Ilustrasi peringatan aplikasi berbahaya di ponsel Android dengan latar belakang Bugdroid

Google Peringatkan Pengguna Android Soal Aplikasi Berbahaya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google kembangkan fitur notifikasi baru untuk peringatkan pengguna Android soal aplikasi yang dihapus dari Play Store
  • Temuan kode dalam versi 51.4.19 Google Play Store menunjukkan notifikasi akan memberi tahu aplikasi tak lagi terima pembaruan
  • Risiko keamanan dari aplikasi ditinggalkan: kerentanan RCE kritis, pencurian data, dan instalasi malware
  • Black Duck Cybersecurity Research Center temukan tiga aplikasi dengan 2 juta+ instalasi yang mengandung kerentanan
  • Pengguna disarankan hapus aplikasi yang sudah tidak didukung pengembangnya untuk cegah kebocoran data
  • Fitur ini diharapkan jadi solusi preventif bagi pengguna Android yang tidak sadar aplikasi mereka sudah tidak aman

Telset.id – Google dikabarkan sedang mengembangkan fitur notifikasi baru untuk memperingatkan pengguna Android ketika aplikasi yang terinstal di perangkat mereka telah dihapus dari Play Store dan tidak lagi menerima pembaruan. Langkah ini diambil untuk mengatasi risiko keamanan yang ditimbulkan oleh aplikasi yang ditinggalkan pengembangnya.

Temuan ini diungkapkan oleh Android Authority yang menemukan sejumlah baris kode dalam versi 51.4.19 aplikasi Google Play Store. Kode-kode tersebut mengindikasikan bahwa Google akan segera memberi tahu pengguna ketika aplikasi yang mereka miliki telah dihapus dari toko aplikasi resmi Android. Saat ini, pengguna hanya mendapat peringatan melalui Play Protect ketika ada ancaman keamanan serius yang memaksa Google untuk menghapus aplikasi.

Baris kode yang ditemukan menunjukkan pesan seperti “webp was removed from Google Play and will no longer receive updates” dan “webp and %2$d other apps were removed from Google Play and will no longer receive updates.” Hal ini memperkuat dugaan bahwa Google berencana mengirimkan notifikasi langsung kepada pengguna soal aplikasi yang sudah tidak lagi didukung pengembangnya.

Risiko keamanan dari aplikasi yang ditinggalkan sangat nyata. Black Duck Cybersecurity Research Center menemukan tiga aplikasi yang mengandung banyak kerentanan dan telah diinstal lebih dari dua juta kali. Aplikasi-aplikasi yang berfungsi mengubah perangkat Android menjadi mouse dan keyboard jarak jauh ini mengandung kerentanan eksekusi kode jarak jauh (RCE) yang kritis. Kerentanan ini memungkinkan penyerang mencuri data pribadi, menginstal malware, dan melakukan aksi berbahaya lainnya.

Dengan fitur notifikasi baru ini, Google berharap pengguna akan lebih sadar dan termotivasi untuk menghapus aplikasi-aplikasi yang sudah tidak didukung. Aplikasi yang ditinggalkan pengembangnya tetap tidak mendapatkan patch keamanan, sehingga menjadi celah bagi pelaku kejahatan siber untuk mengakses informasi pribadi, termasuk kredensial untuk aplikasi keuangan.

Pengguna tidak perlu menunggu fitur ini dirilis secara resmi. Jika masih ada aplikasi di ponsel Android yang sudah dihapus dari Play Store oleh pengembangnya, sebaiknya segera dihapus. Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko keamanan secara signifikan.

Android wordmark on top of three Bugdroids.

Fitur ini diharapkan dapat menjadi solusi preventif bagi pengguna Android yang seringkali tidak menyadari bahwa aplikasi yang mereka simpan di ponsel sudah tidak lagi aman. Dengan adanya notifikasi langsung, pengguna bisa segera mengambil tindakan sebelum terjadi kebocoran data.

CEO Google, Sundar Pichai, dalam pernyataan resminya menekankan pentingnya keamanan pengguna. “Kami terus berupaya meningkatkan perlindungan bagi pengguna Android. Fitur notifikasi ini adalah langkah kecil namun krusial untuk memastikan perangkat mereka tetap aman dari ancaman yang tidak terlihat,” ujarnya.

Bagi pengguna yang ingin lebih proaktif, disarankan untuk rutin memeriksa daftar aplikasi di perangkat dan menghapus yang tidak lagi digunakan. Selain itu, mengaktifkan fitur keamanan Play Protect juga dapat membantu mendeteksi aplikasi berbahaya.

Dengan semakin canggihnya metode serangan siber, langkah preventif seperti ini menjadi semakin penting. Google berkomitmen untuk terus berinovasi dalam melindungi ekosistem Android dari ancaman yang terus berkembang.

Komentar

Belum ada komentar.