Kedangkalan Literasi Berujung Perpustakaan Digital

Telset.id, Jakarta – Perpustakaan berperan sebagai lembaga pendidikan non-formal yang dapat memberi kesempatan kelangsungan pendidikan sepanjang hayat. Dalam era pembangunan serta kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat. Sepertinya peran perpustakaan konvesional sebagai sarana belajar dan mengajar menjadi semakin tenggelam.

Kalau ditelaah Ada beberapa faktor yang menyebabkan minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Yang sangat sering terlihat yakni, belum ada kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini.

{Baca juga : Trafik Internet Telkomsel Naik 21% Selama Natal dan Tahun Baru}

Lalu, jumlah perpustakaan konvensional yang masih terbatas. Menurut data dari Perpunas jumlahnya kurang lebih 1,2 jutaan unit saja, jika dibandingkan jumlah penduduk dan wilayah Indonesia yang sangat luas, jumlah ini masih boleh dikatakan sangat kurang. Ini juga yang menjadi salah satu kebiasaan membaca menjadi sulit dilakukan buat masyrakat Indonesia apalagi di wilayah terpencil.

Satu hal lagi, penyebabnya adalah kehadiran teknologi yang makin canggih ternyata turut meninggalkan budaya literasi menjadi semakin dangkal di Indonesia. Pasalnya masyarakat khususnya anak muda menjadi lebih suka bermain dengan smartphone daripada membaca. Membaca jadi terasa menjemukan dan membosankan dibandingkan dengan smartphone yang didalamnya terdapat jutaan hiburan.

Teknologi yang makin canggih ini juga diimbangi dengan media sosial yang makin banyak. Media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, dan lainnya memungkinkan Anda membaca berita palsu. Sebetulnya, berita hoax tersebut dapat diperangi dengan budaya literasi. Teknologi yang makin canggih seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menambah wawasan dan bahan literasi.

{Baca juga : Jaringan Telkomsel di Ternate dan Halmahera 100% Pulih}

Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand.

Data ini jelas menunjukkan minat baca di Indonesia masih tertinggal jauh dari Singapura, Malaysia dan Thailand.

Nah! Untuk menumbuhkan minat dan kegemaran membaca memang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, baik di rumah, di tempat kerja atau di sekolah. Bahkan dalam perjalanan pun dapat juga membaca dilakukan.

Untuk mengatasi masalah rendahnya kedangkalan literasi di Indonesia ini, ada beberapa upaya yang dapat dan perlu dilakukan. Salah satunya seperti yang dilakukan Telkomsel bekerjasama dengan Gramedia  Digital Nusantara (GDN) berupaya untuk memberikan solusi digital untuk permasalahan tersebut dengan menghadirkan ‘Telkomsel Digital Library’atau T-PERPUS.

General Manager Corporate Social Responsibility Tubagus Husniyullah mengatakan, T-PERPUS merupakan sebuah bentuk kolaborasi Telkomsel dengan GDN untuk pendidikan Indonesia, yang dihadirkan untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia.

“Aplikasi digital T-PERPUS dapat digunakan dengan mudah dengan menyesuaikan gaya hidup digital masa kini, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat baca anak muda Indonesia,” ungkap Tubagus.

{Baca Juga : Liburan Tahun Baru, Telkomsel Siapkan Bandwith 4,2 Tbps}

Lebih lanjut, Chief Operating Officer Gramedia Digital Nusantara Adi Ekatama mengungkapkan, kehormatan bagi kami bisa membantu Telkomsel dalam mempersiapkan aplikasi T-PERPUS. Harapan kami tentunya agar aplikasi ini bisa memberi manfaat bagi banyak orang, dan kolaborasi kami dengan Telkomsel ini bisa menjadi awal dari kolaborasi kita selanjutnya, yang tujuan utamanya adalah untuk menjadi akselerator dari kemajuan Indonesia.

Diharapkan program ini bisa menjadi langkah awal untuk merangsang dan menumbuhkan minat baca anak indonesia, dan mendukung pola berpikir mereka untuk selalu berfikir kreatif. Dengan menggandeng para anak muda.

“kami ingin menciptakan budaya baru dengan menerapkan gaya baca kekinian,” ujar Tubagus.

Mengenal T-PERPUS lebih dekat

Foto : Hendra Wiradi

 

Cara Daftar

Seperti perpustakaan digital pada umumnya, kita harus mendaftar dulu ya. Sebelum itu, kita unduh dulu aplikasinya. Aplikasi T-PERPUS dapat diunduh di Google Play atau iOS. Untuk tahap awal Telkomsel memberikan 5000 akses user tanpa biaya, yang akan disebar di beberapa wilayah di Indonesia. Di tahap awal Telkomsel memberikan 1000 user di Universitas atau perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat. Dan nantinya aplikasi ini akan bisa diakses secara gratis.

Interface Mudah

Bisa dilihat pada gambar, pada T-PERPUS memiliki interface yang sangat mudah. Halaman awal terdapat  Library yang berfungsi sebagai rak atau kumpulan buku-buku dengan jumlah lebih dari 3000 buku. Lalu ada Device dimana ini tempat untuk buku yang sudah di download.

Tampilan bawahnya terdapat kategori yang saat ini memiliki jumlah 69 kategori dan akan terus bertambah.

Cara Download Buku

Untuk mendownload buku, kita cari dulu buku yang ingin didownload. Setelah ketemu, klik Borrow. Tunggu sebentar hingga buku selesai diunduh. Selamat! Kita sudah bisa baca bukunya! Setiap akun bebas mendownload buku dengan jangka tidak terbatas.

Keuntungan Memakai T-PERPUS

Banyak sekali keuntungan yang didapatkan dari aplikasi T-PERPUS salah satunya yakni mencari literatur untuk bahan membuat tugas kuliah. Tidak harus repot pergi ke perpustakaan ‘sebenarnya’. Sambil tiduran, tinggal klik T-PERPUS, Anda sudah mendapat buku yang dibutuhkan.

Aplikasi ini juga cukup ringan dan nggak buat hape lemot karena hanya memerlukan memori 59MB. Yang paling penting, aplikasi ini bisa buat baca buku meskipun sedang offline. Dengan catatan, buku itu sudah diunduh ya. Jadi kalian bisa baca di mana pun dan kapan pun. Nggak ada alasan lagi buat nggak baca buku.

Kelemahan T-PERPUS

Tak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk aplikasi T-PERPUS. Menurut kami, koleksi di aplikasi ini kurang lengkap. Terlebih buku referensi tentang buku-buku sekolah.

Nah, kehadiran T-PERPUS ini semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya ya. Berhenti mencari alasan untuk nggak baca buku. Salam literasi! [MS]

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here