Telset.id – Aplikasi pelacak film dan acara TV bernama Bingers resmi hadir untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan TV Time. Aplikasi ini dikembangkan oleh salah satu pendiri asli TV Time, Antonio Pinto, yang bulan lalu berjanji akan membangun ulang fitur terbaik TV Time setelah pemiliknya, Whip Media, memutuskan menutup produk tersebut untuk fokus pada pengembangan AI.
Keputusan Whip Media meninggalkan pasar ini mengejutkan dan membuat kecewa pengguna setia TV Time. Aplikasi tersebut telah diinstal lebih dari 26,4 juta kali sebelum akhirnya ditutup, angka yang cukup signifikan untuk aplikasi sejenis. Kemarahan pengguna atas kabar penutupan ini mendorong lebih dari 28.000 orang menandatangani petisi yang memohon Whip Media menyelamatkan TV Time dengan menawarkan dukungan donasi crowdfunding atau langganan. Namun, aplikasi tersebut tetap ditutup sesuai rencana.
Fitur Sosial Menjadi Keunggulan Utama
Berbeda dengan pelacak lain yang hanya memungkinkan pengguna menandai apakah sudah menonton acara atau film, pengguna TV Time lebih menyukai forum yang memungkinkan mereka bersosialisasi seputar episode terbaru konten favorit. Elemen sosial ini memungkinkan pengguna menjalin koneksi dengan penggemar lain, meninggalkan postingan dan komentar berisi teori mereka, membuat meme, dan banyak lagi.
“Saya percaya TV Time adalah berlian yang kasar dan mulai kehilangan arahnya,” kata Pinto kepada TechCrunch. “Saya tercengang melihat komunitasnya tetap aktif dan besar bahkan setelah aplikasi ini diabaikan selama bertahun-tahun dan tidak menerima pembaruan. Bagi saya, itu adalah tanda bahwa TV Time memiliki sesuatu yang unik yang tidak dimiliki platform sosial lain.”
Dengan Bingers, Pinto bertujuan menghadirkan kembali elemen sosial tersebut. Aplikasi ini juga menawarkan cara untuk mengimpor data dari arsip TV Time. Sebelum dihapus dari toko aplikasi pada 15 Juli 2026, TV Time menyediakan alat ekspor yang sesuai GDPR, dan Bingers menawarkan untuk mengunggah ulang data tersebut.
Bingers memiliki tiga komponen utama: alat untuk melacak acara dan film yang sedang ditonton atau ingin ditonton, cara untuk menemukan tontonan baru, dan jejaring sosial. Seperti TV Time, penggemar dapat membuat profil dan berkomentar tentang acara dan film, termasuk menambahkan media seperti foto dan GIF. Mereka juga dapat memberi peringkat episode, mengekspresikan pendapat dengan emoji, dan memilih karakter favorit — fitur interaktif yang jarang ditawarkan pelacak TV lain.

Untuk mengatasi masalah biaya finansial yang berkontribusi pada penutupan TV Time, Bingers dirancang untuk memuat perpustakaan pengguna di ponsel mereka. Hal ini memungkinkan aplikasi mengalihkan pemrosesan berat, seperti kalender tontonan dan watchlist, ke perangkat pengguna alih-alih server perusahaan, kata Pinto.
Model Monetisasi dan Ketersediaan
Bingers awalnya akan memonetisasi dengan mengizinkan pengguna berkontribusi langsung untuk membantu biaya server, seperti yang mereka petisikan kepada TV Time. Dalam jangka panjang, Pinto memiliki ide seputar model bisnis yang akan mempertemukan orang secara langsung, namun belum membagikan detail lebih lanjut.
Aplikasi baru ini tersedia untuk iOS dan Android. Kehadiran Bingers menjadi angin segar bagi komunitas penggemar TV Time yang kehilangan wadah untuk berdiskusi dan bersosialisasi seputar konten favorit mereka. Dengan fitur impor data dari TV Time, pengguna setia tidak perlu khawatir kehilangan riwayat tontonan mereka.
Baca Juga:
Perkembangan aplikasi pelacak ini menunjukkan bagaimana komunitas pengguna dapat menjadi pendorong utama inovasi. Pinto melihat potensi besar dari komunitas yang tetap aktif meski aplikasi diabaikan selama bertahun-tahun. Ia ingin membangun platform yang benar-benar menjawab kebutuhan pengguna, bukan sekadar mengejar tren teknologi.
Keputusan Whip Media untuk fokus pada AI meninggalkan celah besar di pasar aplikasi pelacak TV. Kehadiran Bingers diharapkan dapat mengisi celah tersebut dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada komunitas dan pengalaman sosial, sambil tetap memperhatikan keberlanjutan finansial melalui kontribusi langsung dari pengguna.
Pinto berkomitmen untuk membangun kembali fitur-fitur terbaik TV Time yang membuat pengguna setia bertahan. Dengan Bingers, ia ingin membuktikan bahwa aplikasi pelacak tontonan bisa lebih dari sekadar alat pencatat, melainkan juga ruang komunitas yang hidup dan saling terhubung.
Bagi pengguna yang ingin beralih dari TV Time, proses migrasi data menjadi prioritas utama. Alat ekspor yang disediakan TV Time sebelum penghapusannya memungkinkan pengguna menyimpan data mereka, dan Bingers menawarkan bantuan untuk mengunggah ulang data tersebut ke platform baru.
Dengan pendekatan yang mengutamakan komunitas dan keberlanjutan finansial, Bingers hadir sebagai alternatif yang menjanjikan bagi para penggemar TV dan film yang merindukan pengalaman bersosialisasi seputar konten favorit mereka.





Komentar
Belum ada komentar.