Telset.id â Adobe Premiere akhirnya hadir di Android dan bisa dipakai tanpa perlu berlangganan atau masuk ke akun Adobe Creative Cloud. Kehadiran versi Android ini memperluas jangkauan aplikasi editing video yang sebelumnya lebih dulu sukses di iOS, di mana aplikasi tersebut mencatat rating 4,8 dari 5 di App Store dengan lebih dari 25.000 penilaian.
Eric Snowden, senior vice president of design di Adobe, mengatakan respons terhadap aplikasi versi iOS âincredibly positiveâ. Menurutnya, tujuan peluncuran versi Android bukan sekadar memindahkan pengalaman aplikasi iPhone, melainkan membuatnya benar-benar terasa native di platform Google. Artinya, aplikasi ini dirancang agar berjalan baik di berbagai jenis perangkat Android, mulai dari Samsung foldable hingga Google Pixel bertipe candy bar.
Pada perangkat lipat, membuka Adobe Premiere memungkinkan pengguna melihat footage di sisi kiri dan multi-track timeline di sisi kanan sehingga ruang layar termanfaatkan maksimal. Snowden menyebut optimalisasi aplikasi untuk foldable Android juga akan membantu perusahaan pada aplikasi iPhone untuk iPhone Duo mendatang.
Soal kompatibilitas, Adobe menyatakan aplikasi seperti Acrobat, Photoshop, Lightroom, dan Premiere telah dioptimalkan untuk platform laptop baru Googlebook. Aplikasi tersebut memanfaatkan layar yang lebih besar, tetapi belum bisa memberikan pengalaman âdesktop-gradeâ seperti di Windows atau macOS. Adobe juga menekankan pentingnya dukungan pada perangkat berdaya rendah, dengan Premiere memiliki syarat minimum RAM 5 GB dan Android 13 atau lebih baru.
âWe wanted this to run on as many devices as possible, so the team spent a ton of time making sure that this is not just for flagship phones,â ujar Snowden. âThis is for a really broad range of Android devices.â
Baca Juga:
Setelah membuka aplikasi, seluruh footage dari camera roll langsung tampil di layar utama. Dari sana pengguna dapat memilih template buatan kreator, mulai dari gaya hidup, kecantikan, hingga template untuk pecinta kuliner, atau memulai pengeditan dari nol. Proses menambahkan footage terbilang mudah, lalu pengguna bisa memilih mini editor atau full editor.
Mini editor memungkinkan pemangkasan atau penggantian footage dengan cepat, bahkan memilih filter untuk menerapkan gaya warna tertentu ke seluruh klip. Pengguna juga dapat mengekspor langsung ke YouTube Shorts tanpa meninggalkan Premiere. Sementara itu, full editor menyediakan multitrack timeline untuk pengeditan yang lebih detail, seperti melapisi teks, musik, dan efek.
Beberapa alat AI turut disertakan, misalnya Enhance Audio yang mampu memperkuat suara subjek dan memangkas kebisingan latar. Jika ingin menambahkan voice-over, pengguna dapat berbicara ke mikrofon ponsel sambil melihat footage secara real time agar hasilnya selaras. Adobe menyebut aplikasi ini memiliki fitur AI berbasis Firefly, seperti Generative Media, Image-to-Video, dan Generate Sound Effects.
Namun, fitur-fitur tersebut memerlukan generative credits alias langganan jika jatah bulanan habis. Sejumlah fitur juga masih berstatus âcoming soonâ, seperti fungsi Continue Editing agar pengeditan bisa diselesaikan di desktop setelah dimulai di ponsel, serta dukungan untuk Adobe Fonts.
Yang unik untuk produk Adobe, pengguna tidak harus masuk atau berlangganan Adobe Creative Suite untuk memakai Premiere di Android. Seperti versi iOS, aplikasi ini gratis digunakan. Langkah ini sejalan dengan pendekatan Adobe dalam menghadirkan kemudahan akses, termasuk lewat integrasi alat kreatif di berbagai platform.
âWhat weâre seeing with a lot of mobile apps right now is that there are these huge barriers to entry to using it for the first time,â kata Snowden. âWe really wanted to get away from that, and I think part of the accessibility and simplicity of the appâthe onboarding process is part of thatâand we just want to get people in and using it.â
Dengan syarat minimum RAM 5 GB dan Android 13, Adobe Premiere di Android menyasar basis perangkat yang luas, bukan hanya ponsel flagship. Pendekatan ini menegaskan posisi Adobe dalam menghadirkan perangkat editing video yang mudah diakses, sejalan dengan pengembangan fitur AI Assisted Editor di lini produk kreatifnya.





Komentar
Belum ada komentar.