Perusahaan Ini Larang Karyawan Gunakan WhatsApp dan Snapchat

WhatsApp dan Snapchat

Telset.id, Jakarta – Produsen komponen otomotif asal Jerman, Continental AG, melarang para karyawannya menggunakan layanan pesan instan WhatsApp dan Snapchat di lingkungan perusahaan.

Pihak Continental AG mengatakan bahwa larangan itu segera berlaku, sebab perusahaan khawatir terhadap keamanan data pengguna yang disimpan pada kontak smartphone maupun tablet.

“WhatsApp dan Snapchat memiliki kekurangan dalam hal perlindungan data. Keduanya mengakses privasi pengguna seperti kontak dan identitas,” jelas pihak Continental AG seperti dikutip dari CNBC, Selasa (05/06/2018).

Seperti diketahui, undang-undang privasi data atau GDPR yang baru di Eropa telah resmi diberlakukan pada 25 Mei 2018.

Keberadaan GDPR bertujuan untuk membatasi dan juga mengawasi bagaimana raksasa teknologi mengumpulkan informasi pribadi.

Baca Juga: Kirim Foto dan Video di WhatsApp Sekarang Lebih Cepat

Menurut Continental AG, sekarang kepatuhan dalam menjalankan GDPR berada di tangan pengguna. Kalau pengguna tak mau berisiko menjadi korban penyalahgunaan data, sebaiknya batasi pemakaian aplikasi.

Menanggapi kebijakan Continental AG, Snap Inc mengatakan bahwa memberi akses kontak ke Snapchat merupakan hak penuh para pengguna. Toh, sebut Snap Inc, data itu juga bisa dihapus kapan saja.

“Sepenuhnya tergantung pada pengguna apakah mereka ingin memberikan akses ke kontak di Snapchat atau tidak,” kata pihak Snap Inc.

Baca Juga: Bug WhatsApp Hilangkan Nama Pengirim Pesan

Uni Eropa memang tak segan memberi sanksi berat berupa denda besar terhadap kasus pelanggaran data pribadi. Aturan tersebut keluar setelah heboh skandal penyalahgunaan data pengguna oleh Facebook.

Regulasi yang bertujuan meningkatkan kekuatan sanksi dipastikan tidak berlaku surut. Komisioner menjanjikan bahwa GDPR membuat Uni Eropa memiliki ruang ketat untuk segala bentuk kecurangan. (SN/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here