Akhirnya Tiongkok Resmi Blokir WhatsApp

Telset.id, Jakarta – CEO Facebook, Mark Zuckerberg beberapa bulan terakhir sedang giat mendekati pemerintah Tiongkok, agar WhatsApp tetap dapat beroperasi di negara tersebut. Namun ternyata pendekatan itu menemui jalan buntu, karena salah satu aplikasi andalan Facebook itu tetap diblokir oleh pemerintah Tiongkok.

Laporan terbaru mengatakan bahwa sejak awal pekan ini, layanan WhatsApp sudah tidak bisa digunakan lagi di Tiongkok. Pemblokiran ini ternyata ada hubungannya dengan kongres Partai Komunis yang akan diadakan di negara tersebut.

Pemerintah Tiongkok saat ini memang sedang disebukkan dengan persiapan menyambut kongres Partai Komunis ke-19 yang akan dilakukan di Beijing. Kongres ini digelar secara rutin dalam waktu lima tahun sekali.

[Baca juga: Bukan Telegram, China Malah Blokir WhatsApp]

Ini bukan pertama kalinya Tiongkok memblokir WhatsApp. Pada Juli lalu, pemerintah setempat telah memblokir WhatsApp dengan cara meningkatkan keamanan ‘The Great Firewall’. Bedanya, kali ini Pemerintah Tiongkok memblokir WhatsApp secara permanen.

“Ini bukan metode teknis biasa yang digunakan pemerintah Tiongkok dalam menyensor sesuatu,” ujar cryptographer di firma riset Symbolic Software, Nadim Kobeissi, seperti dikutip dari laman The Verge.

[Baca juga: Warga Australia Kedapatan Selundupkan 26 iPhone 8]

Dia menjelaskan, bahwa pemblokiran pada Juli lalu hanya berdampak tidak bisa mengirim file seperti foto dan video. Namun kini seluruh layanan dari WhatsApp tidak bisa terkirim.

“Intinya, dari awalnya kami amati sebagai penyensoran kemampuan foto, rekaman video, dan rekaman suara WhatsApp di bulan Juli. Namun kini pemblokiran telah ditingkatkan pada pesan teks untuk mengantisipasi penyebaran berita yang menyudutkan Tiongkok,” lanjutnya.

Tak hanya WhatsApp yang harus menerima nasib diblokir, karena pada tahun 2009 lalu Pemerintah Tiongkok juga sudah memblokir keberadaan Facebook di negara tersebut. [NC/HBS]

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here