Telset.id, Jakarta āĀ Menjelang Ramadhan, tak hanya para operator saja yang berbenah memaksimalkan jaringannya bagi para pelanggan mereka, tapi juga para OTT seperti Line pun ikut berbenah. Messenger asal Jepang ini menginginkanĀ agarĀ penggunanya tidak terbebani dengan paket data yang cepat habis ketika melakukan panggilan telepon atau video call.
Layanan voice call di Line memang harus diakui telah memudahkan penggunanya untuk berkomunikasi bersama keluarga atau teman. Namun di balik kemudahan itu, semua orang sudah tahu bahwa menggunakan Line akan berdampak pada meningkatnya biaya paket data.
āAda tiga masalah dalam VoIP yakni dropĀ calls, harga paket data yang mahal, dan kualitasĀ voice, entah ituĀ noise danĀ echo,ā kata Matthew Tanudjaja,Ā Global Engineer Line Indonesia di acara Line Ramadhan, Jakarta, Selasa (23/05/2017).
Menurutnya, untuk mengatasi ketiga masalah tersebut, Line memilih topologiĀ Centralized yang memungkinkan komunikasi antar pengguna itu lancar tanpa harus membebani paket data pengguna.
Ia pun membandingkannya dengan topologiĀ mesh. Jika Line menggunakan topologi mesh, maka jika ada satu grup yang berisi 200 orang (termasuk pengirim), maka pesan di grup tersebut akan terkirim ke 199 anggota lainnya, entah mereka ikut berkomunikasi atau tidak. Hal ini yang menyebabkan paket data terkuras.
āTapi jika menggunakan topologiĀ Centralized, secara garis besar kehematannya akan mencapai 1/199, karena pesan akan dikirim ke server terlebih dahulu,ā jelasnya.
Tak hanya soal topologi saja, bagi pengguna yang memanfaatkanĀ voiceĀ sertaĀ video call, mereka juga akan mendapatkan pengalaman maksimal saat berkomunikasi dengan keluarga atau teman. Hal itu karena Line memanfaatkan modulĀ Voice Quality EchancementĀ (VQE) danĀ Multi-Layer Visual di dalam sistem VoIP mereka. (FHP)




