Kabar Baik, Aplikasi Ini Bisa Deteksi Dini Penyakit Parkinson

Telset.id, Jakarta – Gangguan otak neurodegeneratif progresif atau biasa dikenal dengan penyakit Parkinson (Parkinson’s disease atau PD) bisa sangat sulit dideteksi sejak dini. Kegagalan untuk melakukan ini dapat berarti bahwa pasien kehilangan waktu berharga, di mana mereka harusnya bisa mendapatkan perawatan atau memiliki kesempatan untuk mengubah gaya hidup, tapi akhirnya tidak.

Adalah sebuah proyek yang didanai Uni Eropa, disebut i-Prognosis, yang ingin mengubah itu semua. Melalui proyek berumur empat tahun ini, Aristotle University of Thessaloniki dari Yunani telah meluncurkan aplikasi smartwatch dan smartphone yang dapat membantu mendiagnosis Parkinson onset jauh lebih awal daripada yang saat ini terjadi.

“PD adalah penyakit neurologis progresif dan kronis yang sering dimulai dengan gejala ringan yang meningkat secara bertahap dari waktu ke waktu,” kata koordinator proyek, Profesor Leontios Hadjileontiadis. “Gejala bisa begitu halus pada tahap awal sehingga luput dari perhatian, karena tidak ada biomarker terkait PD, seperti tes darah – membiarkan penyakit tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun.”

Disinilah i-Prognosis bertujuan untuk membantu, berkat berbagai sensor yang ditemukan di perangkat mobile modern dan beberapa insight luar biasa dari mempelajari mesin.

“I-Prognosis mengusulkan pendekatan yang sangat baru untuk menangkap risiko transisi dari status sehat ke arah PD oleh penginderaan perilaku yang tidak mengganggu dan pengumpulan data lansia secara besar-besaran, yang diperoleh dari penggunaan alami perangkat pintar mereka,” tambah Hadjileontiadis.

Dilaporkan Digitaltrends, pengguna cukup memberikan persetujuannya, lalu aplikasi akan menganalisis jumlah data yang luar biasa di ponsel mereka. Ini termasuk (tetapi tidak terbatas pada) karakteristik suara mereka saat melakukan percakapan, kestabilan tangan saat memegang perangkat, cara mengetik dan bahkan ekspresi wajah pada foto yang disimpan atau konten emosional dari pesan teks.

Dengan kata lain, aplikasi ini menyisir setiap inci data dengan cara yang tidak dilakukan dokter, dan menggunakannya untuk memprediksi apakah Anda ingin menemui dokter atau tidak. Memang, bukan aplikasi idaman buat mereka yang sangat sadar akan privasi, namun jika ini berhasil membuat Anda sadar tentang onset Parkinson, rasanya sah-sah saja.

Saat ini aplikasi masih dalam tahap pengujian, dan disebut Hadjileontiadis, setidaknya akan terus disempurnakan hingga Februari 2020. Saat ini, aplikasi telah tersedia di toko aplikasi Google Play untuk pengguna Android, namun hanya di beberapa negara termasuk Jerman, Yunani, Portugal, dan Inggris. Hmm… Indonesia kira-kira bakal kedatangan gak ya?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here