Antarmuka aplikasi Antizuck Smart Glasses Scanner di iPhone yang menampilkan notifikasi perangkat terdeteksi

Aplikasi Antizuck Deteksi Smart Glasses di Sekitar Anda

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Aplikasi Antizuck Smart Glasses Scanner dirilis untuk iPhone dengan harga $2.99
  • Mendeteksi Meta glasses, Snap Spectacles, Meta Quest, RayNeo, dan perangkat Bluetooth lainnya
  • Tidak memerlukan akun atau email, data tidak dikirim keluar ponsel
  • Hanya mendeteksi Meta glasses saat diisi daya, dinyalakan, atau pairing aktif
  • Tidak bisa mendeteksi perekaman real-time atau pengguna yang memakai smart glasses
  • Bagian dari tren penolakan smart glasses berkamera di berbagai tempat

Telset.id – Kekhawatiran akan privasi di era smart glasses kini menemukan jawabannya. Sebuah aplikasi bernama Antizuck Smart Glasses Scanner resmi meluncur untuk iPhone, dirancang khusus mendeteksi keberadaan Meta glasses dan berbagai perangkat smart glasses lain di sekitar pengguna. Aplikasi ini menjadi alat baru bagi mereka yang ingin mengetahui apakah ada orang yang diam-diam merekam menggunakan kacamata pintar.

Aplikasi Antizuck dikembangkan oleh Albert Pariente Cohen dan bekerja dengan cara memindai sinyal Bluetooth di sekitar. Aplikasi ini mampu mengidentifikasi berbagai perangkat seperti Meta glasses, Snap Spectacles, Meta Quest headsets, RayNeo smart glasses, dan perangkat sejenis lainnya. Setelah terdeteksi, Antizuck akan memberi tahu pengguna gadget apa yang berada di dekatnya dan apakah perangkat tersebut pernah terdeteksi sebelumnya.

Yang menarik, Antizuck mengusung fokus privasi yang ketat. Aplikasi ini tidak memerlukan akun atau alamat email untuk digunakan. Selain itu, tidak ada data yang dikirim keluar dari ponsel pengguna. Antizuck dijual seharga $2.99 atau sekitar Rp 45.000 tanpa biaya berlangganan bulanan.

Dalam pengujian yang dilakukan, Antizuck berhasil mengidentifikasi Meta glasses dan Quest 3 headset milik penguji. Aplikasi ini bahkan mendeteksi Quest 3 (nama dan jarak) saat headset dalam mode tidur. Namun, pendeteksian Meta glasses tidak semudah itu. Antizuck hanya bisa mendeteksi Meta glasses saat perangkat sedang diisi daya, dinyalakan, atau dalam proses pairing aktif.

Aplikasi ini juga mampu menampilkan semua perangkat Bluetooth lain yang menyiarkan sinyal di sekitar. Menariknya, Antizuck berhasil mengidentifikasi Even Realities G2 smart glasses yang sedang diisi daya, namun tidak memberikan peringatan khusus karena perangkat tersebut tidak memiliki kamera. Melihat betapa banyaknya perangkat yang menyiarkan sinyal di sekitar kita menjadi nilai tambah tersendiri dari aplikasi seharga $3 ini.

Fitur peringatan “glasses spotted” pada Antizuck disertai pesan “Someone may be recording near you” yang jelas menandakan tujuan aplikasi ini untuk memberi tahu jika ada orang yang mencurigakan di sekitar. Namun, kegunaan fitur ini untuk mendeteksi perekaman masih terbatas.

Aplikasi ini tidak bisa memberi tahu pengguna siapa di antara orang-orang di sekitar yang memakai Meta glasses. Antizuck juga tidak menampilkan peringatan saat kacamata di sekitar mulai merekam atau mengambil gambar. Selain itu, tidak ada notifikasi saat perangkat Meta glasses mentransfer media ke ponsel. Jika seseorang menyalakan kacamata di dekat pengguna atau mengisi daya selama sekitar tiga menit, barulah aplikasi akan memberikan notifikasi dan mencatat apakah perangkat yang sama pernah terdeteksi sebelumnya. Namun, kebanyakan orang tidak mengisi daya kacamata di pinggir jalan atau di bar.

Kehadiran Antizuck merupakan bagian dari gelombang penolakan yang semakin besar terhadap penggunaan smart glasses berkamera. Beberapa wilayah seperti New York telah melarang penggunaannya di pengadilan, sementara penyanyi Lorde menyebutnya “not sexy” atau tidak seksi.

Kekhawatiran tentang direkam oleh smart glasses tersembunyi memang sangat beralasan, terutama bagi perempuan. Namun, argumen ini tidak sesederhana yang terlihat. Banyak orang dengan masalah penglihatan menggunakan Meta glasses untuk mendapatkan bantuan verbal dari AI. Pengamat burung menggunakannya untuk mengidentifikasi burung dengan cepat. Ada pula yang menggunakan Meta glasses untuk mengkategorikan struk pajak, mendengarkan musik, atau sesekali merekam video saat bersepeda.

Seperti halnya memotret di tempat umum adalah legal, memindai lingkungan sekitar untuk mencari sinyal Bluetooth juga legal. Namun, bukankah keduanya merupakan invasi privasi? Seperti alat pada umumnya, hanya cara penggunaan yang menentukan apakah sesuatu itu jahat atau tidak.

Aplikasi Antizuck hadir sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran privasi di era digital. Meski belum sempurna dalam mendeteksi perekaman secara real-time, aplikasi ini memberikan gambaran tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk melindungi privasi. Dengan harga yang terjangkau, Antizuck menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin lebih waspada terhadap perangkat di sekitar. Ke depannya, mungkin akan muncul aplikasi serupa dengan kemampuan deteksi yang lebih canggih.

Pengguna perlu menyadari bahwa meskipun Antizuck dapat mendeteksi keberadaan smart glasses, aplikasi ini bukanlah solusi sempurna untuk melindungi privasi. Kesadaran akan lingkungan sekitar dan pemahaman tentang teknologi tetap menjadi kunci utama. Aplikasi seperti Antizuck hanyalah alat bantu, bukan jaminan keamanan mutlak.

Bagi yang penasaran dengan Fitur Terbaru di dunia teknologi, Antizuck menjadi contoh bagaimana inovasi bisa lahir dari kebutuhan akan privasi. Meskipun masih memiliki keterbatasan, langkah ini menunjukkan bahwa kesadaran publik terhadap privasi semakin meningkat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.