Google Tertibkan Ekstensi Chrome Mulai Tahun Depan

Ekstensi Google Chrome

Telset.id, Jakarta – Mulai tahun depan, Google akan memaksa ekstensi Chrome untuk lebih transparan terhadap data pengguna. Kebijakan itu akan diperkenalkan pada Januari 2021.

Menurut Engadget, dikutip Telset, Selasa (24/11/2020), Google mewajibkan pengungkapan penggunaan data untuk ekstensi di Chrome Web Store. Developer ekstensi harus menjelaskan data yang dikumpulkan.

Jenis data yang dikumpulkan meliputi informasi masuk atau informasi identitas pribadi. Developer juga harus berjanji untuk menghormati kebijakan baru, yang melarang penjualan data kepada pihak ketiga.

Google pun mewajibkan developer ekstensi Chrome untuk berkomitmen menggunakan data bukan untuk tujuan yang tidak punya keterkaitan dan mengandalkan data untuk pemeriksaan kredit dan peminjaman uang.

{Baca juga: 10 Game Google Chrome Wajib Coba, Nomor 8 Bikin Ketagihan}

Pembuat ekstensi kini bisa memberikan pengungkapan meskipun tidak akan ditampilkan di Chrome Web Store hingga 18 Januari 2021. Google akan menerapkan pemberitahuan ke daftar pengembang sampai 18 Januari 2021.

Menurut Google, pelaku penyalahgunaan dapat secara mudah salah melaporkan apa yang dikumpulkan. Akan lebih mudah untuk “mengusir” pengembang yang tidak jujur ​​setelah benar-benar terpergok.

Kebijakan Google itu juga akan membantu dengan ekstensi Chrome papan atas. Jika tahu apa yang benar-benar diinginkan sebuah ekstensi, pengguna dapat membuat keputusan yang lebih tepat dengan memasang add-on tersebut.

Google Chrome Diklaim Aman dari Hacker

Google Chrome diklaim aman dari serangan hacker (Lightrocket via Getty Images)

Sebelumnya, Google mengklaim Chrome versi mobile jauh lebih aman dari peretas. Ada fakta bahwa aplikasi mobile dan desktop dibuat untuk platform berbeda. Terkadang, fitur desktop tertentu tidak tersedia di versi mobile.

Raksasa Internet itu mengatakan telah meningkatkan keamanan Google Chrome di versi mobile. Satu perubahan yang dibuat adalah membantu pengguna mengetahui kapan masuk ke situs yang mungkin disusupi peretas.

“Untuk memeriksa apakah Anda memiliki sandi yang disusupi, Chrome mengirimkan salinan nama pengguna dan sandi menggunakan bentuk enkripsi khusus,” jelas Google.

{Baca juga: Google Chrome Versi Mobile Diklaim Sekarang Lebih Aman}

Cara tersebut memungkinkan Google melakukan pemeriksaaan berdasarkan daftar kredensial yang telah disusupi. Namun, Google tetap tidak dapat memperoleh nama pengguna atau sandi dari salinan.

Yang terjadi, ketika kata sandi cocok dengan yang disimpan dalam database, alih-alih hanya memberi tahu pengguna, Google akan mengarahkan ke halaman yang lebih aman. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here