna di Indonesia mungkin harus menunggu lebih lama untuk dapat menikmati fitur ini. Namun, dengan tren global menuju antarmuka suara, kemungkinan besar fitur ini akan hadir di Indonesia dalam waktu dekat.

Bagi para penggemar teknologi dan musik, fitur Talk to Spotify menawarkan cara baru yang menarik untuk berinteraksi dengan platform streaming favorit mereka. Dengan kemampuan untuk mengontrol, menjelajahi, dan belajar tentang musik melalui suara, pengalaman mendengarkan musik menjadi lebih imersif dan personal.

Spotify terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan inovasi berbasis AI yang benar-benar bermanfaat bagi pengguna. Talk to Spotify adalah contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman pengguna tanpa mengorbankan kemudahan dan fungsionalitas.

Fitur ini juga membuka peluang bagi pengembang untuk menciptakan integrasi dan aplikasi pihak ketiga yang memanfaatkan kemampuan kontrol suara Spotify. Ini bisa menjadi ekosistem yang lebih luas untuk inovasi di masa depan.

Dengan semua fitur dan kemampuan yang ditawarkan, Talk to Spotify menjadi salah satu pembaruan paling signifikan untuk platform streaming musik tahun ini. Pengguna Premium di Amerika Serikat, Irlandia, dan Swedia dapat mulai menikmati fitur ini sekarang, sementara pengguna di negara lain mungkin harus menunggu sedikit lebih lama.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.